Sabigaju.com –  Kehebohan   sejumlah warga hingga seleb  Internasional mengenakan baju Hazmat untuk menghindari infeksi Virus Corona  menimbulkan pertanyaan, apakah hal itu benar-benar bisa melindungi kita saat beraktivitas di tempat umum?

Nah,  sejumlah pakar kesehatan rupanya punya sudut pandang bahwa mengenakan Baju hazmat bukan langkah terbaik bagi masyarakat untuk mencegah penularan virus Corona:

Berikut alasannya:

1. Nggak Jaminan Kebal dari Virus

Meski baju hazmat kerap digunakan sebagai pelindung oleh tenaga medis, namun menurut Direktur Harvard Global Health Institute, Dr. Ashish K. Jha masyarakat  sebiknya berpikir ulang untuk mengenakannya saat beraktivitas

“Mungkin itu menyenangkan. Namun dari sudut pandang keamanan dan higienitas, itu merupakan bencana,” katanya.

Jha menambahkan, seperti masker bedah yang sekarang kini banyak dikenakan orang, tindakan perlindungan heboh seperti memakai APD hanya berguna bagi mereka yang sudah terinfeksi, sehingga dapat melindungi orang lain agar tidak tertular.

BACA JUGA: Gaes, Virus Corona Tidak Menular Lewat Udara!

Public shaming terlontar kepada warga yang menggunakan hazmat saat berbelanja
(Foto Twitter)

Dengan kata lain, melindungi diri tidaklah sesederhana hanya dengan mengenakan baju hazmat.

“Biasanya, ada protokol khusus yang harus kamu ikuti, atau kamu akhirnya benar-benar menulari diri sendiri,” kata Jha.

Ia mencontohkan ketika menangani wabah Ebola, ada banyak tenaga medis yang terinfeksi meskipun mereka sudah dibekali pelatihan. Penyebabnya, masih banyak tenaga kesehatan yang saat itu tidak cukup hati-hati dan mengikuti aturan yang tepat tentang cara melepaskan pakaian tersebut.

Kekhawatiran lain adalah bahwa baju hazmat memiliki kesan seperti kostum superhero.

“Dugaan saya adalah mereka mungkin merasa lebih tak terkalahkan karena mereka berpakaian seperti itu. Membuat mereka jadi kurang berhati-hati,” katanya.

BACA JUGA: Public Shaming Buat Orang yang Lebay Menghindari Corona

2. Tidak Efektif Tanpa Pelatihan

Pandangan senada juga datang dari Profesor epidemiologi dari Kent State University, Tara Smith. Fenomena masyarakat mengenakan baju hazmat tersebut sudah diamati olehnya.

Ia mengaku sangat skeptis dengan cara orang awam mengenakan pakaian tersebut. Menurutnya, tanpa pelatihan dan pengepasan yang tepat, baju hazmat dan APD lainnya tidak akan efektif ”

Baju Hazmat
(Foto: Instagram.com/tanner_ming)

Sarung tangan hanya akan melindungi kita jika kita melepasnya dengan cara yang benar, atau kita hanya akan mengontaminasi tangan kita sendiri ketika melepasnya,” kata Smith.

“Dan jika sarung tangan tersebut terkontaminasi dan kamu menyentuh objek lain (seperti produk makanan) maka kita hanya akan membawa kontaminan itu pulang.

” Cara terbaik melindungi diri Jika kamu pernah tergoda untuk membeli APD sendiri, pikirkanlah bahwa memakai masker atau baju hazmat saja mungkin belum cukup untuk melindungimu dari infeksi virus.

BACA JUGA: Kacamata Bisa Jadi APD Saat Pandemi Corona

3. Cuma Cari Perhatian

Menurut Direktur program epidemiologi genetik dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Priya Duggal, mengira orang-orang yang mengenakan baju hazmat di publik hanyalah mencari perhatian.

Baju Hazmat
(Foto: Instagram.com/naomi)

“Mempraktikkan teknik pembatasan sosial yang baik termasuk menghindari pertemuan besar, mencuci tangan dan membatasi kontak dengan orang lain cukup untuk mengurangi penularan Covid-19,” katanya.

“Cara itu memang tidak sempurna, tetapi itu berhasil. Mengenakan pakaian hazmat juga efektif tetapi berpotensi menciptakan rasa aman yang salah bagi individu dan meningkatkan kecemasan pada orang-orang di sekitar mereka.” tegasnya

So, kamu nggak perlu ikutan lebay ya gaes mengenakan baju hazmat untuk beraktivitas. (Sbg/Rig)

Comments