Jakarta akan aman dari sampah. Tentu jika semua warganya punya ide serupa dengan tim dari Kabau Artshades ini. Mereka berhasil menyulap limbah kayu bekas papan skateboard, menjadi sebuah kacamata unik yang trendi.

Sampah merupakan masalah umum bagi semua kota di dunia, tak terkecuali di DKI Jakarta. Jakarta sendiri tercatat merupakan salah satu kota besar yang mengalami masalah peningkatan volume sampah. 

Menurut staf khusus Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nova Harivan Paloh, pada tahun 2017 Jakarta merupakan kota dengan volume sampah sebesar 6.500-7.000 ton per hari. Volume tersebut tergolong sangat tinggi jika dibandingkan dengan kota-kota besar di Eropa yang hanya menghasilkan sampah 1.500-2.000 ton per hari.

Padahal, pemanfaatan TPA Bantar Gebang memiliki keterbatasan hanya hingga 2027. Dengan demikian, sampah harus bermanfaat secara ekonomis bagi masyarakat. Nah, salah satu yang Kabau lakukan ini bisa jadi inspirasi, Sobat Sabi! 

Kabau bisa jadi inspirasi pengolahan limbah yang menghasilkan barang bernilai ekonomi tinggi. (Instagram Kabau)
Kabau Artshades Manfaatkan Limbah Kayu Skateboard Menjadi Frame Kacamata Unik

Pemanfaatan limbah menjadi bahan seni bernilai tinggi tentu saja adalah salah satu upaya yang patut diacungi jempol dalam rangka mengurangi jumlah sampah. Belum lagi ketika hal tersebut digabungi dengan kreativitas tinggi hingga menghasilkan karya yang unik, seperti yang dilakukan tim Kabau berikut ini.

Berangkat dari ide tiga sekawan, Bonny Andrew (Andro) beserta kedua rekannya, Reynanto Akhmad Aditya (Dito) dan Sofian Arjanggi (Sofian). Mereka mulai memproduksi kacamata kayu dengan bahan dasar bekas papan skateboard yang rusak pada tahun 2011. Saat itu, Dito dan Sofian tengah mengunjungi skate park di Jakarta. Mereka melihat banyak papan skate yang patah dibuang oleh pemiliknya. Hal ini kemudian ditilik menjadi peluang bisnis dalam terciptanya kacamata kayu unik bernilai ekonomi tinggi.

Nama Kabau Artshades kemudiantercipta. Kabau berasal dari nama Minang karena ketiganya berdarah Minang sedangkan Artshades berarti barang bernilai seni. Berbekal ilmu saat bekerja sebagai desainer produk dan desainer grafis, mereka akhirnya memutuskan untuk membuat usaha sendiri. Papan skateboard memiliki lapisan kayu dan warna yang berbeda-beda dibandingkan dengan kayu biasa yang memiliki motif saja tanpa warna. Hal itu yang menjadi keunikan dan nilai tambah tersendiri bagi produk Kabau.

Kacamata unik yang diproduksi Kabau. (Instagram Kabau)

Proses pembuatan kacamata Kabau cukup eksklusif karena tidak menggunakan mesin laser, dikerjakan secara handmade dengan mengandalkan ketelitian dan kontrol tangan. Setiap kacamata disesuaikan dengan keinginan pembeli. Proses pembuatan kacamata sendiri dimulai dari desain sketsa dengan digital, templating, pemotongan dan pengamplasan, shaping layer per layer membentuk lekuk yang terdapat pada kacamata, coating, finishing. Selain kacamata yang menjadi produk andalan Kabau adalah cincin, gelang, dan aksesoris lainnya dari sisa hasil potongan dan juga mendaur ulang kembali serbuk kayu.

Menggunakan Bahan Lokal

Andro menerangkan bahwa bahan yang digunakan oleh semua produk Kabau asli lokal. Hanya papan skate yang kayunya berasal dari Kanada. Namun Andro menilai bahan baku lokal tidak kalah bersaing dengan bahan baku luar Indonesia.

Kacamata dari Kabau Artshades ini memiliki keunggulan, yakni kayu papan skate yang berlayer, frame yang unik, warna yang khas serta bahan pelengkap lain seperti jeans dan kulit untuk meningkatkan tampilan dari segi estetis. (sbg/Vania)

Comments