Banyak orang yang menyangka kalau menjadi superhero itu sangat menyenangkan. Tapi apakah benar demikian? (Sumber Marvel)

Sabigaju.com – Setiap kali kita menyaksikan film atau seri superhero Marvel atau DC, tidak dipungkiri kalau kita selalu langsung berkhayal untuk bisa menjadi superhero yang kita saksikan.

Ya siapa sih yang tidak ingin menjadi sosok superhero yang bisa menyelamatkan sekitar plus juga memiliki kekuatan super yang mumpuni?

Namun terlepas kelebihan tersebut, kalau dipikir lagi secara seksama, justru menjadi superhero lebih banyak tidak enaknya daripada enaknya loh!

Dan berikut, adalah 5 alasannya mengapa kami berpendapat demikian.

BACA JUGA:

 

1. Tidak Ada Waktu Istirahat

Menjadi superhero bukanlah seperti pegawai kantoran yang punya jam kerja tetap dari jam 9 pagi sampai pukul 5 sore.

Menjadi Superhero
(Foto: Brandon Hester)

Seorang superhero, harus selalu siaga setiap jam nya bahkan, berhari-hari untuk memantau segala kemungkinan tindakan kriminal yang akan terjadi. Karena faktanya, kejahatan tidak mengenal waktu, dan bisa terjadi kapan saja.

Oleh karenanya, sudah pasti dirinya tidak akan memiliki waktu untuk mengistirahatkan tubuhnya untuk sejenak. Jangankan tidur 8 jam sehari. Untuk duduk santai (chill out) saja, tidak mungkin banget bisa dilakukan.

2. Tidak Memiliki Kehidupan Sosial

Waktu untuk istirahat / santai saja tidak bisa, apalagi menyempatkan diri untuk bersosialisasi alias gaul.

Menjadi Superhero
(Foto: Ilya Nodia)

Ya kalian juga sudah sering lihat sendiri bukan? Pernah gak kalian lihat Superman atau Batman bahkan Captain America hangout  or clubbing ataupun jalan bareng temannya ke tempat dugem?

Kalaupun bisa dan pernah, tetap saja ia tidak bisa lama-lama. Karena sewaktu-waktu “panggilan dinas” memanggil, ia mau tak mau harus meninggalkan seluruh teman atau pacarnya di tengah mall tersebut.

3. Mati-Matian Menyembunyikan Identitas

Seorang superhero umumnya tidak ingin identitas aslinya menjadi konsumsi publik. Hal ini, tentunya dikarenakan ia tidak ingin membuat celaka dirinya dan orang-orang terdekatnya.

Menjadi Superhero
(Sumber: YouTube)

Alhasil, dia mau tak mau harus pintar-pintar mencari akal setiap harinya agar identitasnya tidak bocor. Dan seperti yang kita sering kita lihat, usaha ini tidaklah mudah sama sekali.

4. Jomblo Forever

Memang tidak semua superhero seperti ini. Tapi seringkali, karena double life yang dijalaninya, diapun mau tak mau harus melepas kekasihnya atau memang tidak ingin berkomitmen lebih jauh.

Tentunya sekali lagi, ini demi untuk melindungi sosok yang dikasihinya tersebut. Contoh super nyata yang bisa kalian lihat adalah di dua adaptasi Film Spider-Man dulu (baca: versi Tobey dan Andrew).

Menjadi Superhero
(Sumber: coreymondello)

Gara-gara si kekasih dan musuhnya sudah tau bahwa Spidey adalah Peter, alhasil si kekasih kerap terancam nyawanya.

Bahkan di kasus The Amazing Spider-Man-nya Andrew, si kekasih Gwen Stacey (Emma Stone) sampai tewas gara-gara Harry Osborn aka Green Goblin (Dane Dehaan) mengetahui bahwa Spidey adalah peter.

5. Menjadi Superhero itu Harus Siap-Siap Bangkrut

Seperti yang dikatakan di poin pertama, superhero bukanlah kerja kantoran. Jadi selain tidak memiliki waktu yang fix, juga pekerjaan ini tidaklah dibayar sama sekali.

Sehingga tidak heran, apabila superhero seperti Peter Parker kerap dikejar-kejar oleh bapak kos-nya untuk segera membayar uang kost-nya. Oke katakanlah seperti Batman, Iron Mana adalah sosok yang yang memang notabene kaya raya.

Menjadi Superhero
(Foto: Christina Czybik/Barcroft Images)

Namun walau banyak uang pun, tak dipungkiri mereka kerap “rugi bandar” karena selalu mengeluarkan banyak pengeluaran untuk membetulkan kembali kostum atau gadget mereka yang rusak setelah dihajar oleh musuhnya.

Hal ini, belum ditambah lagi dengan biaya operasional rumahnya, konsumsi, dan bensin (apabila ia menggunakan kendaraan).

Jadi kalau memang ingin survive, dalam hidup ini dan dilirik oleh calon ayah mertua, maka hindarilah pekerjaan superhero ini. Setuju gag kamu? (Sbg/Rig)

Comments