Kandungan ganja disebut bisa menangkal corona
(Foto: Unsplash.com)

Sabigaju.com – Meski di masa lalu kandungan ganja  sudah biasa dipakai sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai  penyakit, di Indonesia Di Indonesia, ganja masih dinilai sebagai tanaman ilegal.

Kandungan Ganja memang telah diuji bermanfaat dalam beberapa kondisi kesehatan. National Center for Complementary and Integrative Health menjelaskan obat-obatan yang mengandung cannabinoid dapat membantu mengobati epilepsi, mual dan muntah yang terkait dengan kemoterapi kanker, dan kehilangan nafsu makan, serta penurun berat badan yang terkait HIV/ AIDS.

Nah  sebuah  studi terbaru yang dilakukan para peneliti di Kanada.menghebohkan publik dan netizen  lantaran  mengungkap manfaat kandungan ganja berkhasiat mengatasi COVID-19.

BACA JUGA: Pro Kontra Khasiat Tanaman Ganja untuk Kepuasan Bercinta 

Ganja Sebagai Obat Corona?

Dalam Studi yang bertajuk In Search of Preventative Strategies: Novel Anti-Inflammatory High-CBD Cannabis Sativa Extracts Modulate ACE2 Expression in COVID-19 Gateway Tissues para peneliti menjelaskan kegunaan zat kandungan ganja terhadap perkembangan pandemi COVID-19.

Tim ilmuwan di Kanada saat ini sedang menguji kemungkinan adanya kandungan ganja  yang bisa digunakan untuk melawan virus Corona.

Para peneliti dari University of Lethbridge di Alberta, Kanada, ini mengamati 400 jenis ganja yang 12 di antaranya memberikan harapan untuk mencegah COVID-19 masuk ke dalam sel manusia.

Mereka mengatakan, kandungan ganja yakni cannabidiol (CBD) mengandung komponen pot non-psikoaktif, yang bisa membantu menurunkan jumlah reseptor sel dari virus Corona hingga lebih dari 70 persen.

BACA JUGA: Sah! Pemerintah Thailand Legalkan Ganja Sebagai Bahan Pengobatan

Gunakan Model Manusia 3D

Sebagai media percobaannya, mereka membuat model manusia 3D dari jaringan oral yang memiliki sistem pernapasan dan usus. Lalu, mereka memasukkan sampel ekstrak CBD dosis tinggi yang diambil dari ganja.

Selanjutnya, para peneliti menguji efek ekstrak tersebut pada angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) yaitu reseptor yang membuat virus masuk ke tubuh. Hasilnya, ekstrak CBD ini mengurangi jumlah reseptor yang menjadi pintu COVID-19 merusak sel inang.

“Sejumlah dari mereka (CBD) mengurangi jumlah reseptor (virus) hingga 73 persen, sehingga peluang masuknya COVID-19 jauh lebih rendah,” jelas Dr Igor Kovalchuk, CEO Pathway Rx sekaligus pemimpin penelitian.

“Jika bisa mengurangi jumlah reseptor, kemungkinan untuk terinfeksi virus akan jauh lebih kecil,” lanjutnya.

BACA JUGA: Tujuh Gangguan Kesehatan yang Kerap Menjadi Momok Para Pria 

Dr Kovalchuk menjelaskan, kandungan ganja, cannabidiol i bisa menutup sebagian besar jalur masuk virus Corona untuk menginfeksi sel manusia. Menurutnya, hal ini bisa memberikan banyak kesempatan untuk melawan virus tersebut.

Penelitian yang dilakukan dengan bekerja sama dengan bekerja sama dengan perusahaan terapi ganja, Pathway Rx dan Swysh Inc. ini masih belum melewati uji klinis, sehingga mereka menganjurkan masyarakat agar tidak buru-buru mengkonsumsi ganja untuk mencegah COVID-19

Sebagai informasi sebelumnya seorang ahli kimia bahan alam Universitas Syah Kuala, Prof. Dr. Musri Musman M.Sc. Banda Aceh, Profesor Musri Musman pada bulan Maret lalu pernah menyebut  bahwa kandungan ganja yakni  CBD yang sudah disarikan menjadi minyak, berpotensi menangkal virus corona (Covid-19) di tubuh manusia.

Lantas, akankah kandungan ganja bakal mengatasi corona? Kita tunggu saja perkembangannya. (Sbg/Rig)

Comments