Para Ilmuwan menemukan jawaban berapa lama sebenarnya waktu ideal untuk menikmati liburan. (Foto Pexel)

Sabigaju – Banyak orang yang gembira menyambut waktu liburan di hari Paskah ini yang dimulai sejak usainya Pemilu pada hari  Rabu (17/4) lalu.

Yup libur merupakan hak bagi karyawan untuk rileks dari rutinitas pekerjaan

Bagi karyawan punya jatah cuti yang bisa dipergunakan untuk berlibur. Timbul pertanyaan. Apakah sebaiknya waktu liburan itu bisa diambil sekaligus dan berlibur lebih lama, atau kamu membaginya menjadi beberapa waktu cuti kecil?

Kini, peneliti telah menemukan jawaban ilmiah, berapa lama waktu liburan i yang ideal untuk karyawan.

BACA JUGA: Mumpung Libur, Gaes Maskeran Yuk!

Libur Ideal itu Gag Panjang Kok

Dilansir dari laman Travel and Leisure, tim peneliti Finlandia, yang dipimpin oleh psikolog organisasi dan kerja Jessica de Bloom, melakukan penelitian untuk mengetahui apakah mereka dapat menentukan berapa lama seseorang perlu berlibur agar dapat benar-benar merasa santai dan kembali bekerja dalam kondisi segar dan kreatif.

Durasi yang tepat menurut para peneliti adalah delapan hari. Temuan durasi liburan ideal yang dipublikasikan dalam Journal of Happiness Studies ini terungkap setelah tim peneliti mengamati 54 orang.

Pengamatan dilakukan terhadap beberapa aspek seperti, perencanaan masa cuti, seberapa mereka menikmatinya dan efeknya setelah kembali, juga mengajukan pertanyaan singkat tentang pengalaman liburan tersebut untuk menilai kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

Penilaian kuesioner itu mengamati seberapa nyenyaknya tidur para partisipan riset, seberapa sehat perasaan mereka dan seperti apa tingkat energi serta suasana hati mereka.

Melalui pertanyaan-pertanyaan tersebut, terungkap bahwa sebagian besar perasaan positif orang memuncak pada hari ke delapan, kemudian menurun setelahnya seolah mereka sudah siap untuk kembali bekerja.

“Bisa jadi delapan hari adalah durasi ideal untuk mendapatkan keuntungan sepenuhnya dari liburan,” jelas Jessica de Bloom

BACA JUGA: Liburan di Pantai Pilihan Tepat untuk Sehatkan Fisik dan Mental 

Apa Kata Pakar HRD

Gagasan cuti delapan hari ini juga dinilai masuk akal oleh pakar personalia Tim Sackett. Dalam komentarnya terhadap studi ini di laman blognya, Sackett menulis, “Anda berangkat Jumat setelah pulang kantor, mungkin izin pulang cepat. Lalu libur Sabtu, Minggu, Senin, Selasa, Rabu, kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu,” tulisnya.

Menurut Sackett, biasanya hari pertama itu tidak pernah terasa seperti liburan. Anda mencoba untuk bersantai, lalu pada hari Sabtu berikutnya Anda sudah harus berkemas karena akan kembali pulang pada hari Minggu.

Sementara hari Minggu terakhir cuti rasanya sudah seperti tidak liburan lagi, karena Senin sudah kembali bekerja. Itu mengapa delapan hari dirasa sebagai durasi yang pas menurut Sackett. (Sbg/Rig)

Comments