Kekerasan emosional
(Foto: Survivingdivorce.co.uk)

Sabigaju.com – Dewasa ini, orang-orang mulai sadar bahwa kekerasan tak hanya dilakukan secara fisik, tapi juga mental maupun emosional. Jangan salah, kekerasan emosional juga sama membahayakannya dengan kekerasan fisik.

Kekerasan emosional memang agak sulit untuk diidentifikasi, karena bentuk kekerasannya yang tidak konkret.

Tapi, ketika kamu mengalami semacam tekanan pada kondisi psikis kamu, maka biasanya kamu mengalami kekerasan emosional ini. Kamu akan mengalami low self-esteem, rendah diri hingga menganggap diri kamu tak berguna.

Kekerasan emosional biasanya dilakukan oleh pelaku dengan cara menghina secara verbal, intimidasi, posesif, atau malah mengabaikan.

Pelaku sengaja melakukan hal itu agar korban tetap dalam kontrolnya, terdiskreditkan, terisolasi dan dipaksa diam.

BACA JUGA: Jangan Diam Saat Dirimu Jadi Korban Kekerasan Pasangan 

Lalu Apa Akibatnya?

Korban kekerasan emosional biasanya akan merasa mulai ragu dengan dirinya sendiri, merasa tak berharga.

Dia akan percaya bahwa apa yang dikatakan pelaku tentang dirinya adalah benar. Misalnya ketika pelaku memanggilnya gendut, maka ia akan percaya bahwa dirinya tak pernah bisa sehat dan ideal.

Kemudian dampak lain yang ditimbulkan bisa jadi adalah gejala psikis seperti depresi berkepanjangan, kecemasan hingga tukak lambung, jantung berdebar, gangguan makan dan insomnia.

BACA JUGA: Menyikapi Kekerasan Terhadap Pria dalam Sebuah Hubungan

How to Spot It?

Karena bentuk kekerasan emosional ini agak sulit diidentifikasi, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

Ada sederet daftar pertanyaan yang bisa kamu jawab. Jika kebanyakan dari pertanyaan ini kamu jawab dengan “ya”, maka kamu bisa jadi adalah korban kekerasan emosional.

  • Apakah kamu merasa pasangan selalu memicu amarahmu?
  • Apakah pasangan selalu bikin kamu bad mood?
  • Apakah ada waktu dimana kamu seringkali tak ingin bicara dengan pasangan atau bahkan dekat dengannya?
  • Apakah kamu merasa sering dihina?
  • Apakah pasanganmu selalu melakukan sesuatu secara berkala dengan cara yang menurutmu salah?
  • Apakah kamu merasa harus mengatakan suatu yang sama pada pasangan berulang kali?
  • Apakah pasangan selalu mengkritik agar kamu tidak menjadi orang yang lebih baik?
  • Apakah pasangan memperlakukan kamu berbeda dengan pertama kali kalian bertemu?
  • Apakah kamu sering merasa gagal sebagai pasangan atau orangtua?
  • Apakah pasangan sering berteriak kepada kamu?
  • Apakah pasangan selalu menyalahkanmu ketika ada kesalahan?
  • Apakah ada teman yang bilang bahwa pasanganmu tidak baik?
  • Apakah keluarga atau temanmu bisa terkejut jika melihat pasangan memperlakukanmu dengan demikian?
  • Apakah pasangan memanggilmu dengan sebutan yang tak layak atau menyumpahimu?
  • Apakah pasangan sering meremehkanmu di depan keluarga atau anak?
  • Apakah pasangan pernah membawa anakmu jauh sehingga mereka tak bisa melihatmu?
  • Apakah kamu selalu berpikir bahwa kamu masih harus memahami pasanganmu padahal hubungan kalian sudah berlangsung lama?

BACA JUGA: Waktunya Mengakhiri Hubungan yang Tidak Sehat 

Nah, jika jawaban di atas lebih banyak kamu jawab dengan “ya” maka kemungkinan besar kamu adalah korban kekerasan emosional.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah, kamu berkomunikasi dengan pasangan perihal ini, kemudian menceritakannya pada orang terdekat.

Jika tak ada perubahan, kamu bisa berkonsultasi pada psikolog ya.  Kamu harus keluar dan jangan menjadi korban tindak kekerasan emosional  (Sbg/Dinda)

Comments