Orangtua yang santai
Orangtua yang santai dalam membesarkan orangtua justru membuat kehidupan anak bahagia .(Sumber Foto: WordPress.com)

Sabigaju.com – Hari ini, Senin, (15/7 Juli), seluruh siswa sekolah di Tanah Air masuk sekolah. Nah tentunya banyak orangtua yang disibukkan dengan berbagai hal tentang persiapan anak-anak yang mulai bersekolah. Tapi tak sedikit pula orang tua yang santai dengan dengan hal itu.

Baik  orangtua yang santai maupun serius  menganggap momen penting ini, dengan menyempatkan diri mengantar mereka masuk ke sekolah.

Tak hanya itu, pantauan Sabigaju, tagar Hari Pertama Sekolah (#HariPertamaSekolah) menjadi trending topic Twitter Indonesia.

Nah, terkait hal itu, kamu sendiri termasuk  orangtua yang santai atau  jenis serius dalam membesarkan anak? Hal ini penting untuk tumbuh kembang dan masa depan anak

BACA JUGA: Begini Peran Penting Ayah dalam Membesarkan Anak 

Santai Sebagai Orangtua

Tak dipungkiri, banyak orangtua yang menjaga anak dengan melakukan pengawasan ketat bahkan hingga kerap menerapkan aturan dan larangan.

Di sisi lain banyak pula orangtua yang santai dalam membesarkan anaknya. Mereka umumnya berani melepas tangan anak perlahan tapi pasti.

Nah dalam sebuah penelitian yang dipimpin oleh Dr Mai Stafford dari University College London, terungkap bahwa anak-anak yang memiliki orangtua yang santai, tidak terlalu mengontrol dan mengawasi tindak-tanduk lebih bahagia menjalani hidup.

BACA JUGA: Anak yang Mirip dengan Ayahnya Ternyata Lebih Sehat 

“Kami menemukan mereka yang memiliki orangtua dengan sikap hangat dan ketanggapan memiliki tingkat kepuasan hidup lebih tinggi, juga kesehatan mental yang lebih baik sepanjang awal, pertengahan dan akhir masa dewasa,” papar Stafford.

Stafford menambahkan, kontrol psikologis memiliki pengaruh yang signifikan dengan kepuasan hidup dan kesehatan mental yang rendah.

Kontrol ini dilakukan orangtua dengan melarang anak mengambil keputusan sendiri, melanggar privasi dan memelihara sifat ketergantungan.

Sementara mengajarkan disiplin seperti mengatur jadwal menggunakan gawai atau nonton televisi tidak memiliki efek signifikan terhadap kesehatan mental seseorang.

BACA JUGA: Intip Style Kasualnya Para Hot Daddy Ini 

Jangan Terlalu Mengontrol Anak

Penelitian Stafford dan tim ini adalah yang pertama menemukan gaya asuh mempengaruhi kebahagiaan anak sepanjang hidupnya.

Karena pada dasarnya semua orangtua pada titik tertentu cenderung bersikap mengontrol, orangtua perlu mencari keseimbangan antara merawat anak dan membiarkan mereka belajar mandiri.

Apapun yang dilakukan, orangtua tak bisa terus-terusan menjadi tameng bagi anak dan mencegah mereka terluka baik secara fisik maupun emosional.

Anak-anak membutuhkan pengalaman ini untuk belajar mengatasinya. Terbukti, orangtua yang santai justru membuat masa depan anak lebih cerah. (Sbg/Rig)

Comments