BJ Habibie
(Foto: Istimewa)

Sabigaju.com – Kabar duka kini tengah dirasakan oleh seluruh Bangsa Indonesia. Presiden Ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie alias BJ. Habibie meninggal dunia hari Ini Rabu (11/9) Pukul 18.05 WIB.

Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal lantaran penyakit yang dideritanya.

Sebelum meninggal, BJ Habibie telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019 lalu,  di ruang Cerebro Intensive Care Unit (CICU) Paviliun Kartika RSPAD.

Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof. dr. Azis Rani melalui keterangan resmi pada Senin (9/9) lalu menyebutkan Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

Almarhum BJ Habibie meninggalkan dua anak, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Sementara istrinya, Hasri Ainun Besari telah meninggal dunia pada 2010 di Jerman.

Meski hanya menjabat sebagai Presiden selama 17 bulan ada sejumlah hal yang patut menjadi teladan dari sosok B.J Habibie.

BACA JUGA: Begini Kiat Terbaik Menjadi Manusia Indonesia yang Unggul

Fokus Belajar

Selama berkuliah di Aachen, Jerman, Habibie dikenal sebagai pribadi yang mengabdikan hidupnya untuk belajar.

Baginya, belajar sungguh-sungguh akan menjadi kunci dirinya untuk dapat bekerja suatu saat nanti, agar ia bisa membalas erih payah ibunya yang telah membanting tulang untuk menyekolahkannya.

Habibie memiliki keyakinan yang kokoh untuk membawa Indonesia dapat bersaing dalam dunia teknologi, membuatnya selalu menggantungkan impiannya pada proyek pembangunan Industri Dirgantara yang digagasnya selama berkuliah di Jerman.

Dia menghabiskan seluruh tenaga dan pikirannya semata-mata untuk membuat pemerintah Indonesia tersadar akan ketergantungan pada teknologi khususnya untuk Industri Dirgantara pada masa itu.

Meski tidak mendapat dukungan dari teman-teman seperjuangannya bahkan sampai ditertawai, ia tak pernah menyerah untuk mewujudkan ambisinya.

Lantaran kecintaannya terhadap dunia pendidikan, BJ Habibie memiliki banyak gelar. Hal itu pun membuat namanya memiliki gelar yang panjang, yakni Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult Bacharuddin Jusuf Habibie.

Pesawat Pertama Buatan Indonesia

Pada tahun 1995, BJ Habibie berhasil memimpin proyek pembuatan pesawat N250 Gatot Kaca. Pesawat ini merupakan yang pertama dibuat di Indonesia.

BJ Habibie
(Foto: Instagram)

Pesawat N-250 merupakan pesawat penumpang sipil (airliner) regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia, PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia.

Selain N250 Gatot Kaca, BJ Habibie juga mendesain dan menghitung proyek pembuatan pesawat terbang seperti Vertical Take Off and Landing (VTOL) pesawat angkut DO-31, pesawat angkut militer TRANSALL C-130, Hansa Jet 320 (Pesawat eksekutif), Airbus A-300 dan CN-135 serta secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam mendesain Helikopter BO-105, Multi Role Combat Aircraft (MRCA) dan beberapa proyek rudal dan satelit.

BACA JUGA: Andil Pemuda Indonesia Sukseskan  Avengers: Infinity War 

Teori Crack Propagation

B. J. Habibie juga telah menemukan teori crack propagation point atau letak titik awal retakan pada pesawat. Temuannya menjadi solusi mengenai masalah panjang yang dapat ditimbulkan oleh retaknya bagian sayap dan badan pesawat akibat mengalami guncangan selama take off dan landing.

Habibie melakukan perhitungan detail bahkan perhitungannya sampai tingkat atom pesawat terbang. Ini adalah penemuan yang sangat besar di dunia penerbangan.

Teori yang juga disebut sebagai theory of Habibie yang telah dipakai di industri penerbangan di seluruh dunia, karena berhasil meningkatkan standar keamanan pesawat. Sehingga dia dijuluki sebagai “Mr. Crack”.

BACA JUGA: Nih Deretan Seniman Digital yang Harumkan Nama Indonesia 

Cinta Sejati Buat Istri

Habibie juga menulis sebuah buku yang menceritakan kisah cintanya dengan Ainun. Buku tersebut mengisahkan perjalanan hidup Habibie bersama mendiang istrinya, Hasri Ainun Habibie Besari.

BJ Habibie
(Foto Instagram)

Ainun meninggal pada 22 Mei 2010 di Munchen, Jerman. Habibie baru mengetahui Ainun menderita kanker ovarium dua bulan sebelum istrinya meninggal dan hal itu membuatnya syok. Buku tersebut diterbitkan oleh PT THC Mandiri, Jakarta, pada 2010 dan berisi 321 halaman dengan 37 bab.

Menurut rencana, Usai Upacara yang akan dipimpin Presiden Jokowi, Jenazah Almarhum  BJ Habibie akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. tepat di  samping makam istri tercintanya.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Selamat Jalan BJ Habibie. (Sbg/Rig)
Comments