Sabigaju.com – Selama ini, produk makeup dan kosmetik selalu identik dengan peremmpuan. Akibatnya jika laki-laki mengenakan makeup, konotasinya selalu negatif. Padahal tak ada yang salah dengan laki-laki ber-makeup, lho.

Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kesadaran akan kesetaraan gender, peran lelaki pun kian diperhitungkan dalam industri kecantikan. Contohnya, beberapa brand seperti CoverGirl, Rimmel dan MAC baru-baru ini menampilkan laki-laki pada materi penjualan mereka.

Selain itu, pada awal tahun 2018, bintang film Get Out, Daniel Kaluuya berjalan di red carpet dengan pulasan foundation Fenty Beauty di wajahnya.

Contoh-contoh tersebut menandakan adanya perubahan dalam norma-norma kecantikan, dan setiap tanggapan positif yang muncul adalah harapan bahwa pada akhirnya kita akan hidup di dunia, di mana para lelaki merasa diterima jika mereka memilih untuk mengenakan makeup. Tapi sepertinya, perjalanan untuk menuju ke sana masih panjang.

Makeup untuk Pria Adalah Celah Bagi Brand Kosmetik

Andrew Grella, founder brand kosmetik Formen yang berasal dari Toronto mencoba untuk mengubah stigma tentang makeup terhadap laki-laki. Formen dirilis tahun 2015 lalu karena ia melihat celah bagi kosmetik pria di pasaran. Jauh sebelum itu, ia menyadari kebutuhan para lelaki akan kosmetik saat hendak menghadiri acara prom night di SMA. Saat itu, Grella sedang berjibaku dengan jerawat.

Grella meminta saran dari sang ibu dan ibunya menawarkan diri untuk mendandani. Namun, alih-alih menerima tawaran tersebut Grella lebih memilih untuk mencari produk kosmetik yang sesuai dengan kebutuhannya sendiri, dan tak menemukan apapun. Akhirnya, ia menyerah pada kosmetik milik sang ibu.

“Ketika aku melihat apa yang dilakukan produk tersebut pada kulitku, kemudian aku berpikir harus ada merk yang didedikasikan khusus untuk laki-laki sepertiku,” ujar Grella, seperti yang dikutip Sabigaju dari Huffingtonpost pada Minggu (8/4).

Selain Grella, ada juga Sue Katz, co-founder dari AmazingCosmetics juga beranggapan serupa. Meski target konsumennya tidak spesifik hanya kepada laki-laki, namun Katz menyadari bahwa perusahaannya memiliki banyak konsumen laki-laki.

Pria dari Generasi Masa Kini Lebih Terbuka Tentang Makeup

Menurut Katz, laki-laki dari generasi yang lebih tua memang telah tumbuh dengan stigma bahwa kaumnya tidak membutuhkan benda-benda kecantikan tersebut, sehingga bagi mereka akan sangat sulit untuk mengubah apa yang telah sekian lama dipercaya di masyarakat. Namun, generasi muda telah lebih terbuka dengan hal semacam ini, mereka pun bisa berpikir bahwa laki-laki menggunakan kosmetik itu tidak salah.

“Bahwa semua gagasan tabu mengenai dandanan untuk pria adalah hal buruk, menurutku sudah berkurang dengan drastis,” lanjut Grella. Industri kecantikan secara keseluruhan benar-benar memberikan edukasi tentang bagaimana produk-produk tersebut bekerja untuk kulit, dan mereka menyadari bahwa mereka dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Sama halnya seperti perempuan, menurut Grella, makeup untuk laki-laki pun berfungsi untuk membuat mereka mendapat penampilan terbaiknya, juga membuatnya tampil lebih percaya diri saat ada acara tertentu. Di saat yang bersamaan, kesadaran akan penggunaan makeup juga meningkatkan kesadaran untuk merawat kulit dan penampilannya secara keseluruhan. (sbg/Fitri)

Comments