Cowok Cool
Foto: Xexe.club

Sabigaju.com – Jika Dibagi lewat karakter ke dalam dua kelompok besar, maka kita makan mendapatkan 2 karakter cowok. Cowok nyinyir yang notabene menyebalkan serta cowok cool yang misterius dan bikin penasaran.

Jika cowok nyinyir sangat sibuk membicarakan banyak hal dengan sinis , Maka cowok cool nggak banyak bicara tentang kesehariannya, termasuk tentang perasaannya. Tapi, dia seolah memiliki daya magnet yang begitu kuat sehingga kamu semakin penasaran dan ingin lebih dekat dengannya.

Lantas apa sih yang membuat cowok cool itu punya daya tarik tersendiri yang bisa bikin banyak cewek betah memandangi mereka dari jauh.  Mau tahu alasannya? Simak yuk.

BACA JUGA:

Asumsi Para Cewek Menggilai Cowok Cool

Tipe pria cool atau kalem ternyata banyak mencuri hati kaum wanita. Kenyataan itu tak dapat disangkal, terutama saat para ilmuwan dapat menjelaskan mengapa hal itu terjadi.

Penelitian tentang apa yang membuat pria digilai para wanita sering kali hanya terfokus pada faktor testosteron.

Hal ini karena testosteron selalu dikaitkan dengan maskulinitas seperti rahang yang besar atau alis lebih berat, dan biasanya berhubungan dengan kesehatan jangka panjang yang lebih baik.

Awalnya, alasan-alasan itu masuk akal karena dari sudut evolusi, wanita memang terpikat pada laki-laki dengan kadar testosteron tinggi.

Pria dengan Kortisol Rendah Menarik Kaum Hawa

Akan tetapi kajian terbaru mengungkapkan, pria dengan kadar testosteron tinggi tidak otomatis menarik minat para wanita.  Sebab, ada kaum Hawa yang menilai pria dengan testosteron tinggi sarat akan kelemahan jangka panjang.

Hal itu dikuatkan dengan penelitian Fhionna Moore, seorang Ekolog Perilaku Manusia dari Universitas Abertay Dundee, Skotlandia yang memfokuskan pada hormon stres atau kortisol.

Menurut Fhionna, hormon kortisol yang tinggi juga dapat menekan sistem kekebalan tubuh, bahkan fungsi reproduksi.

Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa akan masuk akal jika perempuan lebih suka pria dengan kadar kortisol rendah – yaitu, mereka yang tidak mudah stres

Kaitan Kortisol dengan  Cowok Cool

Tingkat kortisol dan testosteron mahasiswa diukur melalui sampel air liur yang dikumpulkan.

Selanjutnya, para peneliti meminta 42 mahasiswi perempuan dari universitas berbeda untuk menilai langsung daya tarik, maskulinitas dan kesehatan para mahasiswa laki-laki berdasarkan fotonya.

Hasilnya, mahasiswa laki-laki dengan kadar kortisol rendah dinilai lebih menarik dibanding orang-orang dengan tingkat kortisol tinggi.

Sementara kadar testosteron tidak terkait dengan daya tarik, maskulinitas atau kesehatan.

Cowok Cool  Bikin Cewek Merasa Aman

Para peneliti juga meneliti foto 43 mahasiswa perempuan heteroseksual untuk melihat foto para laki-laki saat mereka dalam masa subur ataupun tidak.

Hal ini memungkinkan para ilmuwan untuk melihat efek hormon wanita dan kesuburan berhubungan dengan persepsi terhadap laki-laki.

Hasilnya, ketika perempuan dalam masa subur, maka orang-orang dengan tingkat kortisol rendah (tipe pria cool) dianggap sebagai lebih menarik dibanding laki-laki dengan tingkat kortisol tinggi.

“Kami berspekulasi bahwa laki-laki dengan kortisol rendah memiliki sesuatu yang diinginkan perempuan karena mendapatkan rasa aman. Ini bisa jadi contoh yang baik kesehatan yang baik atau respon yang sehat terhadap stres,” tutupMoore yang mempublikasikan temuannya dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B. beberapa waktu lalu (Sbg/Rig)

 

Comments