Kanker Paru-Paru
Kanker paru-paru tak hanya menyerang para perokok. Namun juga orang yang tidak merokok pun bisa terjangkit.Ilustrasi: Via medicalnewstoday.com)

Sabigaju.com – Duka mendalam masih dirasakan netizen atas kepergian sosok Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, saat tengah menjalani pengobatan kanker paru-paru, pada Minggu (7/7/2019) dini hari lalu.

Yang menjadi pertanyaan besar, penyakit kanker paru-paru yang diidap Sutopo diasosiasikan dengan penggunaan nikotin. Padahal, Sutopo bukan seorang perokok.

Ini berarti kanker paru-paru tak hanya menyerang para perokok. Namun juga orang yang tidak merokok pun bisa terjangkit.

BACA JUGA: Bikin Obesitas Hingga Kanker Paru-Paru? Yuk, Kurangi Makan Nasi 

Kanker Paru Penyakit Mematikan?

Kanker paru adalah salah satu jenis kanker yang paling umum. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sebanyak 2,09 juta kasus kanker paru terjadi di dunia pada 2018.

Tak selamanya kanker paru terjadi pada seorang perokok. Mengutip Very Well Health, sekitar 10-15 persen kanker paru terjadi pada orang bukan perokok. Sebanyak 50 persen lainnya terjadi pada mantan perokok.

Meski bernama sama, namun kanker paru pada seseorang bukan perokok berbeda dalam banyak hal.

Adenokarsima adalah jenis kanker yang menyerang paru-paru pada orang bukan perokok. Kanker ini tumbuh di luar paru-paru dan dapat hadir dalam waktu yang lama, bahkan sebelum gejala muncul.

Sesak napas dan rasa mudah lelah hanyalah sebagian dari deretan gejala kanker paru-paru pada non-perokok. Rasa nyeri tulang yang menjalar juga menggambarkan penyebaran kanker ke bagian lain tubuh.

BACA JUGA: Kuliner Super untuk Menghadapi Polusi Udara Jakarta 

Kenali Gejala Kanker Paru

Sesak napas dan rasa mudah lelah hanyalah sebagian dari deretan gejala kanker paru-paru pada non-perokok. Nyeri tulang yang menjalar juga menggambarkan penyebaran kanker ke bagian lain tubuh.

Beberapa hal memicu tumbuhnya sel kanker pada paru seseorang bukan perokok. Paparan gas radon adalah salah satunya. Radon merupakan gas radioaktif yang dihasilkan dari pembusukan uranium, thorium, dan radiom dalam batuan dan tanah.

National Cancer Institute (NCI) menyebut, kadar radon akan lebih tinggi pada rumah yang terisolasi dan tak memiliki ventilasi yang baik.

“Basement dan lantai pertama rumah umumnya mengandung radon karena paling dekat dengan tanah,” tulis NCI pada situs resminya.

Paparan asbes dan status perokok pasif juga disebut sebanyak penyebab muncul kanker paru. Selain itu, kanker paru-paru pada non-perokok juga bisa terjadi akibat faktor genetik.

Memeriksa kadar radon dan menghindari asap rokok adalah cara yang bisa dilakukan untuk menghindari kanker paru.

Praktik diet dan rutin berolahraga dengan intensitas menengah  juga disebut mampu menekan risiko kanker paru-paru.

BACA JUGA: Tren Naik Transportasi Umum, Waspada Terjangkit TBC yah 

Batuk Tak Kunjung Reda

Gejala kanker paru-paru yang paling umum adalah batuk yang tidak kunjung sembuh dan batuk berdarah. Selain itu, ada rasa nyeri di dada saat kamu bernapas, batuk, serta tertawa.

Waspadai setiap batuk, terutama yang berlangsung lama, misalnya, satu atau dua minggu tak juga sembuh. Sebab, kondisi tersebut pertanda risiko gejala kanker paru-paru.

Perhatikan juga jika kamu  lebih sering, batukmu lebih dalam atau terdengar serak, kamu mengalami batuk darah dan terjadi jumlah lendir yang tidak biasa.

Apabila mengalami kondisi yang demikian, artinya kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter.

BACA JUGA: Selama Hidup, Sudahkah Kamu Bernapas dengan Benar?

Bernafas Pendek

Selain batuk, nafas pendek atau menjadi mudah lelah juga merupakan gejala kanker paru-paru.

Perubahan pernapasan dapat terjadi jika kanker paru-paru menyumbat atau mempersempit saluran napas, atau jika cairan dari tumor paru menumpuk di dada.

Kemudian, kamu perlu lebih lebih peka pada pernapasan, misalnya ketika kamu merasa sering sesak napas saat naik tangga atau melakukan tugas-tugas yang sebelumnya kamu anggap mudah. Pokoknya kamu enggak boleh mengabaikan gejala ini yah gaes. (Sbg/Rig)

Comments