Seorang petinju memiliki kemungkinan besar mengalami gegar otak lantaran kerap menerima pukulan atau benturan saat menghadapi lawan. (Foto Pixabay)
Seorang petinju memiliki kemungkinan besar mengalami gegar otak lantaran kerap menerima pukulan atau benturan saat menghadapi lawan. (Foto Pixabay)

Sabigaju.com – Bagi seseorang yang sering melakukan olahraga seperti tinju ataupun sepakbola, tentu nya kerap terkena benturan saat menghadapi lawan saat bertanding.

Tak jarang pasca terjadi benturan dengan pemain membuat kita sempoyongan bahkan hilang kesadaran selama beberapa saat. Kejadian tersebut dalam bahasa Inggris dan istilah medis disebut dengan brain concussion alias gegar otak.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan otak kita saat mengalami brain concussion? Berikut ulasannya.

Ini yang Terjadi pada Otak Kita Saat gegar Otak

Gegar otak terjadi ketika kepala dikenai oleh tenaga besar yang menyebabkan kepala terhentak ke belakang atau ke samping. Perumpamaan mekanisme gegar otak adalah jika orang mengalami tabrakan mobil saat mengenakan sabuk pengaman. Maka orang tersebut akan terhentak ke depan searah dengan arah mobil, kemudian ke belakang.

Begitu juga dalam kasus brain concussion pada petinju. Saat kepala dihantam ke bagian belakang, otak akan bergeser ke belakang menghantam tengkorak bagian belakang, kemudian terhentak menghantam tengkorak bagian depan.

Brain concussion dalam banyak kasus adalah cedera ringan, yang dapat pulih dalam waktu tertentu. Diantara gejalanya adalah sakit kepala, halusinasi, dan perubahan perilaku.

Tingkatan Gegar Otak

Bagaimana mengenali brain concussion? Cedera pada otak dibagi 3 tingkatan yaitu gegar otak ringan, sedang, dan berat.

Dikatakan ringan bila gejala yang muncul dalam 2 jam pertama hanya berupa mengantuk, bicara melantur atau tidak nyambung. Disebut brain concussion sedang bila masih sadar tetapi merasa pusing. Sedangkan tingkatan berat cedera pada otak ini bisa menyebabkan korban mengalami kondisi koma.

Tanda-Tanda Gegar Otak

Tanda-tanda yang harus diperhatikan adalah rasa sakit kepala, rasa linglung, lelah, mual, bicara yang terbata-bata, telinga yang pengang, hilangnya kesadaran, dan hilangnya ingatan tentang hal-hal yang terjadi sesaat sebelum terjadinya cedera.

Efek dari gegar otak kadang-kadang baru terdeteksi beberapa hari setelah cedera terjadi. Kamu mungkin saja merasa baik-baik saja di hari setelah kepalamu terbentur, tapi gejala-gejalanya bisa muncul beberapa hari setelahnya saat sedang melakukan aktivitas lain

Nah, kalau kamu menemukan korban kecelakaan yang diduga mengalami brain concussion, tindakan pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah memeriksa status ABC, yaitu Airway (jalan napas), Breathing (gangguan napas), dan Circulation (sistem peredaran darah).

Pastikan jalan napas korban baik, tidak tersedak, tidak ada gangguan napas, cek denyut jantung, serta bila akan dipindahkan dengan tulang di daerah leher dan tulang belakang karena biasanya ada terjadi patah tulang. (Sbg/Rig)

Comments