Makan saat demo
(Foto: Instagram.com/makassar_iinfo)

Sabigaju.com – Massa buruh dan mahasiswa akan melakukan aksi demo terkait UU Ciptaker di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2020). Demonstrasi hari ini juga bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin.

Demo yang berjalan siang sampai sore hari tentu saja membuat perut lapar. Meski sedang berdemo, jangan sampai lupa untuk menjaga asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

Peserta demo disarankan sebaiknya jangan lupa sarapan dan membekal makanan maupun minuman agar kesehatan tidak terganggu.arapan di pagi hari akan membuat tubuh seseorang lebih berenergi dan bisa bertahan sepanjang hari

Jika tidak sempat sarapan, setidaknya ngemil makanan manis seperti cokelat. Dengan makan satu kotak kecil cokelat hitam, minimal dapat menurunkan tekanan darah seseorang.

Dengan membawa bekal saat demo, maka energi yang dibutuhkan bisa terpenuhi dan orang tersebut bisa fokus dengan kegiatannya.

Membawa bekal saat demo juga membiasakan orang tetap makan dengan teratur sehingga membuat ingatan dan konsentrasi yang lebih baik, dan menghindari kemungkinan terkena penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan kelebihan berat badan.

Tak sedikit orang yang melakukan kegiatan makan  dan minum sambil berdiri agar mempersingkat waktu makan.

Walau terlihat sepele, kebiasaan makan dan minum sambil berdiri bisa memiliki efek negatif bagi kesehatan. Berikut  beberapa dampak yang mungkin terjadi:

BACA JUGA: Tetap Sehat Saat Ikut Aksi Demo di Tengah Pandemi 

1. Gangguan Sistem Pencernaan

Kerja sistem pencernaan di dalam tubuh dipengaruhi oleh posisi tubuh ketika makan. Makan sambil berdiri dapat membuat lambung mengosongkan isi perut terlalu cepat.

Hal ini membuat lambung tidak punya waktu banyak untuk memecah zat-zat dalam makanan, sehingga nutrisi yang dicerna dan diserap oleh usus menjadi tidak maksimal.

2. Perut Kembung

Makanan atau minuman yang tidak tercerna dan terserap dengan baik oleh usus bisa membuat perutmu menjadi kembung, lho. Perut kembung dapat menimbulkan rasa nyeri, tidak nyaman, dan bisa membuat perut terlihat membesar.

Selain itu, makan atau minum sambil berdiri biasanya akan membuat kamu untuk menelan lebih cepat.

Hal ini bisa membuat udara yang masuk ke dalam sistem pencernaan terlalu banyak dan mengakibatkan perut menjadi kembung.

BACA JUGA: Aksi Demonstrasi Itu Bermartabat, Bukan Ajang Bikin Rusuh 

3. Makan Berlebihan

Saat makan sambil berdiri, pengosongan lambung terjadi lebih cepat. Akibatnya, lambung bisa menampung lebih banyak makanan selama makan.

Ditambah lagi, makan sambil berdiri membuat kamu cenderung makan lebih cepat.

Saat kamu makan lebih cepat dari biasanya, hormon yang bekerja mengirimkan sinyal kenyang ke otak jadi tidak memiliki waktu untuk bekerja.

Umumnya, saat sinyal tersebut akhirnya muncul, kamu sudah terlanjur makan terlalu banyak. Dengan makan secara perlahan, kamu jadi lebih peka terhadap rasa kenyang dan dapat mengendalikan nafsu makan.

BACA JUGA: Demonstrasi dan Kesehatan Mental, Waspada Trauma yah Gaes! 

4. Tersedak

Makan dan minum dalam keadaan berdiri, terlebih bila kamu tergesa-gesa, juga dapat membuatmu menjadi tersedak, lho. Meski nampak sederhana, tersedak dapat menimbulkan komplikasi yang bisa mengancam nyawa.

Walaupun memiliki dampak buruk dan dianggap tidak sopan, makan sambil berdiri disarankan pada kondisi tertentu, lho.

Bagi penderita GERD, risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan akan lebih kecil jika pengosongan lambung berlangsung lebih cepat, sehingga makan sambil berdiri mungkin bisa mencegah hal ini terjadi.

Makan dan minum sambil berdiri ataupun duduk punya sisi positif dan negatifnya masing-masing.  Jadi, sebenarnya kamu bebas memilih mana yang paling baik untuk kesehatanmu. (Sbg/Rig)

Comments