Kalung anti Corona tengah ramai menjadi perbincangan publik dan netizen.
(Foto: Balitbang Pertanian)

Sabigaju.com – Klaim  Kementrian Pertanian ihwal Kalung Anti Corona kini tengah ramai menjadi pembicaraan publik dan netizen Tanah Air di media sosial

Bagaimanan tidak, di saat harapan masyarakat,media dan pemerintah begitu besar akan hadirnya obat untuk penanganan virus Covid-19 namun, hingga kini belum ada pihak yang berhasil menemukannya.

Apakah kalung Anti Corona benar-benar ampuh untuk mengatasi Virus Corona yang telah merengut begitu banyak korban jiwa?

BACA JUGA: Siapkan Imunitas Tubuh Menyongsong Era New Normal 

Bikin Kontroversi 

Rencana Kementerian Pertanian memproduksi massal kalung Anti Corona  eucalyptus yang diklaim antivirus corona mengundang berbagai respons.

Sebagaimana diketahui tanaman eucalyptus selama ini dikenal digunakan untuk membuat minyak kayu putih.

Beberapa dokter dan peneliti bahkan menganggap ini hanya sebagai sebuah seremonial yang tidak berdampak pada kesembuhan pasien.

Selain itu Kementan juga tidak gamblang meyebut, sejak kapan tepatnya tes dilakukan pada manusia sehingga Kementan mengklaim kalung tersebut bisa menghilangkan virus, diantaranya COVID-19 ?

Meski eucalyptus diketahui memiliki potensi antivirus,namun riset yang dilakukan Kementan baru sebataas dalam bentuk spray dan filter. Itu pun baru pada jenis virus terbatas yang sudah umum, bukan Covid-19.

Tentunya produksi produk eucalyptus yang ditujukan untuk mencegah virus corona bisa dibilang terlalu dipaksakan dan berpotensi menimbulkan salah persepsi.

Pasalnya, selain dianggap tidak memiliki dasar ilmiah, kalung itu juga dikhawatirkan akan membuat rasa aman palsu yang mengendurkan pencegahan.

Dan Jika dipandang dari sudut rasional. Ini kalung anti-virus atau jimat? Sebab Kalung yang disimpan di leher demi menangkal virus corona juga disamakan sebagian masyarakat dengan jimat yang biasa didapatkan dari “orang pintar”.

BACA JUGA: New Normal Semoga Nggak Gagal Di Negeri Ini

Perlu Kajian Mendalam

Jika Kementrian pertanian bersikukuh untuk memproduksi kalung Anti Corona, maka yang harus dilakukan adalah pembuktian dari hasil uji klinis pada manusia dengan data yang komprehensif.

Ini penting agar  rencana produksi massal kalung tersebut tidak  mubazir dan menghambur-hamburkan dana penanganan  Covid-19 di negeri ini.

Jangan sampai, penggunaan kalung anti corona tersebut  justru membuat orang-orang lalai menerapkan protokol kesehatan sebagai akibat dari pemikiran yang salah kaprah.

Dan ada baiknya kalau mulai dari sekarang kita tidak lagi menyebut  kalung  itu  sebagai kalung anti corona. Cukup disebut dengan kalung kayu putih atau kalung eucalyptus.

Sebab ,urusan penanganan wabah COVID-19 itu  harus serius dan tidak boleh main-main apalagi lewat seuntai kalung yang belum diuji secara menyeluruh. (Sbg/Rig)

Comments