Berpenampilan Mewah
Sebuah fakta mengejutkan muncul dari sebuah penelitian yang menyebut kalau orang yang kerap berpenampilan mewah ternyata cenderung merasa kesepian. (Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Sering kita menyaksikan seseorang yang berpenampilan mewah . Dari ujung rambut sampai kaki dan semua yang melekat kepadanya adalah barang bermerek dengan harga fantastis.

Namun jika kamu berpikir orang yang berpenampilan mewah bakal memiliki begitu banyak teman dan sahabat yang akan mengagumi. Kamu salah!

Sebuah hasil penelitian belum lama ini menemukan sebuah hal yang mengejutkan. Kebanyakan orang yang selalu berpenampilan mewah, ternyata hidup Kesepian dan membosankan lantaran tidak banyak orang yang mau berteman dengan mereka.

BACA JUGA :

 

Penelitian: Orang yang selalu Berpenampilan Mewah sering Kesepian

Lewat sebuah studi yang dilakukan para peneliti di Universitas Michigan dan Singapura menemukan fakta bahwa Kebanyakan orang justru takut untuk berteman dekat dengan

Tim peneliti mengajukan pertanyaan simpel kepada peserta, yakni “Jika mereka punya mobil ‘sejuta umat’ dan mobil mewah, mana yang akan mereka kendarai ke pesta pernikahan untuk mendapatkan teman baru?’ Hasilnya, sebanyak 66 persen peserta memilih mobil mewah sebagai cara untuk menarik teman baru.

berpenampilan Mewah
(Foto Unsplash)

Pertanyaan itu kemudian beralih ke kelompok peserta berbeda. Pertanyaannya kurang lebih, “‘Bayangkan berada di resepsi pernikahan lalu melihat seseorang datang naik mobil biasa atau mobil mewah.

Orang mana yang lebih disukai untuk berteman?’ Para peserta rupanya merasa lebih nyaman memilih orang dengan mobil ‘sejuta umat’ dibanding pemilik mobil mewah.

Meskipun orang berpikir memiliki simbol status tinggi–seperti naik mobil mewah akan meningkatkan lingkaran persahabatan mereka, fakta berkata sebaliknya.

Petinju yang Selalu Berpenampilan Mewah,  Hidupnya Membosankan

Nah petinju kaya raya yang kerap memamerkan kekayaannya lewat media sosial Floyd Mayweather dianggap sebagai salah satu contoh konkret bagaimana seseorang yang kerap berpenampilan mewah berpotensi sulit mendapatkan pertemanan.

Berpenampilan mewah
(Foto: Instagram floydmayweather)

Kehidupan petinju Amerika Serikat itu kerap dikomentari oleh para followernya sebagai orang yang hidupnya kesepian bahkan tak sedikit yang menyebut kehidupan floyd sebagai hal yang membosankan.

Kondisi yang dialami Mayweather, menurut peneliti Stephen Garcia, Kimberlee Weaver dan Patricia Chen, disebut sebagai “Status Signals Paradox”.

Dijelaskan bahwa orang mengira punya barang mewah akan menarik pertemanan, namun bagi calon teman, mereka menjauhi orang yang memiliki simbol kemewahan.

Pilih Jam Tangan Mewah Atau yang Murah?

Hasil penelitian lain seputar arloji mahal juga menunjukkan hal serupa. Berdasarkan model studi serupa, peserta ditanyai jenis jam tangan apa yang akan mereka kenakan untuk acara sosial.

Berpenampilan mewah
(Foto: Instagram floydmayweather)

Sebagian besar memilih jam tangan TAG Heuer (yang harganya mencapai puluhan juta), ketimbang arloji dengan harga lebih murah. Kelompok terpisah kemudian ditanya dengan siapa mereka lebih suka mendekat ketika sedang “hang out”.

Sekali lagi, para peserta memilih orang yang memakai arloji lebih murah, daripada yang memakai arloji mahal.

“Ketika kita memutuskan apa yang akan dikenakan, kita berada dalam ‘presenting roles’ di mana ingin mengedepankan yang terbaik. Kita ingin terlihat lebih baik daripada yang lain,” ujar Garcia dalam Psychology Today.

Studi ini sekadar mengatakan untuk memberikan kesadaran bahwa gaya hidup tersebut dapat membahayakan peluang seseorang mendapatkan teman baru. (Sbg/Rig)

Comments