Desainer Kate Spade ditemukan tewas Bunuh diri di kediamannya di Kota Newa York pada Selasa, (5/6) pagi waktu Amerika Serikat.
Desainer Kate Spade ditemukan tewas bunuh diri di kediamannya di Kota Newa York pada Selasa, (5/6) pagi waktu Amerika Serikat.

Sabigaju.com – Akhir hidup dari perancang busana Kate Spade sungguh tragis. Ia ditemukan tewas bunuh diri di apartemennya Park Avenue, New York, AS. Kate gantung diri dengan syal merah dari gagang pintu.

Seperti dilansir Page Six, adik kandung, Reta Saffo mengatakan Kate Spade menderita depresi selama bertahun-tahun dan menolak untuk mendapatkan bantuan medis.

Meski mengetahui Kate depresi bertahun-tahun, namun Reta Saffo mengaku sangat terkejut dengan apa yang dilakukan sang kakak.

“Saya akan mengatakan ini tidak terduga oleh saya,” kata Saffo dalam sebuah email ke surat kabar Kansas City Star.

Saffo mengatakan bahwa dalam tiga atau empat tahun terakhir dia mencoba dan mencoba untuk mengontak Katherine Brosnahan, keponakan Kate Spade untuk mencarikan bantuan mengatasi depresi akut.

“Saya berbicara dengan mereka di telepon (tidak mengatakan kepada mereka siapa persisnya pasien itu). Mereka setuju untuk terbang dan berbicara dengannya dan membawanya bersama mereka ke pusat perawatan,” tulis Saffo.

Kate Spade meninggalkan catatan yang ditujukan kepada putrinya yang berusia 13 tahun, Frances Beatrix Spade untuk menanyakan alasan bunuh dirinya kepada suaminya (ayah dari putrinya), Andrew Spade.

“Ini tidak ada hubungannya dengan Anda. Jangan merasa bersalah. Tanyakan pada ayahmu,” tulis Kate Spade dalam suratnya.

Polisi yakin bunuh diri itu karena persoalan keluarga. Suaminya Andrew berada di rumah saat peristiwa itu terjadi, sementara putri mereka Beatrix berada di sekolah.

Selain Kate Spade ternyata ada beberapa desainer fashion yang juga memilih mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri siapa saja mereka berikut rangkuman yang dihimpun Sabigaju dari berbagai sumber.

1. Alexander McQueen, Bunuh Diri Pada 2010

Desainer terkenal asal Inggris ini bunuh diri menggunakan belt dengan cara gantung diri di lemari apartemennya di London, Inggris pada Februari 2010.

Pria kelahiran 1969 ini diketahui memiliki sejarah panjang melawan depresi, menyakiti diri sendiri, dan insomnia.

 Alexander McQueen (Foto joliegazette.com)
Alexander McQueen  melakukan Bunuh diri pada tahun 2010. (Foto:joliegazette.com)

McQueen melakukan bunuh diri tersebut  selang sembilan hari setelah kematian sang ibu. Sebelum bunuh diri dia sempat menyiratkan  kesedihan yang ia alami melalui akun Twitter-nya.

“Alexander merasa tertekan dengan pekerjaannya, namun di waktu yang sama, Ia merasa itu adalah satu-satunya bidang dalam hidupnya saat ia merasa telah mencapai sesuatu,” papar dr. Stephen Pereira, psikiater.

Terlahir sebagai putra seorang supir taksi, pemilik nama asli Lee Alexander McQueen ini memulai kariernya dengan belajar di sebuah perusahaan pembuat suits untuk Pangeran Charles.

Kini, label yang menyandang namanya ‘Alexander McQueen’ dijalankan di bawah perusahaan besar fashion, Kering, dengan desainer Inggris Sarah Burton yang menjadi creative director-nya.

2. L’Wren Scott, Bunuh Diri Pada 2014

L’Wren ditemukan tewas di apartemennya di New York, Amerika Serikat, pada Maret 2014. Ia merenggut nyawanya sendiri dengan gantung diri menggunakan scarf pada gagang pintu.

Sang desainer yang juga mantan model ini telah mendesain pakaian untuk sejumlah selebriti terkenal, seperti Madonna.

L'Wren Scott (Foto Instagram)
Desainer Fashion L’Wren Scott ditemukan tewas bunuh diri pada tahun 2016.  (Foto: Instagram)

Scott juga sempat menjadi stylist untuk kekasihnya yakni penyanyi Mick Jagger selama bertahun-tahun, dan membuat banyak busana untuk penampilannya di Rolling Stones 50th Anniversary Tour.

Ciri khas dalam rancangannya adalah bersiluet seksi dan feminim. Ciri khas tersebut memiliki sebutan tersendiri yang dibuat oleh para penggemarnya, yaitu ‘L’Wrenisms’.

Problem keuangan diduga menjadi penyebab dari aksi bunuh diri yang dilakukan oleh wanita bertinggi 190 cm itu.

Seorang sumber yang tidak ingin disebut identitasnya memperkirakan bahwa Wren tidak dapat menanggung malu akibat masalah keuangan yang dialaminya. (Sbg/Rig)

Comments