Perempuan
Sumber Foto: peacefulwife.com)

Sabigaju.com – Apa yang kamu pikirkan ketika kamu melihat ada seorang perempuan berpakaian sangat minim, bertubuh montok, dan berlalu-lalang di jalanan?

No, we aren’t judging you. Rata-rata dari pria berpikiran mesum ketika melihat perempuan dengan pakaian serupa.

Jika tidak berakhir pada perkosaan, minimal ada candaan seksis di antara para pria yang melihatnya.

BACA JUGA: Cowok Sejati itu Tidak Memerkosa Perempuan! 

Nafsu yang Harus Dikendalikan

Belakangan, ada kabar berita perkosaan yang dilakukan seorang pria yang korbannya adalah seorang ibu.

Pelaku mengaku nafsu karena ketika itu melihat korban sedang menyusui anaknya. Dengan sebilah pisau untuk mengancam, korban diperkosa, di depan anaknya.

Ada lagi kabar miris. Siswi SMK berjilbab diperkosa oleh tujuh pemuda. Ia diperkosa secara bergilir. Korban juga diperkosa di hadapan temannya.

BACA JUGA: Alasan Mengapa Pria Juga Butuh Feminisme 

Kalau kita coba mencerna dua berita di atas, nampaknya pakaian dan bodi seksi perempuan bukan lagi jadi alasan pria menggagahi.

Bagaimana bisa seorang ibu menyusui bisa secara keji diperkosa? Pelaku menjadikan sesuatu yang terberi (dalam hal ini menyusui) sebagai alasan ia jadi bernafsu? Yang padahal menyusui adalah tugas seorang ibu kepada anaknya.

Dan, jika seorang perempuan berjilbab saja diperkosa, yang artinya, tubuh seksi yang nampak dari luar tak bisa jadi alasan lagi. Maka itu, satu-satunya yang harus disalahkan adalah pria, yang tak bisa mengendalikan nafsunya.

Cara Berpakaian Wanita Tidak Bisa Jadi Alasan

Pada sebuah survei berskala nasional yang dilakukan beberapa komunitas seperti
Hollaback! Jakarta, perEMPUan, Lentera Sintas Indonesia, dan Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta (JFDG), cara berpakaian wanita ternyata tak menjadi faktor penyebab mereka diperkosa.

Para korban yang diperkosa di antaranya adalah mereka yang memakai rok panjang dan celana panjang, perempuan berhijab, berlengan panjang, dan bahkan memakai pakaian seragam.

BACA JUGA: Detoks Maskulinitas Upaya penting Menjadikan Sejatinya Seorang Lelaki 

Artinya, cara berpakaian perempuan tak sebanding lurus dengan maraknya perkosaan di Tanah Air.

Bahkan beberapa di antaranya, korban juga merupakan seorang lelaki. Dalam artian, korban dilecehkan secara seksual dengan cara misal berupa siulan, klakson, suara ciuman, komentar atas tubuhnya, dihadang, disentuh, dipertontonkan mastrubasi, digesek dan lain sebagainya.

Kesimpulannya, pelaku melakukan ini semua bukan hanya karena cara berpakaian korbannya. Ini semua semata-mata karena mereka yang tak mampu mengendalikan hawa nafsunya.

BACA JUGA: Cara Pria Perangi Toxic Masculinity 

Asumsi Kuasa Kaum Pria

Sebuah riset Partners and Prevention oleh PBB yang dikutip Nadya Karima Melati dalam argumentasinya di situs Magdalene, mengungkapkan bahwa laki-laki memerkosa sebab adanya rasa berhak melakukan hubungan badan dengan korban, tak peduli ada kesepakatan atau tidak.

Lebih jauh Nadya menyimpulkan bahwa pemerkosaan datang karena adanya rasa berkuasa.

Mereka yang merasa superior dan dominan akan melakukan hal keji tersebut atas pihak yang dianggap inferior, walaupun itu adalah laki-laki.

Itu sebabnya nih, Sob, butuh adanya perubahan pandangan soal korban. Kamu tidak serta merta diizinkan berpikiran dan bertindak mesum dan kemudian beralasan karena korban berpakaian seksi.

Kamulah yang harus mengendalikan nafsu dan pikiran sesatmu mulai detik ini. So, jangan gampang tegang lah! (Sbg/Dinda)

Comments