Beranda Entertainment MUSIK Kala Yon Koeswoyo dan Koes Bersaudara Dibui Bung Karno

Kala Yon Koeswoyo dan Koes Bersaudara Dibui Bung Karno

4 menit baca
0
1
88
Para personel Koe Bersaudara saat tampil dalam video Hidup dibui (YouTube)
Para personel Koes Bersaudara saat tampil dalam video hidup dibui (YouTube)

Sabigaju.com – Tak Banyak yang tahu bila Yon Koeswoyo beserta para personel Koes Bersaudara pernah merasakan dinginnya lantai penjara di era Presiden Soekarno.

Hal itu mereka rasakan lantaran pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, musik yang bernuansa Barat dan cengeng dilarang beredar di Indonesia. Hal itu dituangkan Bung Karno menerbitkan Penetapan Presiden Nomor 11/1963 yang melarang musik-musik cengeng atau berbau Barat dinyanyikan.

Yup, Bung Karno tidak suka dengan segala bentuk baru dari imperialsime, kolonialisme dan kapitalisme. Ia beranggapan  lagu-lagu barat seperti karya The Beatles dan Elvis Presley dianggap tidak menunjukkan karakter budaya Indonesia, mengajarkan hura-hura, dan kontra-revolusi.

Presiden Soekarno bahkan menegaskan kebencianya terhadap band Koes Bersaudara, saat berpidato pada 17 Agustus 1965 di depan Corps Gerakan Mahasiswa Indonesia.

“Jangan seperti kawan-kawanmu, Koes Bersaudara. Masih banyak lagu-lagu Indonesia kenapa mesti Elvis-elvisan?” ujar Bung Karno dengan nada lantang dalam pidatonya.

Koes Bersaudara Tetap Berkesenian di Dalam Penjara

Namun, larangan itu tak berhasil membelenggu kreativitas musisi Tanah Air. Bahkan, Koes Bersaudara yang beranggotakan Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo, Tonny Koeswoyo dan Nomo Koeswoyo, tetap berani membawakan musik rock n’ roll yang kental nuansa Barat.

Akibanya, pada 29 Juni 1965, Koes Bersaudara sempat dipenjara tanpa proses proses pengadilan. Empat bersaudara itu mendekam di Penjara Glodok, Jakarta Pusat.

Para personel Koes Bersaudara selama 3 bulan mendekam di sel nomor 15 penjara Glodok, Jakarta. Mereka ditempatkan bersama tiga tahanan lain di ruangan seukuran 2 x 2 meter.

Selama di bui, Tonny berhasil menciptakan beberapa lagu, baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Sebut saja Balada Kamar Lima Belas, To the so Called the Guilties, Jadikan Aku Dombamu dan Di dalam Bui.

Setelah tiga bulan berlalu, tanpa alasan yang jelas, mereka dibebaskan begitu saja pada 29 September 1965.

Kembali Kritik Soekarno?

Di tahun 1967, Koes Bersaudara berpindah label dari Irama ke Dimita Moulding Company milik pengusaha Dick Tamimi. Di label inilah kemudian muncul album yang fenomenal dari Koes Bersaudara bertajuk “To The So Called Guilties” dengan kover berlatar hitam dan wajah Koes Bersaudara berbentuk siluet.

Di album ini Tonny Koeswoyo mulai menyanyi secara solo. Suaranya parau seolah memendam amarah dari dada yang menyesakkan.

Saat Tony menembangkan lagu “Poor Clown” yang ditulis dalam bahasa Inggeris begitu banyak anggapan dan pandangan yang menilai bahwa lagu tersebut adalah lagu kritik terhadap Presiden Soekarno.

Lirik lagu ini seperti menyindir Presiden Soekarno dan kabinet pemerintahannya saat itu.

Before your mind has glued you down
For she shall take and move your hand
To hide your word word word word
Until your kingdom comes to end. Oh my poor clown.

Namun, dalam pengakuan Yon, Dirinya dan para personel Koes bersaudara tetap menghormati dan mengagumi Bung Karno. Tak ada kebencian yang tertanam dalam diri mereka terhadap presiden pertama Republik Indonesia tersebut. (Sbg/Rig)

Comments
Tampilkan Lebih Banyak Artikel Terkait
Tampilkan Lebih Banyak rigo
Tampilkan Lebih Banyak Dalam MUSIK
Komentar ditutup

Lihat juga

Twitter Trending Topic: Bangtan Sonyeondan Jadi Trending Topik Dunia

Sabigaju.com – Grup vokal Bangtan Sonyeondan alias BTS menjadi satu-satunya artis as…