Apakah membuka bisnis baru baik saat resesi ekonomi terjadi?
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Pandemi virus Covid-19 seakan membangkitkan “hantu” resesi perekonomian dunia, tak terkecuali Indonesia.

Resesi adalah keadaan di mana pertumbuhan ekonomi suatu negara tumbuh negatif dalam dua kuartal atau lebih secara berturut-turut. Artinya, jika ekonomi kuartal II dan III 2020 tumbuh minus, dipastikan Indonesia masuk ke dalam jurang resesi.

Resesi sebetulnya bukan barang asing bagi Indonesia, selama dua dekade terakhir, Indonesia tercatat telah dihantam dua kali resesi, yakni pada 1998 dan 2008.

Lantas apakah saat ini adalah waktu yang tepat untuk membuka ataupun menjalankan bisnis baru?

BACA JUGA: Peluang Sumber Pendapatan Baru di Tengah Pandemi Corona 

Necessity Entrepreneurship

Sejarah menunjukan sejumlah perusahaan yang sukses dapat muncul dari masa sulit. Kita Bisa lihat misalnya restoran Burger King yang membuka restoran makanan cepat saji pertamanya pada tahun 1953.

Saat itu Amerika Serikat sedng dilanda resesi. Atau CNN yng memulai siaran berita pada tahun 1980, kala itu inflasi AS mencapai hampir 15%.

Dan contoh lain adalah kala Uber serta Airbnb memulai bisnis selama krisis keuangan global 2007-2009.

Muncul pertanyaan Mungkinkah ada perusahaan rintisan yang menjanjikan dari kelas wirausaha tahun 2020 yang kemudian menjadi perusahaan besar?

Yang jelas sepanjang pandemi corona berlangsung ada banyak bisnis baru yang didirikan. Di AS, 67.160 aplikasi diajukan untuk mendirikan perusahaan baru pada pekan terakhir bulan Mei lalu.

Robert Fairlie, seorang profesor ekonomi di University of California Santa Cruz, mengatakan kenaikan tersebut karena lebih banyak orang memulai bisnis ketika perekrutan menjadi semakin langka.

Dia menyebut ini “necessity entrepreneurship,” kondisi di mana orang-orang beralih menjadi wirausaha untuk bertahan hidup.

Tetapi beberapa wirausahawan mungkin telah memiliki ide bisnis terpikirkan sejak beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Berbagai Peluang Datangkan Cuan di Tengah Pandemi Corona 

Adakah Peluang Baru?

Suramnya virus corona justru menghadirkan peluang bisnis yang juga memungkinkan mereka untuk melakukan sedikit upaya demi membantu mengalahkan pandemi.

Ini terlihat pada bisnis produksi alat pelindung diri sepeti hazmat suit dan masker, dalam beberapa bulan terakhir sejumlah perusahaan baru berupaya untuk mengisi kekurangan pasokan.

Industri lain yang telah melihat peningkatan besar sebagai akibat dari virus corona dan menawarkan peluang bagi para pemula, termasuk jasa perbaikan rumah dan sektor pengiriman.

Bagi siapa pun yang berpikir untuk membangun bisnis mereka sendiri, Markus Berger de Leon, seorang mitra di konsultan manajemen McKinsey, mengatakan mereka perlu berpikir panjang dan keras sebelum terjun.

“Para pemula yang selamat dari resesi adalah mereka yang belajar paling cepat,” katanya

Nah ada beberapa sektor bisnis yang diprediksi akan bertahan ataupun berkembang pada saat wabah Covid-19 ini menghantam perekonomian dunia dengan sangat keras.

1. Jasa Layanan Renovasi Rumah

Pada saat resesi, umumnya orang tidak akan membeli ruma lantaran harganya makin mahal. Mereka cenderung melakukan perawatan dan merenovasinya. Saat itu jasa potong rumput dan bangun rumah.

2. Perbaikan dan Perawatan Otomotif

Selama masa resesi, biasanya pasar otomotif sangat lesu, meskipun mereka tetap membutuhkan bidang itu. Jadi orang lebih suka merawat dan melakukan perbaikan mobil atau kendaraan milik mereka.

3. Penitipan Anak

Saat resesi ekonomi pastinya keuangan sulit, banyak pasangan suami istri yang memutuskan untuk bekerja.

Pada saat itu tempat penitipan anak menjadi solusi paling tepat bagi mereka untuk menitipkan anak mereka selagi bekerja.

4. Jasa Layanan Makanan Cepat Saji

Percaya atau tidak, selama masa sulit, orang tidak lagi memikirkan makanan sehat atau diet sebab  harganya lebih mahal.

Maka makanan siap sajipun jadi pilihan dan hal itu  tidak masalah

Banyak   restoran makanaan siap saji yang  mendapat peningkatan penjualan tahunan selama resesi.

5. Pendidikan

Selama resesi, pekerjaan hilang, tetapi kebutuhan orang terhadap pendidikan justru meningkat. Hal ini membuat sejumlah perusahan layanan pendidikan memperoleh peningkatan pengguna jasa yang tumbuh secara signifikan.

BACA JUGA: Menunda Kehamilan Pasangan dan Potensi Babby Boomers

6. Bisnis Statis

Bisnis statis adalah bisnis yang tidak mengalami peningkatan atau penurunan selama resesi. Orang tetap menggunakan produk bisnis ini meski harga naik.

Produk dan layanan dari bisnis ini, diantaranya obat-obatan, perawatan kesehatan, pajak, rumah duka dan pemakaman, pengumpulan dan pembuangan limbah, Penyediaan air, dan masih banyak lagi.

7. Kontrasepsi

Produk kontrasepsi sanagat dibutuhkan dan begitu  dinikmati oleh mereka yang ingin bercinta dengan pasangan di maa pandemi.

Namun, karena mereka tidak ingin merencanakan kehamilan, oleh karena itu banyak yang mencari alat kontrasepsi.

Kamu sendiri apakah akan memulai  bisnis baru jika terjadi resesi ekonomi di Tanah Air? (Sbg/Rig)

Comments