Jangan emosian aat bekerja di masa New Normal
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Dalam menghadapi era new normal itu, banyak tantangan yang harus dihadapi masyarakat salah satunya adalah beradaptasi dengan kebiasaan baru di kantor.

Proses beradaptasi setiap orang pastinya berbeda-beda. Tergantung persepsi dan kemampuan individu untuk menerima situasi. Ada yang mudah beradaptasi dan ada juga yang lebih lambat.

Dan bukan tidak mungkin bisa muncul rasa ataupun perilaku emosian ataupun ketidaksenangan untuk menjalankan kebiasaan-kebiasaan baru di kantor.

BACA JUGA: Kombinasi WFH dengan Datang ke Kantor Bikin Asyik? 

Pria Gampang Emosian Saat di Kantor

Ada fakta menarik terkait perilaku emosian yang dirasakan pria saat bekerja di kantor

Berdasarkan data dari riset penelitian yang dilakukan oleh Anglia Ruskin University berkolaborasi dengan Totaljobs menunjukkan pria lebih emosional di tempat kerja dibandingkan dengan wanita. Namun wanita cenderung lebih mudah mengalami stres dan frustasi saat bekerja.

Dr Terri Simpkin dari Anglia Ruskin University menjelaskan bahwa kebanyakan pria cenderung mengaku mengalami emosi yang terkait dengan kekuasaan, seperti kemarahan atau kesombongan.

Faktanya, emosi dan kekuasaan terkait erat. Data penelitian juga menunjukkan bahwa satu dari tiga orang pekerja lebih memilih untuk menyembunyikan kondisi emosionalnya dengan memasang wajah yang bahagia.

Yang perlu diingat, meluapkan emosi di kantor dapat merusak reputasi profesionalmu. Emosi yang tak terkontrol juga bisa mengganggu produktivitas dan moodmu sepanjang hari.

Bukannya menyelesaikan masalah, ini bisa-bisa malah menambah masalah baru!

BACA JUGA: Alasan Orang Suka Marah-Marah di Kantor Siang Hari 

Emosian dan Imunitas Tubuh

Menurut asisten profesor psikiatri klinis dan direktur di Pusat Penn Medicine untuk Pengobatan dan Studi Kecemasan, Jeremy Tyle,  kondisi pandemi membuat hidup orang berubah dramatis. Ketika mereka tidak memiliki kendali, maka ada celah untuk perasaan negatif, seperti kemarahan.

Kemarahan bisa terjadi dalam berbagai bentuk, entah frustrasi, mengutuk, tidak nyaman, hingga marah di tempat kerja,

Menurut dia, amarah adalah hal yang sehat, karena alami dan normal. Namun, jika kemarahan semakin menjadi-jadi, maka itu bisa menjadi masalah

Intensitas marah yang terlalu sering dan meledak-ledak ternyata memang berpengaruh terhadap kondisi tubuh khususnya sistem imun atau daya tahan tubuh. Jika seseorang terlalu sering marah-marah, ia mungkin akan merasa lebih sering terserang penyakit.

Dalam sebuah hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh para spesialis asal Pennsylvania State University menemukan bahwa suasana hati yang negatif dapat mengubah fungsi respons imunitas tubuh.

Dimana individu yang dirundung suasana hati negatif dalam waktu lama cenderung memiliki risiko peradangan biomarker lebih tinggi akibat sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah.

BACA JUGA: Bolehkah Berhubungan Intim Saat Sedang Marah

Sebaliknya, saat partisipan sedang memiliki suasana hati yang baik, hasil penelitian selalu positif dengan menurunnya tingkat peradangan dalam darah. Namun sayangnya, hal tersebut hanya terjadi pada peserta berjenis kelamin pria

Untuk itu, kita harus pintar-pintar menjaga diri agar tidak mudah marah yang berakibat pada stres. Karena, mudah marah juga dikaitkan dengan penurunan imunitas,

Menurunnya imunitas sebisa mungkin di hindari saat inil. Sebab new normal bukan berarti pandemi corona mereda. Dan kemungkinan terinfeksi virus corona karena kamu emosian bisa terjadi. (Sbg/Rig)

Comments