Sabigaju.com – Hari ini Rabu (22/8) umat Muslim di Tanah Air merayakan Hari Raya Idul Adha. Hari Raya Idul Adha adalah hari besar keagamaan yang selalu dinantikan dan menjadi momen menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama.

Caranya, dengan menyembelih dan membagikan hewan kurban berupa sapi, kambing, atau domba kepada orang-orang yang tidak mampu.

Nah beberapa daerah di Indonesia ternyata memiliki tradisi unik menyambut Idul Adha, apa saja tradisi tersebut simak ulasannya berikut ini:

1. Apitan, Tradisi Unik Menyambut Idul Adha di Semarang

Tradisi unik menyambut Idul Adha asal Semarang ini dilakukan sebagai rasa syukur atas rezeki berupa hasil bumi yang diberikan, masyarakat Semarang selalu melakukan apitan.

Masyarakat di Semarang melakukan tradisi Apitan untuk menyambut hari raya idul Adha. (Foto Instagram)
Masyarakat di Semarang melakukan tradisi Apitan untuk menyambut hari raya idul Adha. (Foto Instagram)

Tradisi ini ditandai dengan pembacaan doa untuk keselamatan warga dan dilanjutkan dengan melakukan arak-arakan.

Nantinya, warga akan berebut mengambil iring-iringan berupa hasil pertanian, seperti padi, jagung, terung, cabai, tomat, dan sejenisnya. Masyarakat setempat percaya bahwa hasil bumi yang mereka peroleh akan membawa berkah.

2. Manten sapi di Pasuruan

Tradisi unik menyambut Idul ini adalah kebiasaan yang dilakukan masyarakat Pasuruan untuk menghormati hewan kurban yang akan disembelih.

Menariknya, sapi-sapi warga yang hendak dijadikan kurban akan didandani secantik mungkin layaknya pengantin.

Salah satu tradisi unik yang dciadakan untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha adalah tradisi Manten sapi di Pasuruan. (Foto: Foto: Twitter rapmafmums)
Salah satu tradisi unik yang dciadakan untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha adalah tradisi Manten sapi di Pasuruan. (Foto: Foto: Twitter rapmafmums)

Hewan tersebut juga akan diberikan kalung bunga tujuh rupa, lalu dibalut dengan kain kafan, serban, dan sajadah. Selain untuk membungkus jenazah sebelum dimakamkan, kain kafan juga menjadi tanda kesucian orang yang berkurban.

Setelah sapi disembelih, ibu-ibu akan turut meriahkan tradisi ini dengan membawa bumbu masak dan peralatan dapur untuk acara makan bersama.

3. Mepe Kasur di Banyuwangi

Masyarakat Using di Banyuwangi memiliki tradisi unik  menyambut Idul Adha yang dikenal dengan istilah mepe kasur atau menjemur kasur.

Tradisi unik menyambut Idul Adha lainnya adalah Mepe Kasur di Banyuwangi. (Foto Instagram)
Tradisi unik menyambut Idul Adha lainnya adalah Mepe Kasur di Banyuwangi. (Foto Instagram)

Tradisi ini selalu diadakan setiap mendekati Idul Adha.  Mepe kasur menjadi cara masyarakat setempat menghormati datangnya bulan Zulhijah. Warga juga percaya bawa tradisi menjemur kasur menjadi cara untuk menolak bala, sekaligus menjauhkan segala hal-hal buruk dari rumah.

4. Grebeg Gunungan di Yogyakarta

Di Yogyakarta, tradisi unik menyambut Idul Adha dilakukan lewat grebeg gunungan. Tradisi Grebe gunungan juga diadakan saat perayaan hari besar agama Islam Idul Fitri,

Tradisi Grebeg Gunungan menyambut Idul Adha yang diadakan Keraton Yogyakarta. (Foto Instagram)
Tradisi Grebeg Gunungan menyambut Idul Adha yang diadakan Keraton Yogyakarta. (Foto Instagram)

Acara puncaknya adalah pada saat warga memperebutkan ketiga gunungan dengan penuh semangat. Mereka percaya bahwa makanan yang berhasil diambil dari gunungan bisa mendatangkan rezeki.

5.  Tradisi Kaul Negeri dan Abda’u di Maluku Tengah

Masyarakat Negeri Tulehu di Maluku Tengah memiliki tradisi unik menyambut Idul Adha. Tradisi kaul negeri dan abda’u selalu dirayakan setelah usai melaksanakan salat Idul Adha.

Tradisi Kaul Negeri yang berlangsung di Tulehu, Maluku Tengah. (Foto Instagram)
Tradisi Kaul Negeri yang  diadakan untuk menyambut hari raya Idul Adha di Tulehu, Maluku Tengah. (Foto Instagram)

Tradisi Kaul Negeri ini merupakan acara adat menggendong tiga kambing menggunakan kain, layaknya menggendong anak kecil, oleh para pemuka adat dan agama. Nantinya, ketiga kambing tersebut akan disembelih dan dagingnya dibagikan kepada fakir miskin.

Kemeriahan tradisi abdau yang diadakan usai Sholat Idul Adha di Tulehu, Maluku Tengah. (Foto Instagram)
Kemeriahan tradisi abdau yang diadakan usai Sholat Idul Adha di Tulehu, Maluku Tengah. (Foto Instagram)

Sementara itu, abda’u merupakan tradisi merebut bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh ribuan pemuda di Desa Tulehu, Ambon. Tradisi ini diselenggarakan untuk mempererat hubungan persaudaraan antar pemuda.

6. Tradisi Toron Warga Madura

Para penduduk pulau Madura memiliki kebiasan  yang mewajibkan sebagian besar penduduk  yang merantau untuk segera pulang ke Madura saat Hari Raya Idul Adha tiba. Tradisi ini dikenal dengan istilah Toron

Sebuah mobil warga asal Madura tengah melintas di Jembatan Suramadu. Jelang perayaan Idul Adha biasanya wrga madura berbondong bondong mudik ke kampung halaman tradisi ini dinamakan toron.(Foto Instagram inimadura)
Sebuah mobil warga asal Madura tengah melintas di Jembatan Suramadu. Jelang perayaan Idul Adha biasanya wrga madura berbondong bondong mudik ke kampung halaman tradisi ini dinamakan toron.(Foto Instagram inimadura)

Bahkan perayaan hari raya Idul Adha menjadi jauh lebih ramai dan berkesan dibanding hari raya Idul Fitri. Lonjakan arus mudik dapat terlihat di pelabuhan tanjuk Priok Surabaya dan jembatan Suramadu setiap tahunnya jelang hari raya kurban. (Sbg/Rig)

Comments