Cara orang mendengarkan musik sudah berubah, tetapi justru pendapatan industri musik meningkat. Mungkin karena peran online music streaming.

Sabigaju.com – Di perjalanan ke kantor mendengarkan musik, mengerjakan tugas sambil mendengarkan musik, sebelum tidurpun menyetel musik pengantar tidur. Di setiap aspek kehidupan kita, musik tidak pernah absen. Apalagi sejak layanan music streaming menjadi tren. Tak heran bila baru-baru ini laporan yang dipaparkan oleh Rolling Stones US menyebutkan bahwa layanan music streaming berhasil membuat pendapatan industri musik meningkat.

Di era internet seperti saat ini, orang-orang bisa mendapatkan layanan lengkap dalam satu alat. Sebut saja smartphone yang terhubung dengan internet. Melalui alat ini, aktivitas kita mendengarkan musik menjadi lebih praktis. Tak perlu radio terpisah atau iPod untuk mendengarkan lagu-lagu favorit. Tinggal buka aplikasi musik streaming, kita bisa mendengarkan lagu favorit bahkan membuat playlist sesuai selera. Bila ingin mendapatkan daftar lagu yang lengkap dan fasilitas premium, maka mendaftar sebagai premium user pun tidak terlalu mahal.

Rupanya, habit baru mendengarkan musik inilah yang membuat pendapatan industri musik meningkat. Dilansir dari rollingstone.com, berdasarkan data laporan keuangan dari Recording Industry Association of America (RIAA) melalui Wall Street Journal, kenaikan pendapatan  pada tahun 2017. Ini merupakan kali kedua kenaikan pendapatan yang signifikan sejak tahun 1999.

Kenaikan pendapatan musik meningkat sebanyak 16,5% menjadi $8,7 juta di tahun 2017. Faktor terbesar yang mempengaruhi peningkatan tersebut tidak lain adalah layanan musik streaming. Fakta ini sekaligus mengukuhkan bahwa layanan musik streaming dua tahun berturut-turut menunjukkan pengaruh positif pada industri musik di Amerika.

Layanan music streaming di Indonesia
Masyarakat perlahan mulai meeninggalkan musik dalam bentuk fisik. (Photo by Artificial Photography on Unsplash)

Sayang sekali perhitungan tentang pendapatan industri musik di Indonesia tidak dirilis seperti yang dilakukan oleh Recording Industry Association of America (RIAA). Meski demikian, baru-baru ini Daily Social ID bekerja sama dengan JakPat melakukan survey tentang online music streaming di Indonesia. Data dari survey yang dilakukan kepada 1955 responden dari berbagai usia, namun didominasi oleh usia 20 tahun hingga 35 tahun dan didominasi oleh laki-laki ini menunjukkan bahwa sebanyak 88% dari mereka memanfaatkan online music streaming untuk mendengarkan musik. Lalu sebanyak 51,05% dari 1718 responden rata-rata mendengarkan musik selama 1 hingga 14 jam per minggunya.

Data tersebut menunjukkan bahwa layanan musik streaming di Indonesia sudah menjadi sesuatu yang mainstream. Di Indonesia, platform musik streaming yang familiar adalah Spotify dan JOOX. Masih dari hasil survey yang sama, platform yang paling sering digunakan oleh responden adalah JOOX. Meski begitu, Spotify tetap tidak kalah pamor karena dilansir dari CNN Indonesia, Managing Director Spotify untuk Asia, Sunita Kaur mengungkapkan bahwa rata-rata orang Indonesia mendengarkan musik melalui platform ini selama tiga jam. Sunita Kaur mengungkapkan temuan dari pihak Spotify ini pada pertengahan tahun 2017 lalu. Ia menunjukkan data bahwa Spotify mencatat sudah memainkan lebih dari 3,9 miliar lagu dalam waktu permintaan lebih dari 11 miliar menit.

Keunikan penikmat musik Indonesia
Ilustrasi music streaming. Photo by Alphacolor 13 on Unsplash

Data yang disebutkan oleh Sunita Kaur juga menunjukkan keunikan orang Indonesia dalam mendengarkan musik melalui platform Spotify. Menurutnya, orang Indonesia tidak hanya mendengarkan musik dengan durasi cukup lama, tetapi juga aktif membuat playlist.

Keunikan lainnya adalah genre musik yang menjadi favorit orang Indonesia menurut Sunita menunjukkan selera yang bagus. Spotify lagi-lagi mencatat music dance, pop, dan indie secara umum menjadi favorit orang Indonesia. Mereka umumnya mendengarkan musik pada tiga waktu berbeda yang disinyalir punya tujuan berbeda pula. Misalnya, pada pagi hari Spotify mencatat pendengar asal Indonesia banyak memainkan musik yang cenderung membangkitkan rasa semangat. Lalu pada siang hari setelah jam makan siang juga menjadi prime time orang-orang mendengarkan musik yang diduga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja mereka di kantor. Sementara sebelum tidur atau tepatnya di atas pukul 21.00 WIB, pendengar musik streaming di Indonesia juga mendengarkan lagu-lagu penghantar tidur melalui Spotify.

Spotify dan Joox menjadi platform music streaming yang utama

Kedua platform ini memang bisa disebut yang paling populer di antara online music streaming lainnya di Indonesia. Data dari survey yang dilakukan oleh Daily Social ID dan JakPat pada Februari tahun ini membuktikannya dengan menunjukkan bahwa pengguna online music streaming paling banyak menjadi premium user di platform Spotify dan JOOX.

Persentase premium user di platform Spotify sebanyak 47,70% dan JOOX lebih unggul di angka 70,37%. Dilansir dari data survey tersebut, faktor yang membuat JOOX unggul dibanding Spotify disebabkan oleh penetrasinya yang memang lebih tinggi. JOOX melakukan promosi diberbagai platform media baik online maupun offline.

Terlepas dari perbedaan angka tersebut, ada kesimpulan yang lebih luas untuk menilik femomena mendengarkan musik di Indonesia. Ternyata, online music streaming sudah familiar bagi orang Indonesia. Sangat mungkin bila industri musik di Indonesia bisa meningkat pendapatannya dengan didukung layanan musik streaming seperti Spotify dan JOOX. Bahkan banyak musikus indie yang selanjutnya terkenal dan memiliki banyak pendengar karena menjual lagu-lagunya melalui online music streaming tersebut. (sbg/Erny)

Comments