Foto: pxhere.com)

Sabigaju.com – Teknologi sejatinya ada untuk memudahkan kehidupan manusia. Well, sebagai individu mungkin kita telah merasa banyak terbantu oleh peran teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Namun tak dapat dipungkiri kalau kehadiran teknologi bak koin yang punya dua mata sisi; ada baik, ada buruk. Ada untung, ada rugi.

Dari sisi pemilik usaha, keberadaan teknologi tentu mendukung mereka meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dengan biaya produksi seminim-minimnya. Teknologi adalah investasi jangka panjang yang menggiurkan. Biaya yang dikeluarkan untuk merawat teknologi takkan sebanyak biaya ‘merawat’ pekerja manusia. Teknologi bisa dipekerjakan 24 jam setiap hari, kadang lebih efisien. Bagaimana para pengusaha tak tergiur?

BACA JUGA: Di Masa Depan, Robot Akan Mengambil Alih Pekerjaan Manusia

Dari sisi manusia sebagai pekerja, keberadaan teknologi bisa jadi ancaman. Jika semua pekerjaan bisa digantikan mesin atau robot. cepat atau lambat kita akan kehilangan pekerjaan. Eits, ini bukan bualan. Teknologi sudah terbukti mampu menguasai beberapa profesi, lho. Contohnya seperti beberapa di bawah ini:

Penjaga pintu tol

Petugas penjaga pintu tol. (Foto: youtube.com)

Dulu, ada petugas yang menjaga pos keluar dan masuk tiap pintu tol. Sekarang, berbarengan dengan sosialisasi penggunaan uang elektronik, tugas penjaga pintu tol pun perlahan digantikan dengan mesin.

Kasir

Kasir pasar swalayan. (Foto: youtube.com)

Untuk apa-apa yang serba self service dengan bantuan mesin dewasa ini, keberadaan kasir pun mulai berkurang. Di Indonesia mungkin belum, namun di luar negeri sudah banyak pusat perbelanjaan yang menerapkan sistem demikian. Meski memang, mesin yang digunakan masih diawasi oleh manusia.

Buruh pabrik

Buruh pabrik wanita. (Foto: pxhere.com)

Para pekerja di pabrik mungkin paling terdampak oleh kecanggihan teknologi. Mesin mampu melakukan produksi massal, pengusaha tak perlu membayar banyak pekerja, biaya produksi menurun, profit meningkat. Begitu kan gambaran sederhananya?

Penjaga loket tiket

Petugas loket stasiun kereta api. (Foto: krl.co.id)

Tak cuma di pintu tol, tugas menjaga loket tiket di stasiun atau shelter bus banyak yang sudah digantikan oleh vending machine. Di Indonesia, ini sudah banyak diaplikasikan di berbagai wilayah.

BACA JUGA: Berniat untuk Mencari Pekerjaan Baru di Awal Tahun? Perhatikan Lima Hal Ini

Travel agent

Petugas travel agent. (Foto: businessinsider.com)

Sebelum era internet, banyak orang yang bekerja di travel agent untuk membantu menemukan, mengatur, dan memesankan paket terbaik untuk liburan. Sekarang, dengan internet dan gawai di tangan, tak perlu lagi travel agent; kamu bisa atur sendiri liburanmu.

Projectionist

Projectionist bioskop. (Foto: wikimedia.org)

Film-film di bioskop itu dulu diputar dengan bantuan proyektor manual. Tentunya, ada manusia yang terlatih khusus untuk dipekerjakan menjalankan proyektor tersebut. Sekarang? Proyektor sudah pakai sistem digital dan bisa dijalankan secara otomatis. Kalaupun butuh bantuan, bisa saja dilakukan oleh pekerja yang telah mengerjakan tugas lain di bioskop; sama sekali tak memberatkan.

Sobat Sabi, ingat ada profesi lain yang kini mulai tergantikan oleh mesin? Share di sini, yuk! (Sbg/Nic)

Comments