Incest

Sabigaju.com – Publik dan netizen baru-baru ini digegerkan oleh peristiwa sadis dimana sorang ibu melakukan incest terhadap dua orang putranya setelah melakukan pembunuhan terhadap putrinya yang masih balita di Sukabumi Jawa Barat.

Inses adalah aktivitas seksual yang dilakukan seseorang dengan hubungan sedarah dengan kakak atau adik kandung, atau orangtua sendiri. Hali ini adalah perbuatan yang sangat dilarang dan mengerikan.

Berikut dampak yang bisa terjadi jika Incest terjadi

BACA JUGA: Kecanduan Nonton Film Dewasa Bisa Hancurkan Rumah Tangga

Dampak Buruk Incest

Dilansir Sabigaju dari laman Psychology Today, Psikolog Jonathan Haidt menemukan bahwa hampir setiap orang menolak dengan keras prospek hubungan seksual antara kakak-adik, bahkan dalam situasi imajiner tidak ada kemungkinan kehamilan.

Menurutnya manusia harus menghindari incest Karena hubungan sedarah berdampak sangat buruk bagi populasi atau keturunan dari hasil perkawinan tersebut.

Keturunan dari perkawinan sedarah berpeluang sangat tinggi untuk lahir dengan cacat bawaan serius.

Hal ini lantaran sistem perkawinan antar dua individu yang terkait erat secara genetik atau garis keluarga, di mana kedua individu yang terlibat dalam perkawinan ini membawa alel atau gen yang berasal dari satu nenek moyang.

Incest dianggap sebagai masalah kemanusiaan karena praktik ini membuka kesempatan yang lebih besar bagi keturunannya untuk menerima alel resesif merusak yang dinyatakan secara fenotip.

Singkatnya, seorang keturunan dari perkawinan sedarah akan memiliki keragaman genetik yang sangat minim dalam DNAnya.

Kurangnya variasi dalam DNA dapat berdampak buruk bagi kesehatan, termasuk peluang mendapatkan penyakit genetik langka, seperti albinisme, fibrosis sistik, hemofilia, dan sebagainya.

BACA JUGA: Smile, Nggak Perlu Minder Bila Ukuran Mr P Kamu Small

Cacat Bawaan

Efek lain dari incest  termasuk peningkatan infertilitas (pada orangtua dan keturunannya), cacat lahir seperti asimetri wajah, bibir sumbing, atau kekerdilan tubuh saat dewasa, gangguan jantung, beberapa tipe kanker, berat badan lahir rendah, tingkat pertumbuhan lambat, dan kematian neonatal.

Sebuah studi penelitian menemukan bahwa 40 persen anak hasil hubungan sedarah antara dua individu tingkat pertama (keluarga inti) lahir dengan kelainan autosomal resesif, malformasi fisik bawaan, atau defisit intelektual yang parah.

Seperti yang ditunjukkan oleh psikolog University of Miami Debra Lieberman dan Adam Smith dalam sebuah artikel di Journal Current Directions in Psychological Science, manusia memiliki mekanisme sosial dan psikologis untuk mencegah inses.

Dengan kata lain, takdir juga memainkan peran saat memilih pasangan, apakah mereka akan membawa gen yang rusak atau tidak. Nah, setiap orang memiliki lima atau sepuluh gen rusak yang bersembunyi di DNA.

Namun untuk kasus incest, risiko berdua membawa gen rusak menjadi sangat tinggi.

Setiap keluarga kemungkinan besar memiliki gen penyakit tersendiri (misalnya diabetes). Dan incest adalah kesempatan bagi dua orang carrier dari gen rusak untuk mewarisi dua salinan gen yang rusak kepada anak-anaknya.

Pada akhirnya, keturunan mereka dapat memiliki penyakit tersebut.

BACA JUGA: Bukan Pikiran Kotor, Ini yang Bikin Pria Menyukai Payudara

Sistem Tubuh Melemah

Peningkatan risiko ini juga dipengaruhi oleh pelemahan sistem imun tubuh yang dialami anak-anak dari orangtua sedarah akibat kurangnya variasi DNA.

Incest yang berujung dengan memiliki keturunan, membuat anak memiliki rantai DNA yang tidak variatif. serta alel MHC yang sedikit jumlahnya.

Hal itu akan membuat tubuh lebih cepat sakit karena sistem imun tubuh tidak bekerja optimal untuk memerangi berbagai penyakit.

Comments