berselingkuh

Sabigaju.com – Punya pasangan yang “sempurna” untuk menemani hingga masa tua nanti adalah idaman setiap orang. Tapi definisi akan pasangan yang sempurna itu sendiri terasa mustahil karena tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Bisa jadi Anda punya pasangan yang mapan, good-looking, cerdas, dan pengertian. Hubungan Anda sangat tenang dan terlihat bahagia, namun Anda merasa ada sesuatu yang kurang dari hubungan Anda. Perasaan ini yang memancing Anda untuk mencoba melakukan hal “terlarang” dalam sebuah hubungan yaitu, selingkuh.

Apapun alasannya, selingkuh memang sesuatu salah. Siapa sih yang akan kalem-kalem saja kalau punya pasangan yang selingkuh? Anda sendiri mungkin akan kesulitan untuk memaafkan/menerima kembali pasangan Anda apabila dia berselingkuh. Tapi, ada alasan psikologis mengapa seseorang bisa benar-benar ketagihan berselingkuh.

1. Haus Akan Afeksi dan Perhatian

Apabila Anda berada dalam suatu hubungan yang sudah lama terjalin, kemungkinan dilanda perasaan bosan satu sama lain pasti ada. Padahal selama ini hubungan Anda rasanya stabil dan baik-baik saja. Tapi perasaan bosan bisa membuat Anda/pasangan mencari pelarian hanya untuk merasakan tantangan.

Mendapatkan afeksi dan perhatian dari orang di luar hubungan akan terasa jauh lebih menantang dan berbeda daripada dengan pasangan. Hal ini mampu memicu adrenalin dan perasaan menggebu-gebu yang sama seperti sedang dilanda kasmaran lagi. Tapi biasanya perasaan tersebut hanya berjalan sesaat karena pelakunya akan dihadapkan pilihan untuk kembali ke pasangannya atau meneruskan aksinya lagi.

2. Merasa Tidak Bahagia dan Tidak Dihargai

Selain bosan, ketidakbahagiaan yang dirasakan secara konstan juga memicu seseorang untuk berselingkuh. Berbeda dengan perasaan bosan, perasaan tidak bahagia ini biasanya dipicu oleh konflik yang sama secara berulang-ulang dan tidak ada kesepahaman dari Anda/pasangan untuk menyelesaikannya. Parahnya, baik Anda/pasangan merasa enggan untuk membicarakannya secara jujur untuk menemukan solusinya.

Perlu diingat, dalam suatu hubungan, tanggung jawab mengenai komitmen tidak bergantung hanya pada satu orang saja, melainkan keduanya. Baik Anda/pasangan harus membicarakannya dengan terbuka apabila ada sesuatu yang salah di dalam hubungan. Saat seseorang merasa tidak bahagia dalam hubungan yang sedang dijalaninya, memilih untuk jujur atau mengakhiri hubungan akan terasa lebih bijak daripada harus berselingkuh.

3. Mencari Kesempatan untuk Dapat yang “Lebih Baik”

Belum menikah tapi sudah hobi selingkuh? Mereka yang sudah terbiasa dengan track record sebagai pelaku perselingkuhan biasanya akan tetap melakukan aksinya saat sudah menikah. Mungkin mereka akan menjaga komitmen di awal pernikahan. Namun saat ada kesempatan untuk berselingkuh di belakang pasangan, mereka tidak akan menyia-nyiakannya.

Kesempatan untuk berselingkuh biasanya digunakan untuk mendapatkan apa yang dirasa “lebih baik” dari pasangannya. Mereka tidak akan puas untuk melakukannya sekali saja karena pada hakikatnya yang “lebih baik” akan selalu ada dan tidak akan ada habisnya.

Itulah beberapa alasan mengapa seseorang benar-benar ketagihan berselingkuh. Ada baiknya Anda dan pasangan selalu terbuka dengan masalah-masalah yang ada pada hubungan kalian untuk menghindarinya. Bagaiman menurut Anda? (Sbg/Er)

Comments