Kebiri Kimia
(Foto: Pixabay

Sabigaju.com – Hari ini, Senin (26/8) dunia maya diramaikan dengan pemberitaan vonis hukum kebiri kimia terhadap Aris, pelaku pemerkosaan 9 orang bocah di Mojokerto dalam kurun waktu 2015-2018.

Selain menanggung vonis Hukum kebiri kimia M. Aris dijebloskan ke penjara selama 12 tahun dan denda Rp100 juta subsider enam bulan pidana kurungan atas perbuatan bejatnya.

Hukum kebiri kimia kepada Aris ini merupakan eksekusi pertama yang akan dilakukan di Indonesia. Karena itu, untuk melakukannya pun ternyata masih mengalami kendala.

Sebab sampai saat ini belum ada satu pun rumah sakit di Mojokerto yang mau melakukan eksekusi kebiri kimia terhadap terpidana karena masalah fasilitas yang belum tersedia

Nah, Kali ini sabigaju mau kasih info seputar apa dan bagaimana kebiri kimia iserta dampak yang ditimbulkan jika dilakukan kepada pria.

BACA JUGA: Jaga Buah Hati dari Para Pedofil Pemangsa Anak 

Regulasi hukuman Kebiri Kimia

Adapun regulasi tentang hukum kebiri kimia bagi predator seks ini sudah dimiliki Indonesia sejak tiga tahun lalu.

Ketika itu Presiden Joko Widodo telah meneken Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pada Mei 2016.

Setelah itu, Perppu tersebut diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk dibahas.

Selanjutnya, wakil rakyat di parlemen pun mengesahkan Perppu Perlindungan Anak menjadi undang-undang (UU), di mana dalam regulasi itu diatur hukuman soal kebiri kimia dan hukuman lain yang lebih berat bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak, seperti hukuman mati hingga seumur hidup.

BACA JUGA: Apa Itu Kelainan Seks? Kenali Ciri dan Jenisnya

Proses Hukum Kebiri Kimia

Umumnya ada dua jenis prosedur dalam pengebirian, yakni lewat pembedahan dan proses kimia. Pengebirian lewat jalu bedah dilakukan pembedahan pada testis, sehingga efeknya pun permanen.

Sedangkan jalur kebiri kimia menggunakan obat-obatan demi mengurangi kadar testosteron untuk meminimalisir dorongan seksual dan sifatnya cuma sementara jika pengobatan dihentikan.

Kebiri kimia dilakukan dengan menyuntikan zat anti testosteron atau obat antiandrogen ke tubuh pria, bukan pada testisnya. Obat atau zat ini berfungsi menekan gairah seksual pria.

Testosteron adalah hormon penting bagi pria yang punya beberapa fungsi, salah satunya mendorong gairah seksual.

Meningkatnya produksi hormon ini akan membuat pria mengalami perubahan fisik pada testis, penis dan bulu pubis. Dengan kebiri kimia, produksi hormon ditekan demi meredakan libido mereka.

Adapun jenis obat yang disuntikkan, biasanya medroxyprogesterone acetate, cyproterone acetate, dan agonis LHRH.

Fungsi obat itu menekan kelenjar di otak tidak memproduksi hormon pemicu produksi testosteron, sehingga testis pun tidak akan memproduksi testosteron.

BACA JUGA: Video Porno Deepfake dan Ancaman yang Belum Ada Solusinya

Dampak Hukum Kebiri Kimia

Meski efek dari prosedur kebiri kimia bersifat sementara, namun jika digunakan dalam jangka panjang akan memberikan efek samping yang membahayakan.

yup hukum kebiri kimia bisa berdampak seperti , hilangnya kepadatan tulang hingga bisa menyebabkan osteoporosis, hilangnya massa otot, bertambahnya lemak, penyakit jantung hingga diabetes.

Efek samping lainnya, seperti mandul, disfungsi ereksi, anemia, depresi, dan ginekomastia atau pembesaran payudara pada pria.

Meski obat yang digunakan untuk kebiri kimia bila digunakan dalam jangka panjang bisa berakibat buruk, namun obat-obatan itu sebenarnya juga bermanfaat sebagai terapi hormonal untuk sejumlah penyakit tertentu. Salah satunya dalam pengobatan kanker prostat.

Hal positif dari kebiri kimia ini bisa membuat aktivitas seksual menjadi normal bagi pelaku pelecehan seksual jika disertai dengan psikoterapi.

Lantaran itu, beberapa negara telah menggunakan kebiri kimia tidak sekadar sebagai hukuman semata tapi juga untuk mengendalikan hasrat seksual pelaku pelecehan seksual. (Sbg/Rig)

Comments