Resign dari kantor
Banyak faktor yang membuat seseorang ingin resign dari kantor. Namun, pertimbangkan dulu sejenak sebelum kamu mengambil keputusan tersebut, Sob. (Foto: Hunters Race/Unsplash)

Sabigaju.com – Kamu mungkin sedang jengah-jengahnya dengan situasi di kantor. Pekerjaan menumpuk, gaji kecil, teman sekantor yang super menyebalkan, belum lagi bos yang galak. Ini sebabnya, kamu mulai berpikir untuk resign dari kantor.

Tapi, kamu mulai bingung, apakah resign adalah pilihan terbaik? Apakah setelah resign hal-hal seperti yang telah disebutkan di atas takkan terulang?

Kebimbangan kamu enggak bisa dibiarkan berlarut-larut terlalu lama, Sob! Biar lebih clear, coba jawab dulu empat pertanyaan di bawah ini.

1. Apakah semuanya sudah dipersiapkan?

Bukan cuma mental, tapi juga materil. Kamu harus mulai memikirkan pekerjaan selanjutnya. Apakah kamu sudah dapat pekerjaan baru? Atau jika mau berbisnis, apakah semua sudah dipersiapkan?

Persiapan semacam ini tentu harus dilakukan sebaik mungkin. Kalau memang belum dapat pekerjaan baru, siapkan tabungan minimal untuk tiga bulan ke depan. Jangan sampai kamu menganggur terlalu lama tapi tak punya tabungan sama sekali. Apalagi kalau punya cicilan dan tanggungan yang harus dibayar. Repot, kan?

2. Apakah waktunya tepat?

Ini sih pandai-pandainya kamu aja mengatur timing. Misal, dua bulan lagi kamu akan dapat THR atau bonus tahunan. Jangan cuma karena sudah jenuh, kamu lewatkan kesempatan semacam ini. Sayang banget!

Atau misal, ada isu berhembus kamu akan dipromosikan sebagai manajer. Coba tunggu dulu beberapa saat. Jangan resign hanya karena egomu. So stay cool!

BACA JUGA: Survey: 75 Persen Generasi Millennials Tak Loyal dengan Kantornya

3. Apa sebabnya kamu mau resign?

Coba dipikirkan lagi, apa sebabnya kamu ingin resign? Apakah karena ingin cari pengalaman baru semata? Atau karena kesal dengan bos atau rekan? Atau gaji kecil? Hanya kamu yang bisa menjawab hal ini.

Baik memang jika kamu ingin ada pengalaman baru. Tapi harus hati-hati. Jika baru setahun kamu bekerja tapi sudah mencari pengalaman lain, perusahaan akan menilai bahwa kamu orang yang tak cukup loyal.

Jika memang ini adalah perkara bos menyebalkan atau rekan kerja yang super resek, coba pikirkan, bukan enggak mungkin kan di kantor baru pun hal semacam ini bisa ada?

4. Apakah keputusan ini relevan dengan goal-mu?

Kamu boleh resign jika karirmu selanjutnya sesuai dengan capaian yang sudah kamu tuju. Jika memang jenjang karir lebih baik, atau bisnis yang kamu hendak rintis punya peluang besar, maka inilah yang patut kamu perjuangkan!

Bagaimana? Punya jawaban oke untuk pertanyaan-pertanyaan di atas? Kalau ya, kamu memang perlu resign dan gapai tujuan kamu sesegera mungkin. So, good luck Sob! (Sbg/Dinda)

Comments