IlustrasiRobot Seks
(Ilustrasi Shelley Lake)

Sabigaju.com – Tak dipungkiri kalau masa pandemi corona yang terjadi aat ini seakan mempercepat hadirnya era robot di kehidupan manusia. termasuk robot seks untuk  urusan bercinta.

Bahkan belum meredanya pandemi virus corona yang melanda sejumlah negara di dunia, membuat permintaan robot seks meroket. Beberapa produsen robot seks mengaku kesulitan untuk memenuhi permintaan konsumen.

Perusahaan boneka seks, Genie yang berbasis di Florida, AS, mendapatkan peningkatan pesanan lebih dari 51 persen selama Februari dan Maret, ketika lockdown dimulai di AS dan negara-negara lain.

Hal serupa juga dialami Produsen robot seks yang berbasis di Inggris, CMG Leisure.Perusahaan tersebut sampai kekurangan tenaga karena penjualan meroket di tengah pandemi corona.

BACA JUGA: Pandemi Covid-19 Percepat Era Robot Gantikan Manusia?

Meningkatnya Hasrat Seks di Masa Karantina

Meningkatnya permintaan robot ini saat pandemi mungkin menjadi hal yang wajar. Seorang seksolog dan psikoterapis, Catriona Boffard menjelaskan alasan mengapa dalam situasi lockdown akibat pandemi corona, banyak orang yang cenderung mengalami hasrat untuk seks lebih tinggi.

“Ini tidak selalu dapat berubah menjadi keinginan yang tinggi. Tetapi ada orang-orang yang lebih menginginkan seks dan kesenangan ketika mereka cemas atau stres.

Namun, ini adalah pengecualian karena kebanyakan orang mengalami hasrat yang lebih rendah pada saat cemas dan stres meningkat,” jelasnya.

BACA JUGA: Robot Seks Bakal Hapus Peran Pria dalam Urusan Ranjang dengan Wanita?

Boffard menjelaskan beberapa orang menggunakan seks, termasuk masturbasi, foreplay, hubungan seksual, dan lainnya sebagai cara mengatasi kecemasan atau stres, mekanisme untuk rileks, dan cara untuk terhubung dengan orang lain.

Situasi pandemi saat ini memang membuat banyak orang merasa cemas sehingga meningkatkan tingkat stres mereka.

Berjuang untuk beradaptasi bekerja di rumah, rutinitas video conference yang meningkat selama pandemi, dan batas antara waktu bekerja dan istirahat membuat banyak orang merasa stres.

BACA JUGA: Robot Asmara dan Resiko Maut Digiseksual

Kontroversi Seputar Robot Seks

Para penciptanya mengklaim bahwa robot seks tidak berbahaya sama sekali. Bahkan, keberadaan robot ini disebut bisa mencegah terjadinya pelecehan seksual dengan memastikan hasrat seksual pemiliknya “terpenuhi”.

Itulah sebabnya, robot ini didesain tidak terbatas gender. Bukan hanya untuk laki-laki saja, tapi juga perempuan. Namun benarkah klaim ini sepadan dan didukung dengan bukti ilmiah?

Dalam study yang dilakukan Tim peneliti dari NHS London dan King’s College London yakni Chantal Cox-George dan Susan Bewley yang mengumpulkan database segala informasi terkait klaim benarkah robot jenis ini memiliki therapeutic effect.

Didukung dengan riset komprehensif dan diskusi bersama pakar lain, tak ada bukti bahwa sexbot berdampak pada kesehatan mental seseorang.

Namun demikian dalam kondisi tertentu, bisa saja keberadaan robot seks ini membuat seseorang asyik sendiri dan semakin menarik diri dari interaksi sosial nyata.

Mereka juga khawatir kehadiran robot jenis ini menjadi pelarian dari kehidupan nyata atau hubungan dengan orang sesungguhnya.

Di sisi lain, memiliki robot seks memberikan keuntungan salah satunya seks lebih aman, Robot seks lebih aman dari bakteri ketimbang bergonta-ganti pasangan yang rentan menjadi media penularan infeksi menular seksual. (Sbg/Rig)

Comments