(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Apakah kamu pernah mengalami merasa enggak pantas bahkan merasa cemas dan khawatir kalau dirimu telah berhasil meraih prestasi ataupun kesuksesan namun dihantui perasaan tidak berhak mengakuinya?

Atau kamu terlalu sering selalu mempertanyakan dirinya sendiri atas pencapaian atau prestasi yang telah diraih, hingga merasa kalau kesuksesan yang berhasil diraih merupakan bentuk dari keberuntungan atau kebetulan semata?

Wah, jika kamu sering mengalami hal itu jangan jangan kamu mengalami imposotor Syndrome nih, Yuk Kia Cek

BACA JUGA: Penat Saat Harus Mencari Kerja? Begini Cara Mengatasinya! 

Bisa Bikin Depresi

Fenomena impostor ini pertama kali dimunculkan oleh Psikolog Rose Clance dan Suzanne Imes pada tahun 1978.

Di awal penelitian diketahui sindrom ini banyak dijumpai pada wanita cerdas dengan capaian prestasi tinggi.

Lalu, penelitian terus berlanjut dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa impostor syndrom tidak hanya pada wanita, tetapi juga ditemukan pada pria.

Rasa Ragu telah meraih prestasi bia menimbulkan kecemasan
(Foto: Freepik.com)

Seseorang dengan impostor syndrome tak pernah berhenti meragukan apakah keberhasilan yang diraih merupakan cerminan dari kemampuannya dan orang tersebut memiliki ketakutan kondisinya itu diketahui orang lain dan dianggap sebagai penipu.

Impostor syndrome sendiri hingga kini  tidak masuk dalam klasifikasi gangguan jiwa. Kendati begitu, sindrom ini umum dijumpai dalam kehidupan dan cukup mengganggu karena jika terus menerus terjadi dapat menimbulkan kecemasan, stres, bahkan depresi.

Menurut paneliti Valerie Young, ada beberapa tipe impostor syndrome dalam pekerjaan dan keseharian .  Yuk kita cek

1. Si Perfeksionis

(Ilustrasi: Pixabay)

Orang dengan tipe perfeksionis selalu menetapkan target yang terlampau tinggi untuk dirinya.

Ketika mereka gagal meraihnya, mereka akan sangat meragukan dan khawatir dengan dirinya sendiri. Orang-orang dengan tipe ini ingin segala sesuatuanya diselesaikan dengan benar.

2. Superhero

(Foto: serendipitylabs.com)

Tipe superhero adalahorang-orang yang meyakini kalau mereka penipu di antara rekan-rekannya.

Mereka terlalu mendorong dirinya terlalu keras dan memaksakan dirinya untuk selalu menjadi ‘superhero’ alias bekerja lebih keras daripada orang-orang di sekitarnya.

BACA JUGA: Cemas Berlebihan Akan Virus Corona Bisa Bikin Hypochondria 

The expert alias si ahli adalah tipe orang yang mengukur kompetensinya berdasarkan apa dan seberapa banyak hal yang mereka tahu atau mereka mampu lakukan untuk meraih prestasi.

Imposotor Syndrome bisa membuat seseorang merasa cemas kalau diriya tidalk kompeten
(Foto: Freepik.com)

Orang-orang tipe ini enggak akan puas, hingga merasa bahwa mereka mengetahui semua hal. Mereka sangat takut terekspos sebagai orang yang tidak berpengalaman atau tidak berpengetahuan.

4. Jenius Alami

Orang dengan tipe jenius alami atau dikenal juga sebagai the natural genius adalah orang-orang yang mampu menguasai kemampuan baru dengan mudah dan cepat.

(Sumber Foto: Via Medical News Today)

Mereka kerap menilai prestasi dan kompetensi berdasarkan kecepatan dan minimnya usaha yang dilakukan. Kalau orang dengan tipe ini membutuhkan waktu lama untuk menguasai suatu hal, mereka akan merasa malu.

BACA JUGA: Kerja Keras dan Bersenang-senang di Masa Pandemi 

5. Si Individualis

Sesuai namanya, orang individualis dikenal sebagai the rugged individualist adalah orang dengan rasa individual yang tinggi.

Imposotor syndrome kerap menganggap prestasi yang diraihnya hanya kebetulan semata
(Foto: Freepik.com)

Mereka lebih suka bekerja sendiri daripada kelompok. Orang dengan tipe ini merasa tidak masalah untuk melakukan hal-hal seorang diri, ia bahkan kerap menolak bantuan untuk bisa membuktikan kemampuan diridalam meraih prestasi.

Bagi mereka, meminta bantuan pada orang lain hanya akan menujukkan kelemahan mereka.

Nah semoga informasi ini bisa membantumu mengerti soal imposotor syndrome dengan begitu kamu bisa  menerima dan merangkul kemampuanmu sendiri untuk terus berprestasi. (Sbg/Rig)

Comments