Sabigaju.com – Mengapa berpuasa ternyata baik untuk kesehatan? Penelitian mengungkap bahwa memberi waktu pada usus Anda untuk beristirahat sementara sangat baik karena dapat memberikan manfaat kesehatan yang sangat besar untuk tubuh di kemudian hari.

Sebuah praktik pembatasan kalori yang diadopsi oleh orang-orang dari biohackers Silicon Valley terhadap biarawan Buddha, ternyata memiliki efek positif berkepanjangan. Puasa berkala dapat membantu manusia menangkal penyakit seperti kolesterol tinggi, obesitas serta diabetes.

Puasa dapat meningkatkan produksi protein yang mampu memperkuat koneksi di otak serta dapat berfungsi sebagai antidepresan. Selain itu, menurut para ilmuwan puasa mampu memperpanjang rentang hidup manusia dengan menjaga sel-sel sehat dan membuat manusia awet muda.

BACA JUGA: Hasil Penelitian: Kaum Milenial Malas Berhubungan Seks dan Tidak Suka Payudara

Penelitian Tentang Manfaat Puasa

Penelitian terbaru dari ahli biologi di Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang diterbitkan dalam jurnal Cell Stem Cell, mengungkap mengapa puasa dapat memberikan manfaat besar di tingkat sel dan obat masa depan yang mungkin memicu proses tersebut tanpa berpuasa.

Puasa diketahui mampu mematikan sumber energi tubuh yang paling sederhana, yaitu glikogen yang mampu memberi makan otot. Glikogen biasanya akan Anda dapatkan dari karbohidrat. Ketika karbohidrat diserap, tubuh akan bereaksi kelaparan, memasuki bagian penyimpanan lemak serta melepaskan keton yang diproduksi oleh hati.

Ilmuwan MIT memang belum mempelajari efek sel selama berpuasa pada manusia, namun pada tikus, mereka mengamati peningkatan besar dalam kinerja sel induk setelah 24 jam. Peningkatan tersebut berlangsung secara cepat. Saat tikus beralih pada pembakaran lemak untuk bahan bakar, sel-sel induk usus akan merespon cepat dan bertindak lebih sigap. Akhirnya, mereka akan mendapatkan manfaat positifnya.

BACA JUGA: Para Superhero Muslim yang Siap Menemani Anda Berbuka Puasa (Bagian 1)

Obat yang Mendorong Tubuh Anda Hingga Seperti Sedang Berpuasa

Omer Yilmaz, peneliti dari MIT yang juga menggagas penelitian ini, berharap dengan memahami lebih baik molekul dan protein yang aktif dan nonaktif terhadap gen saat puasa, kelak mereka dapat menciptakan obat yang mampu meniru beberapa efek peningkatan sel saat berpuasa.

“Ketika kita dapat mengidentifikasi mekanisme yang mampu mempercepat peningkatan fungsi sel-sel induk usus, kita mungkin dapat mengidentifikasi modalitas pengobatan baru yang meniru atau berasal dari efek berpuasa,” ujar Yilmaz. Para ilmuwan MIT berpikir bahwa obat semacam itu dapat sangat membantu pasien kanker serta penderita infeksi saluran cerna untuk sembuh. (Sbg/Van)

Comments