Babak perempat final Liga Champions pada Rabu ( 4/4) dinihari WIB akan mempertemukan Juventus menghadapi Real Madrid yang berlangsung Allianz Stadium, Turin, Italia. (Foto Instagram)
Babak perempat final Liga Champions pada Rabu ( 4/4) dinihari WIB akan mempertemukan Juventus menghadapi Real Madrid yang berlangsung Allianz Stadium, Turin, Italia. (Foto Instagram)

Sabigaju.com – Sejak ajang Piala Champions hingga berganti nama menjadi Liga Champions pada musim 1992/1993, baik Juventus maupun Real Madrid sudah saling bertanding sebanyak 19 kali di Madrid menang sembilan kali dan dua kali imbang. Sementara Juve meraih delapan kemenangan.

Kini Juve kembali dipertemukan dengan Madrid di babak perempatfinal Liga Champions. Juve akan lebih dulu menjadi tuan rumah di leg pertama, Rabu (4/4) dini hari WIB.

Laga ini akan menjadi laga ulang final Liga Champions musim lalu. Ketika itu, Madrid keluar sebagai juara setelah mengalahkan Juve dengan skor cukup telak, 4-1 di Cardiff.

Bukan Partai Balas dendam Juventus

Namun demikian , bek Juve Giorgio Chiellini menekankan bahwa motivasi timnya dalam menghadapi Madrid kali ini bukanlah balas dendam. Meski demikian, ia tetap yakin Juve bisa mengalahkan Madrid.

“Tidak ada balas dendam, kami punya memori positif dan negatif melawan siapa saja,” Chiellini mengatakan dalam konferensi pers seperti dikutip situs Football Italia.

“Jika Anda ingin ke Liga Champions, Anda harus bermain melawan klub-klub besar, kami juga punya memori-memori bagus, selain Cardiff,” tegasnya.

“Bermain melawan yang terbaik selalu jadi dorongan besar. Ada respek dan harga diri, tapi bukan berarti kami tidak bisa mengalahkan mereka.” tambah Chiellini

“Ada respek untuk setiap tim dan ketika Anda menghadapi sebuah tim yang benar-benar Anda hormati, akan makin bagus kalau bisa mengalahkan mereka,”  pungkas Giorgio Chiellini.

Buffon Angkat Bicara

Kiper Juventus Gianluigi Buffon meyakini timnya tak hanya harus main bagus untuk mengalahkan Real Madrid. Juve juga butuh naungan dewi fortuna.

Menghadapi duel kali ini, Buffon menyebut Juve tak sekadar harus main bagus jika ingin mengalahkan Madrid. Berkaca pada pengalaman, Juve juga disebut butuh keberuntungan.

“Juve harus bermain seperti yang kami tahu. Kami tidak perlu melakukan yang lainnya. Itu juga berarti kami butuh sedikit keberuntungan di momen-momen tertentu,” Buffon mengatakan seperti dikutip situs resmi UEFA.

“Orang-orang lupa soal hal-hal seperti ini ketika pertandingan usai dan mereka melihat hasilnya. Saya ingat tiga tahun lalu, ketika kami menjamu Madrid di Turin, salah satu momen yang paling penting dan mengubah laga adalah ketika upaya Madrid kena mistar dari sebuah kemelut di kotak penalti.”

“Kalau itu masuk, mereka akan unggul 2-1, dan sebaliknya laga itu berakhir 2-1 untuk kemenangan kami,” Buffon melanjutkan.

“Saya tahu persis bagaimana rasanya lolos atau tersingkir karena beberapa detail kecil. Saya harap Juventus akan melakukan hal-hal kecil dengan baik dan juga mendapat sedikit keberuntungan,” Papar Buffon.

Ronaldo Mimpi Buruk Buat Buffon?

Dalam duel Juventus kontra Real Madrid,  tuan rumah, Bianconeri tentu lebih diunggulkan mengingat mereka bermain di depan publik sendiri.

Belum lagi Madrid tak lagi tangguh seperti musim lalu saat mereka menjuarai La Liga dan mengalahkan Juve 4-1 di final Liga Champions.

Musim ini Madrid  bisa dibilang terseok-seok langkahnya di liga dan sudah dipastikan kehilangan mahkota juaranya.

Tapi bicara Madrid di Liga Champions adalah hal berbeda. Laju mereka sejauh ini terbilang impresif. Salah satu alasannya adalah ketajaman Ronaldo di lini serang.

Sejauh ini Ronaldo sudah bikin 12 gol yang hebatnya catatan gol itu tak putus sejak matchday pertama di fase grup. Performa itulah yang harus diwaspadai Juve terutama Buffon di bawah mistar.

Yup, Gianluigi Buffon yang harus bertemu lagi dengan mimpi buruknya: Cristiano Ronaldo. Lantas mampukah si Nyonya Tua mengatasi pasukan Los Biancos dini hari nanti? (Sbg/Rig)

Comments