Pasangan Ideal
Menemukan wanita yang tepat untuk dijadikan pasangan ideal bagi seorang pria tidak semudah yang digambarkan di dalam sinetron atau film.(Foto: Pexels)

Sabigaju.com – Bagi banyak pria,  menemukan wanita yang tepat untuk dijadikan pasangan ideal memang tidak semudah yang digambarkan di dalam sinetron atau film.

Dimana hal itu biasanya digambarkan lewat pertemuan yang tidak sengaja bertabrakan, jatuh cinta pada pandangan pertama, saling membenci, lalu jodoh untuk selamanya.

Sayangnya, hidup yang sebenarnya sangat berbeda dengan kisah fiktif di layar kaca. Menemukan wanita yang tepat untuk mendampingi pria seumur hidup cukup sulit.

Meski demikian, kamu jangan khawatir! ternyata preferensi tipe pasangan ideal dalam sebuah hubungan asmara adalah suatu hal yang normal dan nyata.

BACA JUGA: Belum Menemukan Pasangan Sempurna, Coba Cari di Negeri Dongeng

Pasangan Ideal itu Nyata dan Ada

Tipe pasangan ideal dapat dijadikan petunjuk mengenai bagaimana mengelola suatu hubungan yang baik, begitu ungkap studi terbaru.

Lewat sebuah studi yang dipublikasikan pada Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa seseorang memiliki kecenderungan untuk merasa tertarik dan jatuh cinta pada tipe yang sama berulang kali. Hal ini menunjukkan bahwa ketertarikan bukanlah sesuatu yang random.

“Umumnya saat suatu hubungan berakhir, maka seseorang menyalahkan kepribadian pasangannya dan memutuskan untuk mencari pasangan dengan tipe yang berbeda,” ujar Yoobin Park, peneliti dari Department of Psychology, Faculty of Arts & Science, University of Toronto, seperti dilansir dari laman Medical Xpress, belum lama ini.

(Foto: Unsplash)

BACA JUGA: Gaes, Nih Sederet Kriteria Wanita Ideal yang Layak Menjadi Istri

“Riset yang kami lakukan menunjukan bahwa terdapat suatu tendensi kuat untuk kembali mencari pasangan yang memiliki kepribadian yang sama dengan pasangan sebelumnya,” lanjutnya.

Dengan menggunakan data dari banyak pasangan dan keluarga yang berasal dari kelompok umur yang beragam, Park bersama koleganya membandingkan kepribadian dari pasangan saat ini dan mantan pasangan dari 332 orang partisipan.

Partisipan bersama dengan sampel pasangan saat ini, dan juga mantan pasangannya dalam hubungan sebelumnya diminta untuk menyediakan informasi mengenai kepribadiannya.

(Foto: Pexels)

Lalu, informasi tersebut dipilah berdasarkan tes kepribadian Big Five yang memiliki lima aspek utama, yakni agreeableness, conscientiousness, extraversion, neuroticism, dan openness to experience, sehingga menghasilkan data kepribadian masing-masing partisipan, bersama pasangan dan mantan pasangannya.

Hasilnya, ditemukan bahwa terdapat konsistensi signifikan mengenai preferensi kepribadian yang diinginkan dari pasangan. “Efek ini lebih dari sekedar kecenderungan untuk memiliki pasangan yang mirip denganmu sendiri,” ungkap Park.

BACA JUGA: Pasangan Kurang Perhatian Bisa Bikin Kamu Cepat Mati Muda 

Pasangan Saat ini Mirip dengan Mantan pasangan Sebelumnya

Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Park dan koleganya terhadap respons para partisipan, disimpulkan bahwa secara umum terdapat kemiripan antara pasangan saat ini dengan mantan pasangan sebelumnya.

“Adanya konsistensi dari satu hubungan dengan hubungan selanjutnya mensugestikan bahwa tiap orang memang memiliki ‘tipe’ pasangan masing-masing,” ujar Geoff MacDonald, profesor psikologi dari University of Toronto yang turut terlibat dalam studi ini.

(Foto: Unsplash)

“Meski data kami tidak menjelaskan mengapa pasangan yang berbeda memiliki sifat dan kebribadian yang sama, tapi perlu dicatat bahwa memang terdapat kemiripan antar-keduanya,” lanjut MacDonald.

“Studi ini dapat dipercaya karena tidak hanya mengandalkan informasi dari sudut pandang satu orang saja untuk mendeskripsikan kepribadian pasangannya. Kami menggunakan penuturan dari pasangan tersebut secara langsung,” jelas Park.

BACA JUGA: Durasi Masa Berpacaran Sebelum Kamu Menikah Menurut Para Ilmuwan 

Pasangan Ideal Bisa memberi Kebahagiaan?

Lewat studi ini, para peneliti berupaya untuk mencari cara untuk mempertahankan hubungan agar tetap sehat dan membahagiakan.

“Dalam setiap hubungan, orang mempelajari strategi yang sesuai dengan kepribadian pasangannya. Jika kepribadian pasangan baru kamu mirip dengan mantan pasangan, maka dapat menjadi cara efektif untuk membuat dasar bagi hubungan baru,” papar Park.

(Foto: Unsplash)

Lebih jauh, Park juga menjelaskan bahwa strategi ini juga dapat bersifat negatif dengan alasan yang sama.

“Jadi, jika kamu mengalami masalah yang sama dalam beberapa hubungan yang berbeda, mungkin ini saatnya kamu mempertimbangkan bahwa tipe kepribadian tertentu adalah faktor yang membuat masalah tersebut terus-menerus muncul,” tutupnya. (Sbg/Rig)

Comments