ke Kantor
Hingga kini masih banyak warga Jakarta yang lebih memilih kendaraan pribadi  seperti motor ataupun mobil sebagai sarana transportasi mereka ke kantor.(Foto: Pexels)

Sabigaju.com – Sebagai kota besar yang menjadi sentra bisnis di negara ini penduduk Jakarta dikenal memiliki mobilitas yang tinggi. Untungnya ada banyak fasilitas ataupun sarana transportasi yang cukup lengkap dan nyaman untuk digunakan warga ke kantor,

Namun, hingga kini masih banyak warga Jakarta yang lebih memilih kendaraan pribadi  seperti motor ataupun mobil sebagai sarana transportasi mereka ke kantor.

Alasan memilih transportasi pribadi ini mulai dari asumsi lebih aman, lebih enak kalau kemana-mana soal cuaca panas hingga alasan malas jalan kaki.

Padahal menurut penelitian, individu yang memilih jalan kaki, naik sepeda atau kendaraan umum seperti kereta atau bus dijamin lebih sehat dan panjang umur ketimbang mereka yang punya kebiasaan naik kendaraan pribadi ke kantor.

BACA JUGA: Jalan Kaki Bisa Meredakan Stress

Penelitian Dampak Kurangnya Aktivitas Fisik  Saat ke Kantor

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Journal BMJ Heart belum lama ini menyebut Aktivitas fisik yang dilakukan untuk bekerja ke kantor tersebut dapat mengurangi risiko relatif penyakit jantung iskemik atau stroke sebesar 11 persen, dan risiko meninggal akibat penyakit ini sebesar 30 persen.

“Studi kami menunjukkan bahwa meninggalkan mobil dan memilih moda transportasi yang lebih aktif dapat membantu orang mengurangi risiko penyakit jantung dan strok,” ujar penulis utama studi Dr. Oliver Mytton.

Sebab, sambung Dr. Mytton, saat naik kendaraan umum biasanya orang akan lebih sering berjalan kaki. Misal dari dan ke terminal atau stasiun.

BACA JUGA: Ragam Khasiat Tren Jalan Kaki Ala Nordic Walking 

(Foto: Instagram transitcenter)

Meskipun banyak orang mengetahui manfaat aktivitas fisik bagi kesehatan kardiovaskular, tingkat aktivitas orang-orang di banyak negara masih cenderung rendah.

Ada kekhawatiran, masyarakat sekarang ini hanya punya sedikit waktu luang untuk aktivitas fisik.

Maka aktivitas fisik perjalanan ke kantor bisa jadi cara yang relatif mudah untuk mengintegrasikan olahraga dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Kebiasaan Berhemat Bakal Bikin Kamu Makin Sering Jalan-jalan

Penelitian Lainnya

Tim peneliti dari University of Cambridge, London School of Hygiene & Tropical Medicine, dan Imperial College London juga turut menyelisik hubungan antara penggunaan moda transportasi alternatif selain mobil yang membuat orang lebih aktif untuk tujuan komuter dan non-komuter, serta penyakit dan kematian.

Berikut beberapa temuan yang diungkap para peneliti.

Sekitar dua pertiga komuter hanya mengandalkan mobil untuk berangkat ke kantor. Pola perjalanan lebih aktif lebih sering dilaporkan untuk perjalanan non-komuter.

(Foto: Pexels)

Bersepeda adalah hal yang kurang umum. Hanya dipraktikkan oleh 8,5 persen dan 7 persen penumpang reguler masing-masing untuk perjalanan komuter dan non-komuter, serta 4,8 persen dari peserta lain.

Selain itu pengguna transportasi umum dengan pola perjalanan yang lebih aktif memiliki risiko mengalami penyakit kardiovaskular (CVD) 11 persen lebih rendah, dan memiliki risiko mengalami CVD fatal 30 persen lebih rendah.

BACA JUGA: Tren Naik Transportasi Umum, Waspada Terjangkit TBC yah 

Jika digabung, para komuter reguler yang juga memiliki pola perjalanan komuter dan non-komuter lebih aktif memiliki risiko mengalami CVD fatal 43 persen lebih rendah.

Penelitian juga mengungkap, di antara orang-orang yang bukan komuter reguler berhubungan dengan risiko dari semua penyebab kematian delapan persen lebih rendah.

Namun, penelitian ini bersifat observasional. Tidak ada kesimpulan yang menunjukkan sebab dan akibat.

Para peneliti  berharap agar orang untuk lebih banyak menggunakan transportasi umum, berjalan kaki dan bersepeda  ke kantor. (Sbg/Rig)

Comments