Sabigaju.comInao Jiro, manajer JKT 48 ditemukan tewas gantung diri di kediamannya kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jawa Barat, Selasa (21/3). Berikut kronologis menurut pihak kepolisan setempat, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Mansuri.

Peristiwa kematian manajer JKT 48 awalnya diketahui oleh asisten rumah tangganya, Suyati. Menurut pengakuannya, Inao Jiro ditemukan mengantung diri di kamar mandi rumah-nya. Namun, sebelum menghembuskan nafas terakhir, pria keturunan Jepang itu sempat beraktivitas di Perumahan River Park Blok GE 4 Nomor 3 RT 2/RW 2 Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Inao Jiro. Sumber foto : Youtube

Pukul 11.00 WIB korban sempat masuk ke kamar tidurnya. Tapi, sekitar pukul 15.00 WIB, Suyati meninggalkan Inao Jiro karena ia harus menjemput anak korban bernama Zhopie (11) di sekolah-nya. Akan tetapi, sekitar pukul 17.00 WIB, Zophie sempat memanggil ayah-nya yang berada di dalam kamar mandi, namun tak ada jawaban dari Inao Jiro.

Merasa ada sesuatu yang janggal, Sekitar pukul 17.00 WIB, istri Inao Jiro, Reny Damayanti pulang dari kantor. Sang istri pun memanggil suaminya berkali-kali namun tak ada jawaban. Sempat panik dan kuatir, Renny meminta bantuan Suyati untuk melihat suaminya, assisten rumah tangga itu langsung melonggok dari jendela luar kamar mandi, namun Inao Jiro sudah menggantung di kamar mandi tanpa nyawa.

Inao Jiro bersama member JKT 48. Sumber foto

Setelah diketahui gantung diri, Renny meminta bantuan petugas untuk mendobrak kamar mandi yang terletak di dalam rumah-nya. Setelah bisa membuka pintu kamar mandi, sang istri langsung membawa suaminya ke rumah sakit Premier Bintaro dengan mobil pribadi. Namun, menurut pihak rumah sakit, manager JKT 48 itu sudah tak bernyawa alias meninggal dunia sejak beberapa waktu lalu.

Kematian Inao Jiro itu menjadi pukulan berat anak-anak JKT 48 seperti Shania, Devi Kinal Putri, Melody, Nabilla, dan masih banyak lagi. (Sbg/dea)

Comments