Indonesia menargetkan bebas dari penyakit malaria pada tahun 2030 mendatang. (Foto: netdoctor.com)

Sabigaju.com – Indonesia termasuk negara di Asia Tenggara yang masih sering diterpa kasus malaria. Kasus malaria di Indonesia banyak menyerang daerah-daerah di Indonesia timur. Sampai saat ini pun kasus malaria belum bisa dibasmi oleh pemerintah secara tuntas.

Walau begitu, bukan berarti pemerintah tidak melakukan upaya maksimal untuk mengatasi masalah malaria ini. Apalagi pemerintah telah berkomitmen untuk berusaha semaksimal mungkin mengatasi malaria sehingga Indonesia targetkan bebas malaria tahun 2030 mendatang.

BACA JUGA: Makanan Ini Harus Dihindari Jika Anda Memiliki Penyakit Maag

Komitmen tersebut disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Vektor dan Zoonosis Kementerian Kesehatan, Jane Soepardi di Jakarta pada Senin (23/04) kemarin. Dikutip dari krjogja.com, Jane mengungkapkan bahwa komitmen untuk membasmi malaria sudah dilakukan sejak pemerintahan Soekarno. Komitmen tersebut merupakan yang pertama kalinya dan ditandai dengan pembasmian serta penyemprotan insektisida DDT (Dichloro-diphenyl Tricholoethane) di Yogyakarta pada tahun 1959. Gerakan untuk membasmi malaria juga dilakukan oleh SBY pada tahun 2009. Lalu pada tahun 2014 dalam pertemuan kepala negara se-Asia Pasifik, Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan bahwa Indonesia harus bebas malaria tahun 2030.

Upaya pun disusun guna menyukseskan target Indonesia bebas malaria. Jane mengungkapkan bahwa akan diluncurkan kampanye “Ready to Beat Malaria” sebagai upaya untuk meningkatkan masyarakat tentang bahaya malaria. Usaha tersebut diperlukan mengingat kasus malaria di Asia Tenggara memang masih cukup tinggi. Data dari WHO juga menunjukkan angka orang yang terjangkit malaria di Asia Tenggara pada tahun 2016 mencapai sekitar 15 juta orang atau sekitar 7% dari jumlah keseluruhan di dunia. Sementara kurang lebih 27 ribu orang meninggal karena malaria. Angka korban malaria baik yang terjangkit hingga yang meninggal sebenarnya menunjukkan penurunan. Akan tetapi penurunan yang terjadi masih cukup lambat.

BACA JUGA: Mengenal Penyakit MND yang Diidap Stephen Hawking

Dr. Vinod Bura dari WHO Indonesia mengatakan malaria banyak menjangkiti masyarakat di daerah kantung terpencil. Untuk membasminya diperlukan upaya cakupan kesehatan semesta dalam sistem kesehatan. Kontribusi bersama antara pemangku kepentingan dengan sektor lain merupakan hal yang penting untuk mewujudkan Indonesia bebas malaria.

Menurut Bura upaya yang dilakukan oleh pemerintah memang sudah benar, tetapi perlu diingat bahwa usaha lintas sektor sangat diperlukan. Hal itu juga berguna untuk mempercepat eliminasi malaria. Menurutnya, upaya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap malaria harus terus ditingkatkan mengingat anak-anak dan ibu hamil menjadi sektor yang paling rawan terjangkit penyakit tersebut.

Pemasangan kelambu dan penyemprotan guna membasmi malaria menurut Vinod Bura masih cukup signifikan untuk mengatasi malaria. Dikutip dari okezone.com, menurutnya jika pemakaian kelambu, penggunaan obat semprot dalam ruangan dan penemuan kasus meningkat, kita dapat menghapus malaria. Juga pengobatan malaria. (sbg/Erny)

Comments