Live Streaming
Belum lama ini polisi mengamankan 3 orang pelaku aksi pornografi yang menggunakan aplikasi Live streaming Joy.live.(fFoto: App joy)

Sabigaju.com – Kemajuan teknologi yang dirasakan beberapa tahun belakangan imi Indonesia dibanjiri kehadiran aplikasi layanan video siaran langsung (live streaming). Hal ini tidak dapat dipungkiri, karena para pengguna smartphone sekarang lebih banyak anak-anak dan remaja yang senang dipublikasi dan mempublikasi

Lewat semua aplikasi tersebut, kamu bisa melihat siaran langsung dari para wanita cantik, dan memberi kompensasi alias gift kepada para penyiar atau artis yang kamu suka.

Aplikasi live streaming bagaikan pisau bermata dua. Jika menggunakannya secara benar, maka yang didapat juga sesuatu yang positif. Namun kenyataannya, tak sedikit para pengguna aplikasi ini selalu menonjolkan sisi negatif, baik dari host (artis) atau penontonnya.

Beberapa oknum bahkan menggunakan aplikasi live streaming  sebagai jalan pintas mendapatkan banyak uang dengan melakukan hal-hal yang menjurus ke arah pornografi.

Seperti yang terjadi terhadap beberapa orang yang tertangkap lantaran menggunakan aplikasi live streaming untuk menyiarkan hal yang bersifat pornografi.

BACA JUGA:

Heboh Aplikasi Joy Live

Polisi mengamankan seorang perempuan yang tengah live streaming adegan porno via aplikasi Joy.Live sebuah kontrakan di sebuah kontrakan di Melati Mas, Kemuning Milati Mas.
dengan sejumlah alat bukti itu berupa tiga unit ponsel merk Samsung, Vivo dan Polytron, sebuah kartu ATM, celana motif loreng, pakaian dalam wanita dan sweater.

M tertangkap tangan bersama ‘sutradara’ siaran langsung tersebut, HKS (25) dan seorang wanita lainnya R (23). Mereka menyiarkan tayangan langsung konten pornografi itu, khusus untuk orang-orang yang sudah membayarkan sejumlah uang.

Dalam aksinya M berperan sebagai pelaku yang melakukan adegan pornografi melalui live streaming. Sementara HKS dan AR yang merupakan pasangan kekasih bertugas menyiapkan live streaming serta menampung uang yang ditransfer oleh para pelanggan.

Para pelanggan dikenakan tarif Rp 200.000 untuk sekali melakukan live streaming.Live streaming panas tersebut baru akan beraksi setelah ada sekira 20 orang yang daftar dan mentransfer uangnya.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Orang (PTPO), dan atau Pasal 29 dan atau Pasal 30 dan atau Pasal 33 dan atau Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Selain itu mereka juga disangkakan Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 tahun 2016 Tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Ketiganya terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Aksi bejat ketiga pemuda itu kini tengah ramai di bicarakan oleh banyak orangdan menduduki puncak google trends Indonesia pada hari ini Sabtu (29/12).

Aplikasi Live Streaming yang Halal

Lantaran peristiwa tersebut muncul banyak anggapan miring yang disematkan pada aplikasi ini. Banyak orang menganggap live streaming bisa dimanfaatkan untuk berbagai aksi negatif seperti porno aksi dan pornografi.

Padahal nggak semua aplikasi live streaming seperti itu. sebagai contoh aplikasi 17 Dari namanya sih memang sedikit agak “nakal”. Tapi jangan salah ya, aplikasi ini malah mengusung tagline 100% halal lho. Tak seperti aplikasi sejenis lain, 17 Live menerapkan monitoring ketat selama 24 jam.

Diberlakukannya sistem ini membuat aplikasi ini tidak mentolerir pengguna nakal dan konten yang sifatnya negatif.

Hal itu meliputi pornografi, SARA, merokok, minuman beralkohol, serta hal-hal yang sifatnya menyebarkan kebencian dan akan berdampak negatif kepada masyarakat.

Segala tindakan yang melanggar akan ditindak tegas dan akun akan diblokir secara permanen. (Sbg/Rig)

Comments