Sabigaju.com – Apresiasi patut kita sampaikan kepada pihak kepolisian yang berhasil membongkar jaringan grup pedofilia bernama Official Candy's Group yang kini tengah menjadi bahan perbincangan.

Sebuah grup pedofil keji yang dibuat pada tahun 2016 itu memiliki anggota hingga 7.479 orang, mensyaratkan para anggotanya wajib untuk mengunggah video atau foto pelecehan seksual pada anak-anak. Tragisnya, setiap hari para anggota grup diwajibkan aktif dan mengunggah foto atau video korban yang berbeda. Lewat laporan masyarakat yang resah akan aktivitas grup ini, pada akhirnya membuat Polisi membongkar grup facebook ini. Sebagian pelaku pun diringkus.

Namun penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian baru meringkus empat tersangka yang merupakan administrator grup komunitas pedofil itu yakni, Wawan (27), Dede (24), Diki Firmansyah (17), dan seorang perempuan berinisial SHDW alias SHDT (16). Dua di antaranya berusia di bawah 18 tahun. Sementara itu dua dari empat tersangka diketahui telah melecehkan setidaknya 8 orang korban. Korban pelecehan seksual ini berusia antara 4 hingga 8 tahun. Para tersangka dijerat pasal berlapis Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan hukuman minimal 10 tahun penjara.

Lantas bagaimana dengan ribuan anggota yang terdapat dalam grup tersebut?
Kebanyakan anggota pedofilia ini adalah warga negara Amerika Serikat dan Amerika Latin. Tentu saja para pelaku pedofilia ini akan terus ditelusuri oleh pihak kepolisian sebab bila tidak maka keselamatan para anak-anak terancam.

Source foto : Pixabay

Langkah cepat pun dilakukan pihak kepolisian yang langsung berkoordinasi dengan Kementerian Informasi dan Komunikasi untuk memblokir serta mengumpulkan barang bukti dari file yang terunggah dalam grup serta perangkat elektronik yang dimiliki oleh pelaku.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Hadiningrat mengatakan pihaknya hingga kini masih berusaha mengidentifikasi anak-anak dalam video dan foto yang diunggah oleh grup berbagi konten pelecehan dan pencabulan terhadap anak-anak tersebut. Polisi mencatat setidaknya ada 500 film dan 100 foto bermuatan pornografi anak dalam grup Facebook "Official Candy's Groups".

Terbongkarnya grup Facebook pedofil ini harusnya membuat kita lebih awas lagi dan lebih peduli terhadap buah hati kita. Sebab terkadang kita lupa kepada anak-anak yang butuh perhatian. Tentunya kita tidak bisa sendiri dalam melindungi Anak, perlu keseriusan dan peran masyarakat untuk mengawasi keadaan lingkungan sekitar agar anak terlindung dari predator pedofil. Sebab jika lingkungan kita dibiarkan bersikap permisif terhadap perilaku negatif dari para predator anak, maka para pedofil siap memangsa buah hati kita. (Sbg/rig)

Comments