Istilah jihad
Pelaku aksi teror di Kota Surabaya menyebut aksi mereka sebagai wujud dari jihad untuk memperjuangkan kepentingan agama. . (Foto: Instagram)

Sabigaju.com – Sejak aksi teror berupa ledakan bom di beberapa tempat di Jawa Timur lalu, istilah jihad kembali hangat diperbincangkan. Istilah jihad menjadi topik obrolan di berbagai media.

HAl itu tidak lain karena pelaku aksi teror tersebut menyebut aksi mereka sebagai wujud dari jihad untuk memperjuangkan kepentingan agama. Namun, apa sih sesungguhnya arti dari istilah jihad?

Dikutip dari bbc.co.uk, secara harfiah jihad bisa diartikan perjuangan atau usaha, dan mengacu pada perjuangan dari perang suci. Istilah jihad memang identik dengan umat muslim.

Baca juga: Pengeboman di Surabaya Berkaitan dengan Penusukan di Paris

Dimanfaatkan Kaum Extrim

Muslim menggunakan kata jihad pada umumnya untuk menggambarkan tiga jenis perjuangan seperti, perjuangan dalam diri internal seorang muslim untuk meneguhkan iman dalam dirinya sebaik mungkin.

Hal lainya perjuangan untuk membangun masyarakat muslim yang baik, dan perjuangan untuk membela Islam dengan seluruh kemampuan yang ada, bahkan jiwa pun kalau perlu dikorbankan.

Sayangnya, beberapa aliran islam ekstrimis seperti ISIS memaknai istilah jihad dengan berfokus pada dua jenis perjuangan semata.

Perjuangan untuk membangun masyarakat muslim yang baik, dan perjuangan untuk membela Islam dengan seluruh kemampuan yang ada, bahkan jiwa pun kalau perlu dikorbankan.

Dan, cenderung mengabaikan jenis pertama tentang perjuangan yang bersifat personal dan sesungguhnya paling penting sebelum menapaki jenis perjuangan berikutnya. Jenis jihad tersebut sering juga disebut dengan istilah jihad internal.

BACA JUGA: 

Aksi Teror Bom Kembali Guncang Surabaya, Malpolrestabes Surabaya jadi Sasaran 

Jihad sebagai Perjuangan Spiritual Internal

Banyak penulis modern juga yang mengungkapkan bahwa makna jihad yang utama adalah perjuangan spiritual internal.

Istilah Jihad yang semata-mata ditafsirkan sebagai perang tak bisa sepenuhnya dianggap benar.

Oleh karena itu, perlu pemahaman yang benar-benar tuntas untuk memaknai jihad pada konteks Islam yang penuh kedamaian dan kesejukan.

BACA JUGA: Buntut Teror Bom Surabaya, Warganet Usung Tagar Kami Tidak Takut

Karena hal itu pula, istilah jihad yang digunakan untuk melabeli para pelaku teror bom dan penganiayaan aparat kepolisian belakangan ini tak bisa dibenarkan.

Apalagi Nabi Muhammad SAW juga menyebut jihad internal sebagai salah satu jihan yang dianggap lebih besar.

Meski pun beberapa pihak memang menyangkal penyataan Nabi tersebut karena dianggap berasal dari sumber yang kurang shahih.

BACA JUGA : Bom Bunuh Diri Guncang Surabaya, Tiga Gereja Meledak

Banyak di antara mereka yang tetap menganggap penggunaan istilah jihad berarti perang suci dan hal ini dianggap lebih penting atau lebih tepat.

Mungkin mengartikan jihad sebagai perang suci akan tepat bila dalam konteks yang berbeda.

Pasalnya, suatu istilah bisa memiliki arti yang tak sama tergantung digunakan dalam konteks yang seperti apa.

Apabila kata jihad digunakan untuk menyerang umat dari keyakinan lain yang sama sekali tidak mengusik umat muslim, maka tentu saja hal tersebut jatuh pada artian tindak kriminal atau tindakan meneror.

Dan, ajaran muslim yang berpegang teguh pada kedamaian serta kasih sayang tidak mengenal hal tersebut. (Sbg/Erny)

Comments