meniti karir

Sabigaju.com – Pernahkan terpikir, bagaimana orang-orang besar seperti CEO bahkan para pemilik perusahaan itu meniti karirnya? Hiro Whardana, CMO dari sebuah perusahaan digital kreatif nasional di Jakarta, membagi pengalamannya tentang meniti karirnya hingga di posisi sekarang.

Meniti Karir Diawali Karena Kepepet di Saat Krisis 1998

“Sebelumnya gue anak bontot, manja, apa aja dirurutin. Terus kejadianlah krisis 1998. Long story short, duit bokap untuk kuliah gue udah nggak banyak. Ya gue puter otak dong gimana caranya bisa tetep kuliah dengan nyaman.”

Saat itu Hiro berusia 19 tahun, menempuh pendidikan Ilmu Komputer di Universitas Indonesia. Hiro dan teman-teman kampusnya termasuk golongan yang beruntung saat krisis. Karena banyak programmer dari luar negeri yang dipulangkan karena perusahaan tidak sanggup menggaji dengan dolar, maka Hiro dan teman-temannya mendapat banyak proyek terkait komputer dan programming.

“Kerjaan pertama gue dulu ngescan foto buat proyek. Beruntungnya gue, kerjaan di bidang ini gajinya cukup tinggi, dan belum banyak yang punya skill di bidang ini. Jadi ya kuliah jelas kebantu banget.”

Jangan Mudah Puas Dengan Skill yang Dimiliki

Menurut Hiro, kalau sudah puas dengan sebuah skill, maka akan cenderung berhenti belajar dan susah maju. Hal ini yang membuat Hiro berpikir, skill apa lagi yang kira-kira harus ia pelajari.

“Waktu itu gue pacaran sama None Jakarta. Dengan gelar yang dia punya, dia sering ikut acara-acara, ngedampingin pejabat, sampe jadi pager ayu. Networking bagus, komunikasi terasah, cari duit lebih gampang, hahaha.” Tutur Hiro yang akhirnya mengikuti jejak sang pacar untuk ikut Abang None Jakarta untuk meningkatkan self value-nya.

Tiga Hal Penting yang Harus Diperhatikan Ketika Mencari Pekerjaan





Setelah lulus kuliah, Hiro memutuskan untuk bekerja pada perusahaan. Ada tiga hal yang dicarinya saat itu ketika mencari pekerjaan: challenge, environment, money.

“Kalo baru-baru kerja, dua hal pertama tadi penting banget ada. Tantangan bikin lo berkembang pesat baik skill dan mental. Suasana kerja yang bagus, bikin tantangan kayak gimana juga santai aja ngejalaninnya. Nah duit, itu bonus. Kerja aja yang maksimal. Nanti duit nyusul kok. Seumur hidup gue belum pernah bikin cover letter. Ya kerja karena ditawarin, karena orang denger apa yang udah dikerjain, dan memang begitu seharusnya kok.”

Menurut Hiro, pada masa awal membangun karir memang saatnya untuk bekerja keras, focus, dan tidak banyak mengeluh. Di masa membangun karir akan sangat wajar jika menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja. Karena ada masanya nanti, ketika pekerjaan bisa didelegasikan, maka waktu luang akan semakin banyak.

Dalam Proses Perekrutan Karyawan, Attitude Nomor Satu

Menurut Hiro, saat ini semakin sulit mencari karyawan dengan attitude yang menyenangkan. Orang yang memiliki disiplin, mental yang tidak mudah menyerah dan mengeluh, orang yang berani untuk salah dan mengaku salah, bisa berkomunikasi dengan baik, dan mau belajar.

Pada akhirnya ia mengerti kenapa banyak perusahaan memberikan syarat IPK tertentu kepada pelamar. “Kalau IPK dia bagus, minimal kita tau orangnya konsisten. Entah konsisten masuk kuliahnya, konsisten belajarnya, atau konsisten nyoteknya. Pokoknya dia konsisten, dan itu salah satu yang dibutuhin juga.”

Attitude ini juga akan diperhatikan selama masa probation berlangsung. Menurut Hiro, probation itu seperti no string attached relationship. Kedua belah pihak bisa memutus hubungan kapan saja jika merasa tidak cocok, dan ini adalah benar-benar masa penjajajakan.

“Kalo dia baru ngaku ada masalah soal kerjaan ketika gue tanya, bukannya ngomong dari awal, gue akan anggap orang ini cuma cari alasan. Kita kan kerja tim ya, komunikasi lah ke tim soal kesulitannya. Jangan cuma jadi ‘yes man’ dan mau nenangin bos aja. Kita tetap akan bantu kok kalo ada kesulitan.”

Hiro menutup obrolan dengan memberi masukan kepada generasi muda. Selain jangan berhenti belajar, entah dari buku, video, atau berdiskusi, kembangkan juga soft skill dan jagalah attitude, karena itu hal utama yang dilihat oleh perusahaan jaman sekarang, dan itu juga yang akan menyelamatkan seseorang di dunia kerja.

“Skill dan knowledge penting, tapi itu bisa dilatih dan dikembangin. Tapi kalo attitude-nya nggak bener, udah deh, ngajarinnya juga susah” Tutup Hiro. (Sbg/Ldr)

Comments