Sexting bisa mengakibatkan kecanduan
(Foto: udgtv.com)

Sabigaju.com – Dalam beberapa kasus, sexting memang diperlukan untuk para pasangan, apalagi pasangan jarak jauh. Sexting bisa jadi obat rindu bagi mereka yang dipisahkan jarak. Atau, bisa jadi bumbu manis hubungan agar aktivitas seksual semakin variatif.

Aktivitas sexting,sendiri merupakan  tindakan mengirim materi seksual secara eksplisit melalui pesan teks, gambar atau video. Tentu saja sexting akan positif bila dilakukan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak dan dilakukan dengan sewajarnya.

Tapi, hal ini ternyata juga bisa bersifat destruktif apabila mengganggu kehidupan pelakunya. Kecanduan ini bisa sama merusaknya dengan kecanduan lain.

BACA JUGA: Siapa yang Lebih Senang Berkirim Pesan Erotis, Pria atau Wanita?

Sexting dan Kecanduan Seks

Seiring dengan kemajuan teknologi, kecanduan mengirim materi seksual bisa terus meluas karena masyarakat merasa lebih “difasilitasi”.

Faktanya, beberapa ahli memperkirakan bahwa kecanduan ponografi online adalah subtipe dari kecanduan internet.

Sedangkan sexting, ini adalah gejala atau manifestasi dari kecanduan seksual. Karena merupakan kecanduan atau bersifat adiktif, maka sexting bisa merusak kehidupan sebagian orang.

BACA JUGA: Waspada Kode Emoji Berbau Seks Agar Tak salah Kirim 

Bahkan bagi sebagian orang lainnya, kecanduan ini bisa berlanjut pada obsesi yang sangat besar terhadap pornografi, hubungan seksual dengan pekerja seks, perselingkuhan dan lain sebagainya.

Mirip dengan kecanduan lainnya, kecanduan ini bisa bersifat progresif. Mereka yang kecanduan akan menghabiskan banyak waktu dan energi untuk melakukan hal yang bisa memenuhi rasa candunya.

Selain itu, penderita juga akan mencari aktivitas yang lebih intens seiring dengan berkembangnya kecanduan tersebut. Ini agar mereka bisa mencapai kesenangan yang sama seperti yang mereka pernah dapatkan dari aktivitas yang lebih ringan di awal.

BACA JUGA: Penggunaan Emoji Bikin Seseorang Lebih Sering Berhubungan Seks

Siapa yang berisiko kecanduan sexting?

Semua orang bisa berisiko. Tapi, orang yang mengalami rendah diri, citra tubuh yang menyimpang, disfungsi seksual yang tidak diobati dan jenis kecanduan lainnya bisa lebih berisiko.

Aktivitas engirim materi seksual via gadget biasanya dilakukan dengan sengaja. Namun yang perlu diperhatikan dampak buruknya adalah ketika pesan ini bisa disebar luas oleh penerima. Ini bisa jadi ancaman bagi kamu, ya!

Kemudian, ada kasus di mana kamu merasa terpaksa mengirim gambar atau video seksual kamu. Atau ketika kamu merasa tidak mau menerima gambar atau video seksual, tapi mereka sudah mengirimkannya tanpa mendapat izin dari kamu. Ini bisa termasuk dalam kategori pelanggaran seksual.

Karena hal ini fenomena baru, maka belum banyak penelitian terkait tindakan mengirim materi seksual secara eksplisit melalui pesan teks, gambar atau video ini. Namun, banyak orang melaporkan bahwa mereka menemukan masalah ketika melakukannya.

Ketika kamu merasa sudah kecanduan sexting, kamu bisa berkonsultasi pada yang ahli ya. Jangan biarkan sexting merusak kehidupan kamu. (sbg/Dinda)

Comments