berat Badan Ideal tidak aman jika menerapkan pola Diet Yoyo
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Belakangan ini istilah Diet Yoyo kerap menjadi pembicaraan banyak orang Diet yoyo sendiri adalah istilah yang digunakan bila seseorang melakukan diet dan turun berat badannya, namun tak lama kemudian naik lagi.

Hal ini antara lain disebabkan cara diet yang keliru sehingga sulit untuk dipertahankan hasilnya.

Diet yoyo sendiri  hanya bermanfaat dalam jangka pendek. Bukannya mendapatkan tubuh ideal, diet semacam ini akan membuat berat badan kembali melonjak, atau bahkan lebih besar dari sebelumnya.

Jika ada orang yang memberitahumu kalau diet yoyo menyehatkan, hal ini tidak benar dan kamu harus mengabaikannya. Sebab diet ini berisiko bagi kesehatan tubuh kita.

Berikut adalah beberapa dampak buruk dari diet yoyo yang bisa kamu alami:

BACA JUGA: Ampuhnya Diet 10:14 untuk Menurunkan Berat Badan 

1. Diet yoyo Bikin Nafsu Makan Menggila

Selama diet, lemak yang terbuang mengarah pada peningkatan hormon leptin yang mana normalnya membantu kamu merasa kenyang.

Saat dalam kondisi normal, tubuhmu melepaskan leptin ke aliran darah sehingga tubuh menyampaikan sinyal kalau energi di tubuh sudah cukup alias enggak perlu makan lagi.

Selain itu, hilangnya massa otot selama diet menyebabkan tubuh menghemat energi. Ketika kebanyakan orang menggunakan diet jangka pendek untuk menurunkan berat badan, mereka akan mendapatkan kembali 30-65% dari berat badan yang hilang dalam satu tahun.

Selain itu, satu dari tiga pelaku diet berakhir lebih berat daripada sebelum mereka berdiet.

2. Persentase Lemak Tubuh yang Lebih Tinggi

Dalam beberapa penelitian, diet yoyo telah menyebabkan peningkatan persentase lemak tubuh.

Selama fase penambahan berat badan dari diet yoyo, lemak didapat kembali dengan lebih mudah daripada massa otot. Ini dapat menyebabkan persentase lemak tubuh meningkat selama beberapa siklus yoyo.

BACA JUGA: Cara Alami Mengantisipasi Godaan Postingan Obat Diet

3. Awas, Massa Otot Berkurang

Selama diet penurunan berat badan, tubuh kehilangan massa otot dan juga lemak. Karena lemak didapatkan lebih mudah daripada otot setelah penurunan berat badan, ini dapat menyebabkan lebih banyak kehilangan otot dari waktu ke waktu.

Kehilangan otot selama diet menyebabkan penurunan kekuatan fisik. Efek ini dapat dikurangi dengan olahraga, termasuk latihan kekuatan. Berolahraga memberi sinyal tubuh untuk menumbuhkan otot, bahkan ketika seluruh tubuh sedang melangsingkan tubuh.

Selama penurunan berat badan, kebutuhan protein makanan tubuh juga meningkat. Makan sumber protein berkualitas cukup dapat membantu mengurangi kehilangan otot.

Sebuah studi menunjukkan bahwa ketika 114 orang dewasa mengonsumsi suplemen protein saat mereka kehilangan berat badan, mereka kehilangan lebih sedikit massa otot.

BACA JUGA: Diet Nordic, Bikin Badan dan Lingkungan Jadi Sehat 

4.Waspada Obesitas dan Perlemakan Hati

Perlemakan hati adalah ketika tubuh menyimpan kelebihan lemak di dalam sel-sel hati. Obesitas adalah faktor risiko untuk mengembangkan perlemakan hati atau fatty liver.

Kondisi ini dikaitkan dengan perubahan cara hati memetabolisme lemak dan gula, meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Kadang-kadang juga dapat menyebabkan gagal hati kronis, juga dikenal sebagai sirosis.

Sebuah studi pada tikus menunjukkan bahwa beberapa siklus kenaikan dan penurunan berat badan menyebabkan perlemakan hati. Studi tikus lain menunjukkan bahwa hati berlemak menyebabkan kerusakan hati pada tikus yang mengalami ‘weight cycling’.

Lupakan dan hentikan Diet Yoyo, yuk terapkan gaya hidup sehat dan Pola makan yang tepat!(Sbg/Rig)

Comments