Sabigaju.com – Semua wanita pasti akrab dengan keputihan. Meski seringkali dianggap mengganggu, sebenarnya sampai pada batas tertentu, hal ini merupakan aktivitas baik pada tubuh wanita.

Keputihan adalah sebuah kondisi alami yang berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina dari iritasi serta infeksi. Ini bisa dialami wanita di berbagai kondisi, termasuk pada ibu hamil. Lendir-lendir yang keluar dari vagina saat mengalami keputihan tersebut merupakan hasil produksi kelenjar dalam vagina dan leher rahim, yang berfungsi membawa sel-sel mati serta bakteri dari dalam sehingga vagina tetap bersih.

Dalam kondisi normal, lendir yang keluar akan berwarna putih dan tidak berbau. Keluarnya lendir tersebut juga tidak disertai gatal-gatal atau perih di vagina. Namun, bila keputihan yang Anda alami sebaliknya, bisa jadi itu merupakan pertanda sesuatu yang  tidak baik terjadi pada daerah kewanitaan Anda.

Berikut jenis-jenis keputihan yang bisa dianggap abnormal:

1. Lendir berwarna cokelat atau mengandung darah

Ada dua kemungkinan lendir berwarna cokelat seperti ini, pertama karena siklus menstruasi yang tidak teratur, kedua karena ada indikasi kanker serviks atau kanker rahim.

2. Disertai nyeri atau perdarahan

Nyeri yang muncul saat buang air kecil serta adanya perdarahan di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seks bisa jadi merupakan indikasi dari penyakit menular seksual; gonore atau klamidia.

 3. Warna lendir hijau, kuning, atau berbuih

Kondisi yang demikian biasanya disebabkan trikomoniasis, yakni penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis. Dalam kondisi ini lendir yang keluar berjumlah banyak, berbau amis, menyebabkan perih saat buang air kecil, juga pembengkakan dan serta gatal-gatal di sekitar vagina.

4. Disertai luka melepuh di area genital

Penyebab dari kondisi abnormal ini biasanya adalah virus herpes. Penyembuhannya dilakukan dengan mengonsumsi antivirus.

5. Lendir kental putih namun disertai gatal

Lendir putih memang merupakan warna normal, namun jika disertai gatal kemungkinan itu adalah infeksi jamur pada vagina.

6. Lendir encer berwarna putih atau abu-abu, dan berbau amis

Meski termasuk tidak normal, namun kondisi ini masih bisa dikatakan tidak berbahaya. Penyebabnya adalah perubahan keseimbangan jumlah bakteri pada vagina, sehingga terjadi satu kondisi yang disebut vaginosis bakterialis.

Kondisi-kondisi keputihan yang tidak normal seperti enam jenis yang disebutkan di atas harus diatasi sesuai dengan penyebabnya. Jika Anda mengalaminya, Anda harus benar-benar memastikan dahulu apa yang terjadi pada daerah kewanitaan Anda agar obat yang digunakan sesuai, sebab ketidaksesuaian penanganan bisa memperparah kondisi keputihan.

Jadi jika Anda mengalami salah satu keluhan keputihan di atas, sebaiknya periksakan kepada dokter kandungan untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat. Jika keputihan disebabkan oleh penyakit penular seksual, ajak pasangan Anda untuk berobat bersama. (Sbg/Ftr)

Comments