Sabigaju.com – Hingga kini celana jeans selalu menjadi busana favorit banyak orang. Kehadirannya menjadi lambang tampilan casual dan diklaim sebagai outfit sepanjang masa.

Namun, mengapa kebanyakan warna jeans yang beredar di pasaran adalah biru? Apakah karena itulah, kita kerap menyebut jeans dengan sebutan “blue jeans”.

Lantas, pertanyaannya adalah mengapa harus warna biru?

Alasan Mengapa banyak Celana Jeans yang Berwarna Biru

Dilansir dari Business Insider, awalnya warna biru itu berasal dari pewarna nila alami. Pewarna itu dipilih agar mudah menyerap pada kapas yang menjadi bahan baku celana jeans.

Dalam sebuah video di laman tersebut dijelaskan, saat dipanaskan, sebagian besar pewarna menembus serat kapas tapi pewarna nila menempel pada permukaan serat.

Sebuah celana jeans yang semakin sering dicuci, mengakibatkan molekul pewarnanya berangsur-angsur terkikis, dan warna biru pada jeans kian memudar. (Foto: Instagram _s.p.c.c)
Sebuah celana jeans yang semakin sering dicuci, mengakibatkan molekul pewarnanya berangsur-angsur terkikis, dan warna biru pada jeans kian memudar. (Foto: Instagram _s.p.c.c)

Hal itu pula yang menyebabkan celana jeans semakin sering dicuci, molekul pewarnanya berangsur-angsur terkikis, dan warna biru pada jeans kian memudar. Istilah belel mungkin tepat untuk menggambarkan warna signature dari jeans yang sering dicuci.

Setiap satu celana jeans membutuhkan 3-12 gram pewarna pakaian. Setiap tahun, industri cat memproduksi ratusan ribu ton zat pewarna untuk jeans. Kebanyakan digunakan pada tahun yang sama untuk memproduksi jeans.

Natural indigo merupakan pewarna alami yang diekstrak dari tanaman dalam genus indigofera, yang merupkan tumbuhan asli daerah tropis. Setiap tahunnya sektiar 20 ribu ton tanaman indigo ini diproduksi untuk menghasilkan warna biru dan digunakan dalam proses pembuatan jeans.

Belakangan, kebanyakan jeans memakai pewarna indigo sintetis, Pewarna ini hanya akan melekat pada satu sisi luar jeans saja, sedangkan bagian dalamnya tetap putih. (Foto Instagram levis)
Belakangan, kebanyakan jeans memakai pewarna indigo sintetis, Pewarna ini hanya akan melekat pada satu sisi luar jeans saja, sedangkan bagian dalamnya tetap putih. (Foto Instagram levis)

Namun belakangan, kebanyakan jeans memakai pewarna indigo sintetis yang lebih pintar dari cat natural indigo.

Warna ini hanya akan melekat pada satu sisi jeans saja, sedangkan bagian dalamnya tetap putih. Cara ini bisa menghemat zat pewarna yang dibutuhkan untuk memberikan warna pada jeans.

Alasan ini juga yang membuat banyak jeans berwarna biru di bagian luar tapi putih di bagian dalamnya.

Celana Jeans Busana Abadi

Tren celana Jeans selalu muncul kembali dari waktu ke waktu. Tak berlebihan rasanya jika menyebut celana berbahan denim ini sebagai busana abadi. (Foto Instagram levis)
Tren celana Jeans selalu muncul kembali dari waktu ke waktu. Tak berlebihan rasanya jika menyebut celana berbahan denim ini sebagai busana abadi. (Foto Instagram levis)

Tren denim selalu muncul kembali dari waktu ke waktu. Tak berlebihan rasanya jika menyebut denim sebagai busana abadi dan tak pernah kehilangan pesona.

Di tengah arus mode yang terus berganti-ganti, denim tetap saja memiliki tempat sepesial di hati banyak orang.

Bayangkan, berapa banyak jeans diproduksi setiap tahunnya? Ini artinya jeans tetap tidak akan ketinggalan zaman hingga puluhan tahun mendatang. (Sbg/Rig)

Comments