menyantap makanan pedas
kebiasaan menyantap makanan pedas, apalagi saat bulan puasa, bisa memicu beberapa masalah yang dapat mengganggu kesehatan. (Foto: Pexels)

Sabigaju.com – Umumnya orang Indonesia sangat menggemari makanan dengan citarasa pedas. Bahkan, saking gemarnya ada orang yang punya kebiasaan menyantap makanan pedas saat sahur dan berbuka puasa.

Bagi penggemar makanan pedas, sensasi pedas dinilai dapat memperkaya cita rasa makanan dan menambah nafsu makan.

Namun, terlalu banyak menyantap makanan pedas, apalagi saat bulan puasa, bisa memicu beberapa masalah kesehatan.

Nah sabigaju mau kasih beberapa kondisi yang mungkin muncul akibat sering makan pedas saat sahur dan berbuka puasa

BACA JUGA: Nikmat Sih, Tapi Kuliner Pedas Bisa Bikin Kamu Alami Nightmare! 

Diare

Cabai sebagai sumber makanan pedas cabai banyak mengandung vitamin dan mineral juga sangat dibutuhkan saat kita berpuasa, tetapi kamu harus hati-hati, mengonsumsinya konsumsi cabai yang berlebihan akan merangsang diare.

Diare membuat tubuh Anda kehilangan cairan. Padahal, selama puasa asupan cairan Anda juga sudah berkurang. Jika diteruskan, kondisi ini dapat mengakibatkan dehidrasi.

Jadi sebaiknya hindari menyantap makanan pedas saat berbuka puasa atau sahur jika kamu tidak ingin mengalami diare.

BACA JUGA: Ortoreksia Nervosa, Sisi Gelap Kebiasaan Pola Makan Sehat 

Resiko Tukak Lambung

Tukak lambung adalah luka yang terbentuk pada bagian dalam dinding perut dan bagian atas usus halus.

Makanan pedas bukanlah penyebab timbulnya tukak lambung. Namun, gejalanya akan bertambah parah jika Anda sering makan pedas saat sahur dan berbuka puasa.

Bikin Kerongkongan Iritasi

Saat kamu menyantap makanan pedas dengan berlebihan, lidah mengirimkan sinyal nyeri kepada otak. Otak kemudian menanggapinya dengan rasa mual, sakit perut, hingga muntah.

Ini merupakan respons normal perut untuk mengeluarkan apa pun yang dianggap berbahaya bagi tubuh.

Saat kamu muntah, perut kamu mengeluarkan makanan yang dicerna beserta asam lambung. Asam lambung adalah jenis asam yang cukup kuat.

Paparan berkali-kali terhadap kerongkongan dapat memicu iritasi, bahkan luka pada kerongkongan.

Akibatnya, kerongkongan terasa nyeri dan tidak nyaman selama kamu menjalankan puasa

BACA JUGA: Suka Makanan Pedas? Wajib Cobain 5 Tempat Makan Ini! 

 Rasa Nyeri Seperti Terbakar

Salah satu dampak buruk bila kamu menyan tap makanan pedas dengan berlebihan saat buka puasa ataupun sahur, rasa nyeri pada perut ataupun sensasi terbakar pada perut bagian atas dan dada bisa kamu alami.

Kondisi ini biasanya terjadi akibat refluks asam lambung, yaitu naiknya asam lambung menuju kerongkongan.

Hal ini terjadi lantaran refluks asam lambung berasal dari apa yang Anda makan dan minum, terutama saat perut dalam keadaan kosong setelah seharian berpuasa.

BACA JUGA: Libur, Waktunya Kuliner Pedas Awas Jangan Bablas 

Resiko Gastritis

Menyantap Makanan pedas secara berlebihan juga bisa menyebkan resiko Gastritis alias peradangan pada bagian dalam dinding lambung.

Radang lambung biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, tapi gejala penyakit ini dapat dipicu oleh beragam faktor.

Hal ini terjadi , mengingat perutmu yang kosong lantaran berpuasa seharian langsung diterjang dengan makanan pedas.

BACA JUGA: Kuliner Raja Sambal Devil’s Pedasnya Bikin Nyetrum Bibir

Capsaicin yang merupakan bahan aktif pada cabai dapat mengiritasi dinding lambung jika dikonsumsi secara berlebihan.

Dinding lambung akhirnya menipis akibat asam lambung dan mengalami peradangan. Lambat-laun, luka dapat terbentuk pada dinding lambung dan menyebabkan tukak lambung.

Mengingat begitu banyak resiko yang bisa kamu alami, Sabigaju saranin sih hindari dulu yah menyantap makanan pedas saat berbuka puasa atau sahur.(Sbg/Rig)

Comments