Bercanda
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Ada beragam respon diperlihatkan para pengguna media sosial (medsos) terkait pandemi virus COVID-19 mulai dari keprihatinan, kewaspadaan hingga bercanda kelewat batas.

Tak sedikit dari anggota masyarakat yang menjadikan COVID-19 ini sebagai bahan bercanda, terutama di media sosial untuk menunjukkan eksistensi diri mereka masing-masing.

Apakah wajar kita membuat candaan soal Virus COVID-19?

BACA JUGA: Physical Distancing: Pentingnya Menjaga Jarak Fisik Bukan Hati

Soal Adab dan Kepantasan

Belum lama ini pemilik akun @rizkidwika yang membuat thread yang berisi berbagai statement politikus yang jadikan virus corona sebagai candaan.

Mungkin maksud para pejabat adalah untuk menghibur dan bercanda, namun tema dan situasi nampaknya tidaklah pada tempatnya.

Thread ini lalu mendapat berbagai komentar dari netizen. Banyak yang berharap jika pandemi global ini sebaiknya tidak dijadikan candaan.

Sangat disayangkan kalau masih ada yang menyebar konten ataupun pernyataan bercanda yang kelewat batas. di tengah suasana duka lantaran kematian manusia yang terus berjatuhan serta dunia yang sedang ketakutan.

BACA JUGA: Ngumpul Sama Teman, Ide Buruk Ditengah Pandemi COVID-19

Kedepankan Empati Bukan Guyonan

Selain berbahaya bagi kesehatan, Pandemi virus COVID-19  benar-benar memukul sektor ekonomi. Dan ini pula yang menjadi alasan bagi kita untuk tidak bercanda kelewat batas.

Hal ini tentunya penting mengingat semua orang punya suasana hati yang berbeda-beda tiap harinya yang mungkin gak dapat diprediksi oleh kita.

Ada banyak hal yang gak bisa dijadikan bahan bercanda, contohnya seperti fisik, orang tua, keluarga, finansial, strata sosial, dan urusan privasi lainnya yang bersifat personal termasuk Pandemi COVID-19 saat ini.

Jagalah perasaan pedih pengusaha travel yang tiba-tiba sepi order karena klien takut bepergian, penjual alat tulis yang sepi pembeli karena sekolah libur, pengusaha hotel yang okupansinya melorot drastis sementara dia tetap harus membayar gaji karyawan, tukang parkir tempat wisata yang terpaksa seharian menganggur.

Memang, rasa humor dan bercanda adalah tanda bahwa kita masih sehat secara rohani. Bahkan ada yang mengatakan bahwa tertawa dapat menyembuhkan banyak penyakit jasmani.

Ada adab dan batasan untuk bercanda, utamakanlah berempati saat Pandemi COVID-19 ini. Jika kita tidak dapat membantu mereka yang sudah menjadi korban janganlah kamu menjadikan para korban menjadi bahan bercanda. (Sbg/Rig)

Comments