Perceraian
(Foto: .Emirates247.com)

Sabigaju.com – Setiap orang tentu ingin menikah sekali dalam seumur hidup. Namun, seringkali terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti perceraian.

Berbagai kasus perceraian memang masih menjadi topik yang sangat menarik untuk dicermati.

Hal ini karena perceraian jelas membawa dampak yang berat bagi masing-masing pasangan termasuk buah hati.

Untuk sebagian orang, terutama wanita, pria identik dengan label ‘tidak setia’, tidak mampu menjalani hubungan monogami serta tidak berperasaan ketika harus meninggalkan istri atau pasangannya.

Tetapi, penelitian Journal of Marriage and Family, rupanya wanita cenderung lebih kuat dalam menghadapi perceraian ketimbang pria.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa wanita lebih sering mengajukan cerai daripada pria. Padahal, pria cenderung lebih bahagia ketika menikah dibandingkan saat masih lajang.

BACA JUGA:

 

Dampak Perceraian Terhadap Kesehatan untuk Pria

Dampak kesehatan kemudian menjadi salah satu dampak yang ditimbulkan sebagai efek dari perceraian.

Perceraian
(Foto: Pixabay)

Dampak kesehatan ini lebih besar dialami oleh pria daripada wanita. Efek negatif yang ditimbulkan adalah perubahan gaya hidup seperti merokok maupun minum alcohol.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jurnal Social Science and Medicine (2012), ketika menikah istri akan mengajak dan menyemangati suami untuk hidup lebih sehat dengan cara berhenti merokok, mengonsumsi alkohol serta berolahraga secara teratur. Namun, hal ini otomatis akan menghilang ketika keduanya bercerai.

Pria Lebih Emosional

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa pria yang telah menikah  cenderung bergantung secara emosional dengan istrinya. sehingga menjadi kurang mandiri dalam melakukan banyak kegiatan tertentu seperti mengepak perlengkapan, makan dan masih banyak lainnya.

Perceraian
(Foto: Pixabay)

Oleh karena itu, menurut studi yang dilakukan oleh British Journal of Sociology, pria cenderung lebih cepat ingin menemukan partner baru atau menikah lagi dibanding wanita. Sedangkan wanita cenderung trauma untuk menikah lagi.

Hal ini terjadi karena pria cenderung lebih bergantung secara emosional dengan pasangannya, sehingga terdapatlah dorongan yang besar untuk menikah lagi.

Meskipun sama-sama mengalami dampak yang berat, namun efek lebih berat akan dirasakan oleh pria karena pria cenderung lebih sedikit menerima dukungan sosial dari teman maupun keluarga. (Sbg/Vania)

Comments