Mabuk Cinta
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Banyak orang menganggap istilah mabuk cinta adalah hal konyol dan hanya mitos belaka.

Padahal mabuk cinta biasa dialami oleh banyak orang. Dalam kondisi tersebut seseorang bisa melakukan hal-hal bodoh lantaran dibutakan cinta.

Itulah sebabnya kamu jangan sampai deh membuat keputusan saat tengah mabuk cinta! Soalnya bisa jadi keputusan yang kamu ambil malah jadi hal terburuk yang pernah kamu buat.

BACA JUGA: Gaes, Jangan Sampai Jatuh Cinta Bikin Dompet Jebol 

Mabuk Cinta itu Cuma Kamu dan Si dia yang Penting

Saat seseorang dilanda mabuk cinta, dunia seolah-olah berhenti untuk kamu dan si dia. Hidupmu berubah jadi baik ketika berada di sisinya dan memburuk saat si dia tak ada.

Segala hal ingin dilakukan bersama pasangan. Tak ada yang lebih penting dari kamu dan pasangan.

Kamu percaya si dia 100 persen sampai sepenuhnya. Sekalipun ada beberapa kekecewaan, namun kekecewaan itu terasa begitu memabukkan, rasa mabuk yang tak ingin ditinggalkan.

BACA JUGA: Siapa yang Lebih Mudah Jatuh Cinta, Laki-laki atau Perempuan?

Dalam  penelitian yang dilakukan oleh Helen Fisher dan Lucy Brown, perasaan merasa lebih hidup dan ‘penuh’ saat jatuh cinta dengan pasanganmu adalah sebuah hal biologis yang normal terjadi.

Namun secara antropologis, perkawinan mungkin jadi hal paling penting yang dilakukan manusia untuk memastikan kelangsungan hidup dan spesies manusia.

Fisher berpendapat bahwa hal ini akan membuat otak manusia mengesampingkan semua kewajiban dan kebutuhan lainnya hanya untuk memastikan kemungkinan ini (perkawinan dan kelangsungan generasi) selama 18-24 bulan.

Mabuk Cinta Membuatmu Seakan Bahagia

Mabuk cinta membuat orang ‘terbang’ ke tempat indah dan baru, tapi sekaligus menggoda manusia untuk mengesampingkan perawatan diri dan tanggung jawab lain yang penting dalam hidup.

Masalahnya, rasanya sangat menyenangkan untuk dicintai dan diurus oleh si dia dan rasanya sangat sulit untuk merawat diri sendiri.

BACA JUGA: Kamu Harus Tahu Bedanya Cinta dan Tergila-gila

Alicia Clark, psikolog klinis mengungkapkan kamu harus berhati-hati karena cinta bisa memutar-balikkan otak. Menipumu untuk berpikir bahwa dirimu sudah menyelesaikan tanggung jawab atas kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri, padahal bisa jadi tidak.

“Kuncinya adalah mendengarkan kegelisahan yang berbisik yang memberitahukanmu tentang apa yang sudah kamu abaikan,” ucapnya.

“Buat batasan yang memungkinkan dirimu untuk mendapatkan kembali kebutuhan pribadi serta , memungkinkan kamu untuk menjadi orang yang sehat agar bisa menjaga hubungan yang sehat juga.

Sepakat yah untuk tidak gegabah saat kamu mabuk cinta. (Sbg/Rig)

Comments