Dibalik kecanggihannya, sosial media ternyata dapat menimbuljan sejumlah gangguan kejiwaan terhadap penggunanya

Sabigaju.com – Saat ini kita hidup dimana media sosial memiliki pengaruh besar pada hidup kita. Bahkan, saat ini akun media sosial seolah telah menjadi identitas kedua bagi para penggunanya.

Aplikasi media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Path semakin populer. Belum lagi aplikasi chat yang memiliki fitur sosial media seperti WhatsApp, BBM, atau LINE. Memang sih, dengan aplikasi tersebut, komunikasi dapat berlangsung lebih cepat dan lancar. Fitur-fitur menarik di dalamnya juga membuat kita betah berlama-lama bermain di dunia maya.

Tapi, di balik kecanggihan dan kepraktisannya, ada bahaya bagi kesehatan mental yang mengintai para penggunanya. Dilansir dari laman Trend Hunter berikut dampak buruk dan sejumlah penyakit mental yang timbul yang dapat timbul akibat terlampau aktif bermedia sosial!

1. Gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

ADHD merupakan gangguan perkembangan yang umumnya ditemui pada anak-anak. Gejalanya adalah perasaan selalu gelisah, tidak bisa tenang, serta mudah teralihkan pikiran dan perhatiannya.

Gangguan mental ini membuat penderitanya tak bisa fokus dalam belajar atau bekerja. Gangguan psikologis ini juga dapat menyerang kamu jika terlalu sering berinteraksi di media sosial. Kamu bisa jadi selalu gelisah ingin membuka media sosial, ingin tahu apa yang terjadi di dunia maya, dan ingin selalu berinteraksi dengan teman maya di media sosial.

2. Serangan Depresi

Medsos memudahkan kita berkenalan dengan orang lain, juga berkomunikasi dengan teman lama. Namun di balik semua itu, medsos juga dapat menimbulkan isolasi sosial.

Setelah berhenti mengobrol dengan teman-teman di medsos, seseorang akan merasa sendirian dan kesepian. Sebab orang-orang tadi hanya berada di dunia maya. Tak jarang rasa kesepian dan sendirian berubah menjadi depresi.

Depresi merupakan istilah umum untuk menggambarkan perasaan sedih yang mendalam, atau tertekan secara berlebihan. Depresi dapat menyebabkan hilangnya minat dan semangat di dalam diri, malas beraktivitas, gangguan pola tidur, bahkan mampu mendorong kamu untuk melakukan bunuh diri.

3. Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

OCD merupakan gangguan psikologis yang membuat penderitanya selalu merasa cemas akan berbagai hal secara berlebihan. Bahkan, penderitanya dapat melakukan suatu hal yang sama secara berulang-ulang tanpa alasan yang jelas. Hal ini tentu dapat mengganggu kehidupan dan aktivitas sehari-hari kamu.

Rasa cemas yang timbul biasanya dimulai dengan membanding-bandingkan kehidupan dengan orang lain, yang tak jarang diikuti rasa iri terhadap apa yang dilihat lebih baik di media sosial.

4. Narcissistic Personality Disorder (NPD)

Kalau orang suka pamer foto dirinya sendiri dengan berbagai gaya di media sosial pasti dibilang narsis. Namun ternyata, hal ini dapat memicu penyakit psikologis yang berbahaya, yaitu NPD.

Narsistik merupakan salah satu gangguan kepribadian yang sering terjadi di kalangan remaja masa kini, dan berakibat fatal. Penderita gangguan ini sangat mengagumi dirinya sendiri, nggak heran kalau penderita narsistik ini hobinya menyebarkan foto selfie dan mengumbar kebahagiaan pribadinya.

Penderita NPD akan menjadi orang yang arogan, egois, dan tidak bisa berempati dengan orang lain. Mereka selalu mengharapkan pujian dan kekaguman dari orang-orang di sekitarnya. Mereka jadi sulit menjalin hubungan dengan orang lain dan rentan terancam depresi.

5. Schizoaffective dan Schizotypal Disorder

Inilah tingkat gangguan kejiwaan yang paling serius. Sebab, Schizoaffective dan Schizotypal Disorder merupakan penyakit mental yang membuat penderitanya mengalami halusinasi, pikiran yang membingungkan, depresi, hingga gangguan ingatan. Bahkan penyakit mental ini mendorong potensi bunuh diri, bahkan membunuh orang lain. Ngeri banget, kan?

7. Body Dysmorphia

Seorang penderita Body Dysmorphic Disorder memiliki rasa takut dan cemas yang berlebihan terhadap suatu kelainan pada bagian tubuhnya. Bukan hanya memperhatikan bagian-bagian tubuh, mereka juga tidak dapat berhenti memikirkan penampilannya, dan selalu ingin terlihat sempurna. Jika menemukan kelainan atau kekurangan pada bagian tubuhnya, mereka akan merasa tertekan dan mengalami depresi. Hal ini bisa timbul karena terlalu mengagumi bentuk badan sempurna dari seseorang di media sosial, dan membangdingkan dengan dirinya sendiri.

8. Munchausen Syndrome

Selain digunakan untuk memperoleh ketenaran, sosial media juga terkadang digunakan untuk mendapatkan perhatian lebih dari orang lain. Nggak heran, demi mendapatkan hal tersebut, pengidap Munchausen Syndrome ini mengumbar-umbar cerita sedih atau bahkan mengarang cerita dan bersikap seolah-olah ia mengidap sebuah penyakit agar mendapatkan perhatian dari orang lain.

9. Addiction

Secara umum, addiction berarti ketagihan. Semakin sering melakukan berbagai aktivitas di media sosial, seseorang akan ketagihan dan ingin melakukannya lagi, secara terus-menerus, dan tanpa henti. Ketagihan ini tentu membuat pola hidup yang normal menjadi berantakan.

Addiction, atau ketagihan, adalah salah satu gangguan yang juga sering terjadi di antara pengguna sosial media. Ada yang ketagihan mengecek sosial media setiap jam, ada juga yang ketagihan untuk menonton video di YouTube dan berbagai hal lain.

Ketagihan terhadap internet dan sosial media ini tidak sesederhana kedengarannya. Ketagihan ini bisa menyebabkan gangguan kegiatan sehari-hari, mulai dari susah tidur, kurang fokus terhadap pekerjaan dan sekolah, bahkan sampai menghilangkan produktivitas dan meningkatkan kemalasan. (Sbg/Ldr)

Comments