kabar baik ditengah Pandemi COVID-19
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Hingga kini wabah virus corona masih menjadi perbincangan yang tidak ada habisnya di media sosial hingga aplikasi pesan WhatsApp.

Mulai dari Jumlah korban yang meninggal, penyebaran virus yang semakin meluas, dan angka infeksi yang terus melonjak.

Namun, dibalik itu semua ada sejumlah kabar baik dari beberapa penjuru dunia yang memberikan secercah harapan bagi manusia di tengah-tengah pandemi ini.

BACA JUGA: Tips Tetap Waras di Tengah Pandemi COVID-19 

1. Banyak yang Sembuh

Kabar baik pertama datang dari Negeri China  yang merupakan tempat  awal mula penyebaran virus corona pertama kali, yakni  Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Kendati menjadi pusat wabah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, dari sekitar 80.000 kasus terinfeksi virus corona di China per Jumat (20/3/2020), sebanyak 70 persen lebih pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit.

Kini sebuah tim dari Johns Hopkins University, AS bersama banyak peneliti lain sedang mempelajari apakah antibodi dari pasien yang pulih/sembuh dari virus corona dapat membantu melindungi orang-orang yang berisiko/rentan terinfeksi virus corona.

Dalam sebuah makalah baru, para ahli penyakit menular menjelaskan bagaimana antibodi virus, yang terkandung dalam serum darah pasien yang sudah pulih dari coronavirus baru, kemudian dapat disuntikkan ke orang lain, menawarkan mereka perlindungan jangka pendek.

Inovasi untuk Menemukan Obat

Hingga hari ini belum ada vaksin untuk melawan virus corona. Namun demikian, banyak pihak yang sedang mengembangkan vaksin virus corona.

Para ilmuwan terkemuka dunia berlomba untuk memproduksi vaksin pertama untuk virus corona baru.

Data WHO menyebutkan sudah 20 vaksin yang berbeda untuk COVID-19 yang sedang dikembangkan para peneliti global.

2. Polusi Berkurang

Kabar baik Berikutnya datang dri Marshall Burke, peneliti dari Stanford University, AS,  yang menyatakan bahwa selama wabah corona merebak, terjadi  penurunan polusi udara di Tiongkok diyakini telah menyelamatkan ribuan orang dari kematian akibat udara beracun.

Burke mengatakan, ada hubungan nyata antara kualitas udara yang buruk dan kematian dini, terkait menghirup udara beracun.

“Dengan mengingat hal ini, pertanyaan wajar -jika memang aneh- adalah apakah nyawa yang diselamatkan dari pengurangan polusi yang disebabkan gangguan ekonomi dari COVID-19 melebihi jumlah kematian akibat virus itu sendiri,” katanya.

Menurutnya, hanya dalam dua bulan, penurunan tingkat polusi di Tiongkok telah menyelamatkan nyawa 4.000 balita, dan 73 ribu manula [di atas 70 tahun].

Penurunan polusi juga terjadi di berbagai kota padat di berbagai belahan dunia seperti di London maupun New York.

3. Kehangatan Keluarga

Selain itu kabar baik juga terlihat di banyak keluarga yang memilih berkumpul dan berdiam dengan keluarga inti alias orang yang terdekat adalah yang tinggal serumah. Mengikuti anjuran agar bekerja dari rumah ataupun belajar di rumah.

Pemandangan para Ayah dan Ibu bermain dengan anak dirumah begitu banyak ditemui selama diberlakukannya aturan social distancing maupun physical Distancing.

Rumah tidak lagi menjadi tempat persinggahan untuk tidur semata.

BACA JUGA: Gaes, Hindari Sederet Perilaku Covidiot Berikut InI

4. Masyarakat jadi Rajin Mencuci Tangan dengan Benar

Kabar baik selanjutnya juga terlihat  lewat perubahan besar-besaran masyarakat yang kini mulai  rajin mencuci tangan sebagai upaya terhindar dari infeksi virus corona

Masyarakat kini mulai belajar cara mencuci tangan yang efektif membunuh virus dan bakteri penyebab penyakit lainnya.

Padahal sebelum merebaknya corona, tak banyak yang melakukan bahkan tahu bagaimana cara mencuci tangan dengan benar.

5. Masyarakat Giat Berolahraga

Anjuran physical distancing dengan menahan diri di rumah membuat orang-orang mencari kegiatan positif yang bisa dilakukan di rumah, salah satunya berolahraga.

Sudah banyak olahraga yang bisa dilakukan di rumah untuk meningkatkan imun tubuh dengan melakukannya selama 30 menit.

Olahraga seperti berjalan-jalan di dalam rumah, push up, squat jump, atau senam sudah cukup baik dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Ini adalah kabar baik lain yang datang ditengah pandemi COVID-19.

BACA JUGA: Stay Safe! Jauhi Kuliner Manis di Masa Pandemi COVID-19

6. Sadar Pentingnya Makan Bergizi

Kabar baik yang juga membawa kegembiraan adalah Kini masyarakat  menjadi lebih hati-hati dalam memilih makanan, dan berusaha menghindari makanan yang tidak terjaga kebersihannya. Bahkan saat membeli makanan pun menjadi lebih hati-hati

Selain itu masyarakat banyak yang sadar kalau makanan yang sehat dan bergizi juga mampu menguatkan imun tubuh guna mencegah serangan penyakit.

Lantas apa kabar baik darimu dibalik pandemi COVID-19 ini?

Comments