Cinta bisa berubah menjadi cndu destruktif bagi seseorang.
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Saat kita sedang jatuh cinta, bisa dibilang ada berjuta rasa di hati dan pikiran kita. Galau saat terpisah, bahagia kala berjumpa.

Saat kita tengah Jatuh cinta dengan seseorang juga berarti ingin mencapai resolusi tertentu. Tidak peduli seberapa kecil atau besarnya argumen yang pernah terjadi, jatuh cinta membuat dua orang yang saling jatuh cinta mau membicarakan segala hal yang terjadi agar hubungan bisa berjalan dengan baik.

Meski jatuh cinta kerap kali dipandang sebagai hal yang positif, ada kalanya ia bersifat destruktif. Ini bisa terjadi kala mencintai seseorang malah berubah menjadi candu.

Kalau ini  sampai terjadi bisa berabe deh. Soalnya dapat memicu perubahan perilaku yang mengganggu pola hidup sehari-hari.

BACA JUGA: Keasyikan Phubbing di Masa Pademi Bikin Cinta Berantakan 

Gejala Kecanduan Mencintai

Menurut Helen Fisher, antropolog biologi dan peneliti di The Kinsey Institute, Ada gejala-gejala yang sering ditemukan pada seorang yang menjadi sosok pecandu cinta .

Sikap kompulsif dalam mengontak pasangan, keinginan untuk mengorbankan diri, bahkan sampai melakukan hal-hal berisiko tinggi dan tidak pantas adalah beberapa di antaranya.

Fisher mengatakan frustrasi, cemas saat berpisah, menjadi cengeng, insomnia atau malah kelebihan tidur, kehilangan nafsu makan atau sebaliknya, mudah marah, serta selalu merasa kesepian adalah gejala berubahnya mencitai seseorang  jadi candu lantaran hasratnya tak dapat terlampiaskan.

BACA JUGA: Kepercayaan Itu Lebih Penting Ketimbang Rasa Cinta

Candu yang Bisa Bikin Kumat

kecanduan mencintai seseorang tak ubahnya dengan candu obat-obatan. Seperti halnya pecandu obat-obatan, pecandu cinta pun bisa mengalami sakau ketika yang dicinta tak berperilaku sesuai harapannya.

Dua Ahli saraf Andreas Bartels dan Semir Zeki pernah melakukan penelitian untuk membandingkan aktivitas otak dari pasangan bahagia dalam cinta dengan pecandu yang baru baru saja disuntik obat.

Hasilnya mengejutkan, ternyata dua kegiatan itu diaktifkan di area yang sama dalam sistem reward otak. Aktivitas dalam nucleus accumbens wilayah otak mengontrol semua kecanduan, dari pasangan.

BACA JUGA: Jangan Lakukan Pengorbanan Ini Semata Buat Kekasih! 

Dan lebih gilanya lagi, Kecanduan mencintai seseorang  tidak berakhir ketika hubungan berakhir. Apalagi  jika kamu adalah orang yang diputusin.

Menangis, kehilangan nafsu makan, makan terlalu banyak, cemas, kurang tidur, tidur, dan merasa kesepian mirip dengan ketika pecandu narkoba tidak mendapatkan  barang idamannya.

Jadi sob,  cara terbaik  mencintai seseorang adalah dengan cara sederhana, secukupnya dan sesuai dossisnya. Nggak perlu lebay. Dengan begitu, keseimbangan dan keharmonisan hubungan bisa tetap terjaga. (Sbg/Rig)

Comments